Diantara Galang Dan Karang

Diantara Galang Dan Karang
Tenanglah!


__ADS_3

"Dari mana abang Galang tau tentang Kenzo? apa abang Karang yang cerita? sejauh mana dia bicara?" Tanya Vee.


"Tenanglah! kamu kenal Karang kan, mana mau dia bicara dengan ku, dia sama sekali tidak menganggap aku sebagai sahabatnya. Apa yang sebenarnya terjadi antara kalian bertiga?" Tanya Galang.


"Bertiga? tidak ini bukan hanya tentang kami bertiga, ini tentang teman-teman Kenzo, tentang kak Renata, tentang abang Karang dan juga tentang aku dan Kenzo." Jelas Vee.


"Antarkan aku padanya! aku ingin tau semuanya agar aku bisa membantu mu dan Karang keluar dari perangkap Kenzo, menunggu Karang bicara, sampai kiamat pun dia akan tetap diam. Vee, dengarkan aku  baik-baik! aku hanya tidak ingin melihat mu dan Karang terluka, hanya itu." Jelas Galang.


"Apa abang bisa menyelesaikan semua ini?" Tanya Vee memastikan.


"Setidaknya ayo kita coba, aku hanya perlu bertemu dengan Kenzo lebih dulu, kamu bisakan melakukannya?" Tanya Galang.


"Hmmm, aku tau tempat yang biasanya dia datangi!" Jelas Vee.


"Okay!" Ujar Galang yang langsung menambah laju kecepatan mobilnya.


Perlahan Galang menepikan mobilnya di sisi kiri jalan, keduanya terus saja menatap kearah Utara tepatnya ke sebuah cafe yang terlihat begitu ramai pengunjung.


"Yakin disini?" Tanya Galang setelah memperhatikan suasana cafe.


"Hmmmm, aku tunggu di sini." Jelas Vee.


"Lalu? Bagaimana cara aku mengenalinya?" Tanya Galang.


"Bilang aja kalau abang mau ketemu sama pemilik cafe tersebut." Jelas Vee.


"Ya udah akan abang coba, jangan kemana-mana, tunggu disini!" Pinta Galang dan langsung keluar dari mobil lalu bergegas menuju cafe tersebut.


Setelah memastikan bahwa Galang telah benar-benar mesuk ke cafe, secepat kilat Vee keluar dari mobil lalu buru-buru menuju kearah sebuah gedung nan mewah yang berada tepat di seberang cafe tersebut.


Langkah Vee terus memasuki gedung tersebut hingga sebuah suara menghentikan langkahnya saat ia hendak menuju pintu lift.


"Veeliria, wow! Kamu datang sendirian?" Tanya Seorang cowok yang langsung berdiri di sampingnya.


"Apa disini markas kalian? Bagas..." Ujar Vee setelah menatap sosok cowok yang ia panggil Bagas tersebut.


"Apa sulit menemukan tempat kami?" Tanya Bagas.

__ADS_1


"Sama sekali tidak! Ahhh, aku mau bertemu sama tuan mu." Jelas Vee.


"Tapi saat ini tuan ku justru sedang menemui tuan mu!" Jelas Bagas.


"Apa maksud mu?" Tanya Vee.


"Iyap! Persis seperti yang sedang kamu pikirkan, sekarang Kenzo sedang berada di rumah sakit untuk menemui dokter kesayangan mu itu." Jelas Bagas.


"Haissssshhh!" Gumam Vee yang bahkan langsung melarikan diri dari tempat tersebut.


"Tunggu!" Panggil Bagas yang berusaha untuk mengejar Vee.


Vee terus berlari menuju mobil dan Bagas pun tak tinggal diam, dia terus mengejar Vee, di saat tangan Bagas hendak meraih pundak Vee disaat itu pula sebuah tangan malah menarik kasar tangan Bagas.


"Apa aku harus menghubungi polisi? Kamu melakukan kekerasan terhadap wanita!" Jelas Galang yang terlihat begitu santai.


"Haissssshhh sial! Kamu siapa? Jangan ikut campur, pergilah selagi aku membiarkan mu!" Jelas Bagas.


"Sayangnya aku tidak bisa membiarkan mu begitu saja!" Jelas Galang.


Bagas yang kesal langsung menggangkat tinjunya dan dengan gesit Galang dapat menghindarinya, pukulan tersebut meleset mengenai udara belaka. Meresa di permainkan, kini Bagas kembali menyerang Galang dan lagi-lagi Galang bisa menghindarinya meski ia tidak berusaha untuk membalas pukulan Bagas.


"Bagas hentikan!" Gumam Vee.


"Bagas? Apa dia bukan Kenzo?" Tanya Galang.


"Nanti aku jelaskan, ayo kita ke rumah sakit sekarang juga!" Jelas Vee yang bahkan langsung masuk ke dalam mobil.


"Sampai jumpa lagi!" Jelas Galang lalu segera masuk ke mobil dan lekas pergi meninggalkan lokasi tersebut.


________


Dengan kasar pintu ruangan Karang di buka dari luar membuat Karang yang sedang tertidur lelap seketika terbangun, mata Karang langsung tertuju pada sosok yang masih berdiri tegak diambang pintu dengan seorang suster yang berusaha menghentikannya.


"Maaf dok, aku sudah mencoba menghentikannya, tapi katanya..." Jelas suster tersebut.


"Dia tamu aku, biarkan dia masuk!" Jelas Karang.

__ADS_1


"Baik dok, permisi!" Jelas suster tersebut dan lekas kembali bekerja.


"Apa aku mengganggu tidur mu?" Tanya Kenzo lalu perlahan melangkah masuk.


Kenzo duduk tepat dihadapan Karang dengan kaki yang langsung dia angkat keatas meja.


"Kenapa? Apa ada hal yang begitu penting sehingga kamu datang menemui ku alih-alih menyuruhku menemui mu!" Tanya Karang.


"Aku hanya ingin melihat tempat mu bersembunyi. Pembunuh berkedok sebagai dokter!" Jelas Kenzo.


"Lalu apa kamu membutuhkan batuan ku? Siapa yang ingin kamu bunuh?" Tanya Karang yang masih terlihat begitu tenang dan santai.


"Haaaaah! Karang, karang! Kamu masih sama, sombong dan egois! Nih....!" Jelas Kenzo dengan meletakkan selembar foto tepat di depan Karang.


"Hesti?" Tanya Karang setelah melihag gadis yang ada di foto tersebut adalah Hesti yang tak lain adalah adiknya Kenzo.


"Dia mengidap kanker hati stadium akhir, sembuhkan dia bagaimana pun caranya, jika kamu tidak bisa melakukannya maka Vee juga akan berakhir sama dengan Hesti." Jelas Kenzo dengan tatapan yang begitu tajam.


"Haaaaah! Kamu lupa kalau aku dokter bukan tuhan, bagaimana bisa aku menjamin kesembuhan seseorang yang bahkan mengidap penyakit kronis mematikan." Jelas Karang.


"Maka jangan lakukan operasi, tidak perlu mengobatinya dan sebagai ganti aku yang akan menyakiti Vee dengan cara yang tak pernah terbayang sekalipun oleh mu." Jelas Kenzo.


"Apa kamu sedang mengancam ku?" Tanya Karang.


"Sembuhkan Hesti atau kamu juga akan membuat pemakaman untuk Vee. Pikirkan baik-baik! Aku tunggu jawaban mu sampai lima jam ke depan! Selamat sore dokter Karang, permisi!" Jelas Kenzo lalu keluar dari ruangan tersebut menginggalkan Karang yang masih mematung dalam pikiran kacaunya.


Karang masih duduk di posisi semula, matanya menatap kosong kearah sofa yang di tempati oleh Kenzo beberapa saat yang lalu, perlahan kedua tangan Karang mengenggam erat bagian rambutnya dengan emosi yang mulai menggorogoti seluruh akal sehatnya.


"Haissssshhh!" Gumam Karang lantang dengan kaki yang langsung menendang meja yang berada di hadapannya.


"Sial! Bajingan kamu, Kenzo!" Teriak Karang dengan amukan penuh amarah.


Karang bahkan melepaskan vas bunga yag ada di meja ke lantai hingga pecah di saat itu pula Vee dan Galang tiba di ruangan yang telah berantakan akibat ulah Karang.


Vee segera berlari mendekati Karang yang kini sedang berdiri di depan meja kerjanya, disaat tangan Karang hendak memporak-porandakan barang-barang yang ada diatas meja kerjanya di saat itu pula Vee langsung mendekap erat tubuh Karang dari belakang, berusaha untuk menghentikan aksi brutal yang hendak dilakukan oleh Karang.


"Tenanglah!" Pinta Vee dengan semakin mempererat dekapannya.

__ADS_1


"Aku mohon tenanglah! Tenangkan diri abang!" Ujar Vee pelan.


💜💜💜


__ADS_2