
Apa maksud dari ucapan mu barusan? Apa lelaki yang Rena cintai adalah bajingan itu?" Tanya Galang yang sukses membuat semua mata tertuju pada Galang.
"Apa kamu kenal sama Renata?" Tanta Kenzo dengan tatapan yang begitu mengerikan.
"Haaah! Ternyata kamu orangnya! Lepaskan aku! Aku akan membunuh mu, aku akan membunuh mu!" Gumam Galang dengan tangan yang terus saja menghantam jeruji besi, sekuat tenaga ia berusaha agar bisa keluar dari dalam sana.
"Lepaskan aku! Sial!" Lagi-lagi Galang memaki dengan penuh amarah.
"Siapa kamu sebenarnya???" Pertanyaan yang Karang ajukan sukses membuat Galang menghentikan aksinya.
Dengan keringat yang bercucuran, mata Galang perlahan menatap dalam wajah Karang yang sejak tadi menatapnya dengan penuh harapan menantikan sebuah penjelasan.
"Jadi kamu simpanannya?" Tanya Kenzo yang bahkan melangkah mendekat kearah Galang.
"Simpanan? Ciiiih! Tidak penting siapa aku, yang jelas aku akan membunuhmu sebagaimana kamu telah membunuhnya!" Tegas Galang dengan tatapan mematikan.
"Kak Renata adalah adiknya abang Galang." Senyup senyap suara Vee terdengar memberi penjelasan membuat tubuh Kenzo mematung seketika.
"Vee..." Ujar Galang.
"Vee, apa yang kamu katakan?" Tanya Karang yang hendak menyentuh Vee.
Sebelum tangan Karang berhasil memyentuh Vee, anak buah Kenzo malah menarik Vee menjauh dari sana.
"Lepaskan dia!" Tegas Galang dan Karang hampir bersamaan.
Tenpa aba-aba kini Kenzo mulai menyerang Karang secara membabi buta, tak tinggal diam, Karang pun mulai melayani setiap tinju yang terus menyerang dirinya, perkelahian berlangsung sengit, hingga pada akhirnya Karang berhasil menjatuhkan Kenzo dengan tendangannya.
Ketika Kenzo mulai kalah sang anak buah langsung bergerak, seketika mereka langsung mengeroyok Karang lalu kembali memasukkannya kedalam sel.
"Haisssh! sial..." Gumam Kenzo sambil bangun lalu kembali berdiri tegak dengan mata yang terus menatap kearah Galang dan Karang secara bergantian.
"Bawa gadis itu kemari!" Perintah Kenzo yang langsung dilaksanakan oleh para anak buahnya.
__ADS_1
Mereka langsung menyeret kursi dimana Vee diikat serta membawa kursi untuk Kenzo. Dengan senyuman sinis Kenzo duduk dengan begitu santai.
"Bertarunglah!' Titah Kenzo.
"Apa maksud mu?" Tanya Vee yang dengan spontan menatap kearah Kenzo yang berada tepat sejengkal disampingnya.
"Kalian berdua, ayo bertarung, aku penasaran siapa yang lebih hebat diantara kalian berdua! kekasih atau saudaranya yang lebih kuat!" Jelas Kenzo dengan menyilangkan kedua tangannya.
"Kamu gila! benar-benar gila!" Gumam Galang yang lekas duduk ke sudut ruangan.
"Baik, jika itu pilihan kalian, aku tidak akan memaksa." Jelas Kenzo lalu perlahan bangun dari kursinya.
Kenzo perlahan berjalan mengelilingi posisi Vee, lalu dengan spontan mengeluarkan pisau lalu mengarahkannya tepat di wajah Vee, aksi Kenzo membuat Karang dan Galang segera mendekat pada jeruji yang mengurung mereka berdua.
"Hentikan! jangan sentuh dia!" Pinta Galang yang tidak lagi bisa berpikir dengan tenang.
"Katakan apa mau mu, aku mohon tolong jangan sentuh Vee, aku akan melakukan semua perintah mu, jadi tolong lepaskan dia!" Pinta Galang dengan suara melemah dan tatapan sendu kearah Vee.
"Jangan lakukan apapun, aku mohon jangan sakiti diri kalian sendiri!" Pinta Vee penuh harap.
"Tunggu apa lagi, ayo mulai!" Pinta Kenzo yang kembali menatap pada Galang dan Karang.
Karang mulai mengangkat tangannya, lalu perlahan melayangkan tinjunya tepat mengenai bahu Galang lalu disusul dengan Galang yang mencoba memukul bahu kanan Karang.
"Haaaah! apa kalian sedang mempermainkan aku? aaaah! baiklah kalau itu yang kalian mau." Jelas Kenzo yang langsung menampar wajah Vee dengan kasar.
"Kenzo...!" Teriak Karang dengan penuh amarah.
"Teruslah bercanda, maka pisau ini akan membuat lubang di wajah mulusnya!" Jelas Kenzo yang kembali mendekatkan pisau tepat di pipi kiri Vee membuat tubuh Vee menegang dengan nafas yang tertahan, Vee terlihat jelas begitu ketakutan.
"Bruuuuuuk" Tinju Karang menghantam Galang hingga membuat tubuh Galang seketika ambruk dilantai.
"Aku suka!" Ujar Kenzo yang langsung kembali ke kursinya.
__ADS_1
"Lanjutkan!" Ujar Kenzo dengan senyuman bahagia.
Karang kembali menyerah Galang secara membabi buta.
"Balas pukulan aku, jangan hanya diam saja! kamu bisa mati kalau terus begini." Jelas Karang bersamaan dengan kakinya yang kembali menendang betis Galang hingga membuatnya kembali terjatuh.
"Teruskan! terus pukul aku, jangan berhenti, kerena kalau kamu berhenti maka Vee yang akan terluka!" Jelas Galang dengan memamerkan senyumannya.
"Tapi kalau terus begini, kamu yang akan mati!" Tegas Karang kesal lalu meninju wajahnya sendiri.
"Tolong berhenti! aku mohon, jangan melukai diri kalian sendiri, berhentilah!" Pinta Vee dengan tetasan air mata.
"Kalau mereka berhenti maka kamu yang akan terluka!" Jelas Kenzo.
"Bunuh saja aku, bunuh saja aku! berhenti membuat mereka saling melukai!" Gumam Vee dengan suara yang menggelegar keseluruh ruangan membuat.
"Waaaah semakin seru! lebih seru dari drama action yang pernah aku tonton! okay, aku akan berbaik hati, kalian aku beri kebebasan untuk menentukan pilihan terus bertarung hingga salah satu dari kalian mati atau kalian bisa berhenti lalu Vee yang akan mati." Jelas Kenzo yang terlihat semakin menikmati permainan ini.
"Tolong, abang tolong berhenti memukul abang Galang, aku mohon, berhentilah!" Tangis Vee pecah saat ia kembali menyaksikan Karang yang lagi-lagi menyerang Galang hingga beberapa kali ambruk ke lantai.
"Kamu tau Vee? Karang, dia itu gila, dia bahkan akan membunuh siapapun dengan mudahnya, karena apa? Itu karena dia bukan manusia, dia iblis yang merusak semua kebahagiaan orang lain!" Jelas Kenzo dengan penuh penekanan, tangan Kenzo bahkan mencengkram dagu Vee seolah memaksa Vee untuk terus menatap kearah Karang yang sedang membantai Galang secara brutal.
"Kenzo, aku mohon tolong lepaskan mereka, tolong minta mereka untuk berhenti, sebagai gantinya silahkan lakukan apapun terhadap aku, tolong biarkan mereka pulang, aku mohon!" Pinta Vee dengan penuh harap.
Disaat Vee terus memohon pada Kenzo hingga membuat fokus Kenzo teralih pada Vee disaat itu pula Galang bangkit lalu perlahan mendekat kearah pintu dan langsung membukakan pintu sel tersebut dengan kunci yang secara diam-diam ia ambil dari anak buah Kenzo yang tadinya mendorong Karang kembali ke dalam sel.
Tidak ingin membuang kesempatan, secepat kilat Karang langsung berlari kearah Kenzo lalu menariknya dan melempar tubuh Kenzo menjauh dari Vee, ulah Karang membuat tubuh Kemzo tersungkur ke sudut ruangan lalu dengan cepat Karang mencoba melepaskan tali yang sejak tadi melikit di tubuh Vee sedangkan Galang terus menghadang para anak buah Kenzo yang terus saja mencoba menyerang Karang dan Vee.
"Maaf karena abang datang terlambat, maaf karena membuat mu menunggu terlalu lama, maafkan abang!" Pinta Karang yang langsung mendekap erat tubuh Vee ke dalam pelukannya.
"Abang..." Ujar Vee dengan tangan yang masih bergetar karena menahan rasa takut.
"Haissssshhh!" Gumam Galang saat secara bersamaan dua tinju mengenai bahu kiri dan kanannya membuat tubuhnya terayun hingga beberapa langkah kebelakang.
__ADS_1
Kesempatan tersebut langsung dimanfaatkan oleh mereka untuk menyerang Karang dan Galang secara membabi buta.
______