
Jangan jauh-jauh dari abang, tetap di samping abang!" Pinta Karang dengan tangan yang langsung memandu tangan Vee agar mengenggam erat ujung kemeja miliknya.
"Hmmm..." Jawab Vee yang mengeratkan pegangannya lalu sedikit bergeser bersembunyi dibalik badan kekar milik Karang. Serangan mulai datang dari berbagai arah, namun sekuat tenaga Karang terus menghadang agar tidak mengenai Vee. Di sisi kiri ruangan pun Galang sedang berjuang melumpuhkan lima anak buah Kenzo dengan badan yang cukup kekar hingga membuat Galang begitu kewalahan untuk membuat mereka terkapar, meski harus berjatuh berkali-kali Galang tetap kembali bangun dan menghantam mereka dengan cara yang lebih brutal dari sebelumnya. Di saat Karang berhasil melumpuhkan ketiga anak buah Kenzo disaat itu pula Kenzo datang dari arah belakang lalu menarik Vee dan menghempaskan tubuh Vee hingga terjatuh ke lantai, tak sampai di situ dengan gesit kaki Kenzo menendang bagian betis Karang hingga membuat pertahanan Karang sedikir goyah.
"Vee kamu baik-baik saja?" Tanya Karang yang begitu khawatir dengan keadaan Vee yang masih meringis kesakitan.
"Hmmm, aku baik-baik aja." Jawab Vee.
Kenzo kembali melangkah mendekati sosok Vee namun secepat kilat Karang langsung menyeret tubuh Kenzo menjauh dari Vee, Karang bahka membawa Kenzo hingga ke ruangan lainnya.
Galang yang kini telah berhasil mengalahkan lawan segera berlari mendekati Vee lalu memastikan bahwa Vee baik-baik saja.
"Apa kamu terluka?" Tanya Galang yang berusaha memeriksa keadaan Vee.
"Hanya sedikit luka ringan." Jawab Vee.
"Syukurlah, setidaknya kamu tidak terluka parah." Ucap Galang lega.
"Apanya yang syukur? Aku memang tidak terluka tapi lihatlah abang, muka abang babak belur belum lagi luka disekujur tubuh abang, maaf! Maafkan aku." Jelas Vee dengan menundukkan wajahnya.
"Hei, Vee, lihatlah! Abang baik-baik aja, ini hanya luka ringan sedikit diobati juga bakal sembuh total." Jelas Galang dengan senyuman dan tangan yang perlahan mengangkat wajah Vee agar menatap dirinya.
Vee hanya membalasnya dengan senyuman, lalu tiba-tiba mata Vee teralih keseluruh ruangan, ia baru menyadari ternyata Karang tidak lagi berada di ruangan tersebut.
"Abang Karang..." Ujar Vee yang mulai panik.
"Ayo kita cari mereka!" Ajak Galang yang langsung membantu Vee berdiri lalu keduanya mulai melangkah untuk mencari keberadaan Karang dan Kenzo.
Setelah mencari hingga ke beberapa ruangan lain akhirnya mereka menemukan Karang yang terlihat masih saja bertarung dengan Kenzo di ruangan sebagian dindingnya mulai retak.
__ADS_1
"Abang hentika! Berhenti memukulnya, aku tidak ingin abang menjadi pembunuh!" Tegas Vee yang langsung menyentuh tinju Karang yang hampir saja kembali menghantam wajah Kenzo.
Tangan Karang langsung terhenti, bahkan tangan kanannya yang sejak tadi mengenggam erat kerah baju Kenzo kini perlahan mulai melepaskannya begitu saja hingga membuat tubuh Kenzo yang sudah melemah terjatuh tak berdaya keatas lantai. Tanpa tunggu lama Vee langsung mendekap erat tubuh Karang kedalam pelukannya.
"Maafkan aku, maaf karena aku terus saja menjadi beban dalam hidup abang, lagi-lagi aku selalu merepotkan abang..." Jelas Vee dengan isak tangis yang terdengar begitu memilukan.
"Tenanglah Vee, lagi pula semuanya sudah selesai yang penting kamu baik-baik saja!" Ujar Karang dengan tangan yang perlahan membelai lembut jilbab Vee yang terlihat begitu berantakan.
"Tapi wajah, tangan dan kaki abang terluka, itu semua karena aku." Jelas Vee.
"Selama kamu baik-baik saja, maka abang pun akan baik-baik saja." Ujar Karang.
Karang perlahan melepaskan tubuhnya dari pelukan Vee, keduanya saling menatap satu sama lain lalu perlahan tersenyum bahagia. Vee membantu Karang untuk berjalan menuju Galang yang sejak tadi duduk dengan menyandarkan punggungnya di dinding, Vee dan Karang ikut duduk tepat di samping kiri dan kanan Galang.
"Tolong jelaskan semuanya!" Pinta Karang dengan menatap Galang dan Vee secara bergantian.
"Aku sama sekali tidak tau apa-apa." Jelas Vee.
"Jelas-jelas tadi kamu yang mengatakan kalau Renata adalah adiknya Galang lalu kenapa sekarang kamu malah mengatakan kalau kamu tidak tau apa-apa?" Jelas Karang.
"Hanya itu yang aku tau, selebihnya aku memang tidak tau apa-apa. Dan itu pun aku baru tau beberapa hari sebelum Kenzo menculik ku." Jelas Vee.
"Dari mana kamu tau? Karena seingat aku, aku sama sekali tidak menceritakan tentang keluarga aku pada siapapun itu." Jelas Galang.
"Maaf, aku hanya menebaknya setelah melihat foto di ponsel abang Galang, jadi apa benar kalau Kak Renata adalah adik kandung abang Galang?" Tanya Vee memastikan.
"Jadi selama ini kamu sengaja mendekati aku dan Vee? Atas dasar apa? Apa kamu ingin balas dendam?" Tanga Karang.
"Karang, aku memang sengaja mendekati kalian berdua, tapi itu bukan karena dendam." Jelas Galang.
__ADS_1
"Lantas? Apa tujuan mu datang diantar aku dan Vee? Maaf, meski aku tau aku terlambat, tapi aku benar-benar minta maaf, Renata meninggal karena kesalahan aku dan itu tidak ada hubungannya dengan Vee, jadi jika kamu ingin balas dendam maka aku adalah orang yang tepat, akulah pelakunya." Jelas Karang.
"Rena benar!" Ujar Galang dengan senyuman manis.
"Benar? Tentang apa? Apa kak Renata menyalahkan abang Karang atas apa yang terjadi waktu itu?" Tanya Vee.
"Tidak Vee, bukan itu maksud aku. Yang aku maksud dengan benar adalah ucapan Karang barusan persis seperti apa yang Rena takutkan. Ternyata Rena benar-benar sangat mengenali mu dengan baik, Karang." Jelas Galang.
"Maksud mu? Aku tidak mengerti, aku sama sekali tidak paham dengan apa yang sedang coba kamu katakan." Jelas Karang.
"Alasan aku pindah ke rumah sakit tempat kita bekerja saat ini, itu karena aku ingin memenuhi permintaan terakhir Rena yang menitipkan kalian berdua pada ku, dia ingin aku menjaga dan melindungi kalian berdua, dia meminta aku untuk menyatukan kalian berdua, Rena tau betul kalau sejak dulu kalian sudah saling mencintai satu sama lain, namun karena ego dan gengsi kalian justru menguburkan perasaan kalian sendiri. Rena meminta ku untuk menyadarkan kalian berdua kalau ternyata kalian itu saling mencintai dan menyayangi satu sama lain." Jelas Galang panjang lebar.
"Apa maksud abang Galang? Bukankah sejak dulu kak Rena dan abang Karang saling mencintai?" Tanya Vee.
"Vee, Karang dan Rena hanya berteman dengan baik, gadis yang sejak dulu dicintai oleh Karang adalah kamu bukan Rena dan begitu pula dengan Rena, sejak dulu dia hanya menganggap Karang sebagai sahabatnya karena cowok yang Rena cintai adalah Kenzo." Jelas Galang.
"Apa itu alasan dia mengakhiri hidupnya sendiri?" Tanya Karang dengan suara berat dan sedikir tertahan.
Wajah dan senyuman Renata seakan kembali menari indah dalam ingatan Karang, membuat dirinya kembali merasakan luka lama tersebut.
"Hmmmmm, dia membenci dirinya sendiri, dia tidak bisa memaafkan dirinya sendiri yang jatuh cinta pada cowok yang justru merebut kehormatannya secara paksa, dia tidak bisa menerima bahwa orang yang merusak hidupnya adalah orang yang selama ini begitu ia cintai." Jelas Galang yang mulai meneteskan air mata saat kembali teringat dengan nasib pilu sang adik tercinta.
"Maafkan aku, maaf karena tidak bisa menjaga Renata dengan baik, maafkan aku!" Pinta Karang yang langsung mendekap erat tubuh Galang.
"Ini bukan salah mu, Karang. Kamu tidak perlu minta maaf apalagi merasa bersalah, harusnya aku yang berterima kasih sama kamu karena hingga akhir hayatnya Rena kamu tetap menjadi sahabat yang begitu peduli padanya, dan juga terima kasih karena mau menerima sebagai sahabat kalian berdua, berada diantara kalian berdua membuat ku sangat bahagia. Terima kasih karena memberi ruang untuk aku dan Rena dalam bahagia kalian, terima kasih Karang." Ungkap Galang dengan semakin mengeratkan tangannya di punggung Karang.
Disaat Karang dan Galang larut dalam kebahagiaan mereka disaat itu pula Kenzo bangkit dari keterpurukannya dan berlari cepat kearah Karang dengan membawa sebilah pisau yang siap menusuk punggung Karang.
_______
__ADS_1