
"Aku mohon tenanglah! Tenangkan diri abang!" Ujar Vee pelan.
"Vee..." Ujar Karang dengan nada lemah dan langsung berbalik untuk memeluk Vee.
"Ayo pulang!" Lanjut Karang setelah melepaskan pelukannya lalu berjalan meninggalkan Vee.
"Terima kasih kerena udah jemput Vee." Ucap Karang saat berpas-pasan dengan Galang yang masih berdiri di samping sofa.
"Apa kamu baik-baik saja? Ayo sini biar aku periksa!" Ajak Galang yang langsung menyentuh lengan Karang lalu membawanya untuk duduk di sofa.
"Aku okay! Cuman terlalu lelah aja, soalnya tadi aku menangani dua operasi tanpa jeda sama sekali." Jelas Karang.
"Istirahatlah sebentar, setelah itu baru pulang. Atau mau aku pasangkan infus?" Pinta Galang dengan tangan yang perlahan menyentuh pundak Karang.
"Nggak perlu, aku baik-baik aja." Jawab Karang.
"Abang Galang benar, sebaiknya abang istirahat dulu di sini sebentar setelah itu baru kita pulang." Jelas Vee dengan terus menatap kearah Karang dan Galang secera bergantian.
"Aku akan memeriksa kondisi pasien yang kamu operasi barusan, jadi istirahatlah!" Jelas Galang yang lekas keluar dari ruangan tersebut dengan menutup rapat pintunya.
Karang merebahkan tubuhnya diatas sofa. Vee masih berdiri dengan terus menatap kearah Karang, hingga terlihat Karang yang perlahan memejamkan matanya. Vee beranjak untuk membersihkan beling dari pecahan vas bunga, dan mencoba merapikan kembali ruangan yang diobrak-abrik oleh Karang.
Setelah selesai semuanya, perlahan Vee melangkah mendekati Karang yang terlihat begitu hanyut dalam tidurnya. Vee duduk dilantai tepat berhadapan dengan posisi wajah Karang yang masih terlelap. Tangan kanan Vee perlahan menyentuh wajah Karang lalu mengusap pelan rambut Karang.
"Apa yang sebenarnya terjadi? Apa Kenzo mengancam abang? Kenapa abang terlihat begitu kacau, aku takut jika sesuatu yang buruk terjadi sama abang, aku harus bagaimana?" Keluh Vee dengan air mata yang perlahan menetes.
Vee merebahkan kepalanya di dekat lengan Karang, lalu ikut terlelap di samping sang pujaan hati.
***
"Apa kamu jadian dengan Renata?" Tanya Kenzo dengan suara lantang.
Saat itu Karang sedang berada di lapangan basket, Karang bahkan menghentikan permainannya saat dengan kasar tangan Kenzo merebut bola yang ada di tangan Karang.
"Kalau iya memangnya kenapa?" Tanya Karang yang merebut kembali bola miliknya lalu melemparkannya kearah keranjang.
__ADS_1
"Bajingan!" Maki Kenzo dengan tinju yang langsung menghantam pipi kiri Karang.
"Renata mencintai ku, dan aku mencintainya, lalu kenapa kami tidak bisa pacaran? Dan kamu, jika kamu tidak bisa mendapatkan Renata itu bukan karena aku tapi itu karena Renata tidak menyukai mu." Jelas Karang.
"Renata tidak mencintai ku itu karena kamu yang tiba-tiba muncul diantara aku dan dia, kamu membuatnya bimbang, kamu yang pengacau!" Tegas Kenzo.
"Ciiih! Dasar pengecut! Kalau memang kamu suka sama dia ya udah ungkapkan perasaan mu padanya biar kita lihat siapa yang bakal dia pilih, aku atau kamu!" Tegas Karang.
"Pengecut kata mu? Lalu apa sebutan yang pantas untuk kamu? Buaya darat? Mata keranjang? Jelas-jelas kamu suka sama Veeliria, si bocah tetangga mu itu, lalu kenapa kamu malah pacaran dengan Renata?" Tanya Kenzo yang semakin emosi.
"Apa kamu gila? Vee, dia masih SD, dia nggak ada hubungannya sama hubungan aku dan Renata dan satu hal jangan kaitkan Vee dengan masalah kita." Tegas Karang yang mulai terbawa emosi.
"Jika kamu masih tetap dengan Renata maka aku akan mengambil bocah itu sebagai gantinya." Tegas Kenzo dan kendak pergi.
Namun dengan sigap tangan kekar Karang langsung menarik seragam Kenzo hingga membuat semua kancing baju Kenzo berhamburan di lapangan tidak sampai di situ, kini tinju Karang langsung menghantam wajah Kenzo membuat tubuhnya jatuh tersungkur.
"Jangan pernah coba-coba untuk menyentuh Vee!" Tegas Karang lalu kembali memukuli wajah Kenzo tanpa ampun.
"Kamu benar-benar bajingan! Lepaskan Renata untuk ku! Jika tidak maka siapapun tidak akan aku biarkan memilikinya baik Renata ataupun Vee, mereka berdua akan aku hancurkan!" Ancam Kenzo dengan tatapan yang begitu menakutkan.
"Apa yang sedang kamu lakukan? Apa kamu ingin membunuhnya?" Gumam Bagas yang bahkan langsung menghempaskan tubuh Karang hingga mengenai tiang keranjang basket.
"Aku akan membuat perhitungan mu!" Tegas Kemal yang bahkan melayangkan tinjunya mengenai perut kiri Karang.
Bagas membantu Kenzo untuk berdiri dengan dibantu juga oleh Arie lalu membawa Kenzo pergi.
"Kami harus membayar perbuatan mu hari ini!" Tegas Kemal dan lekas menyusul yang lainnya.
***
"Haissssshhh! Sial!" Pekik Karang dengan suara lantang hingga membuat dirinya terbangun dari tidur nyenyak.
Mendengar suara Karang membuat Vee juga ikut terbangun. Karang yang duduk tegak dengan tatapan kosong membuat Vee perlahan menyentuh jemari kanan Karang membuat Karang perlahan menoleh padanya.
"Apa tadi Kenzo datang kesini? Apa dia menjadikan aku sebagai kelemahan abang? Apa dia mengancam abang?" Tanya Vee.
__ADS_1
"Jangan bercanda! Dia tidak akan berani melakukan itu pada abang!" Tegas Karang.
"Tidak berani? Apa abang sudah lupa dengan kejadian waktu itu?" Tanya Vee dengan tatapan yang begitu dalam.
"Aku takut... Aku takut jika kejadian itu terulang kembali!" Tangis Vee yang langsung memeluk lengan kekar Karang.
"Abang akan selalu di samping mu, tenanglah! Dia tidak akan berani menyentuh mu!" Tegas Karang lalu mengusap pelan jilbab Vee.
"Ayo makan!" Ajak Galang yang baru saja kembali ke ruangan tersebut dengan beberapa plastik makanan di kedua tangannya.
"Kebetulan banget aku sedang lapar!" Ujar Vee lalu sedikit bergeser menjauh dari Karang.
"Nasi padang, wuiiiih enak banget siang menjelang sore makan ginian, wiiiih mantap!" Jelas Galang mencoba mencairkan suasana suram di ruangan tersebut.
Galang langsung meletakkan bawaannya keatas meja lalu duduk lesehan di samping Vee. Galang bahkan langsung membuka bungkusan nasi lalu menyodorkannya kehadapan Karang lalu untuk Vee dan terkahir untuk dirinya sendiri.
"Selamat makan!" Ucapa Galang yang langsung menyantap lahap makanannya.
"Hmmm, selamat makan!" Ujar Vee yang juga ikut makan.
"Udah buruan makan, soal pasien mu tenang aja, mereka udah sadar dan sebentar lagi bakal di pindahkan ke ruang inap! Jadi tidak perlu di pikirkan lagi, ayo makan!" Jelas Galang.
"Hmmmm!" Jawab Karang namun masih saja belum menyentuh nasi yang ada di hadapannya.
"Abang...!" Ujar Vee pelan dengan menatap mata Karang.
"Hmmmm, ayo makan!" Ujar Karang lalu ikut makan bersama dengan Vee dan Galang yang bahkan hampir menghabiskan semua nasi milik mereka masing-masing.
Untuk sesaat ketiganya terdiam membisu menikmati makan siang mereka hingga Karang bangkit dari tempat duduknya.
"Mau kemana?" Tanya Vee dan Galang serentak dengan pandangan yang secara bersamaan pula menatap kearah Karang membuat Karang menghentikan langkahnya.
"Cuci tangan." Ujar Karang lalu pergi begitu saja.
"Oooo!" Jawab Vee dan Galang lalu kembali melanjutkan makan siang mereka.
__ADS_1
💜💜💜