Diantara Galang Dan Karang

Diantara Galang Dan Karang
Tidur Bersama.


__ADS_3

"Aku duluan ya!" Seru Vee yang langsung melambaikan tangannya kearah Tsania lalu melenggang meninggalkan area parkiran.


"Duluan? Eh mobil kamu mana?" Tanya Tsania saat melihat tempat parkir Vee kosong tak berpenghuni.


"Tuh kan! Dasar pelupa, tadi kan aku diantar ya pasti pulang juga bakal di jemput kok!" Jelas Vee.


"Hati-hati!" Seru Tsania yang langsung ke mobilnya.


Sedangkan Vee langsung melangkah keluar gerbang lalu berdiri di sisi utara gerbang menunggu sang jemputan datang. Yang di tunggu tak pula kunjung datang yang tak dinantikan kini justru berdiri di depan mata.


"Tunggu di jemput atau mau bareng sama aku?" Tawar Wesvy dengan membuka kaca helmnya.


"Nunggu di jemput aja deh, paling juga bentar lagi bakal datang, kamu duluan aja." Jelas Vee.


"Okay, oh ya, boleh minta alamat rumahnya?" Tanya Wesvy.


"Hmmmm...." Ujar Vee masih kebingungan.


"Perkara tugas kelompok loh!" Jelas Wesvy.


" Oh, tentu aja boleh." Jelas Vee yang langsung mengetik alamat miliknya lalu mengirimkan via chat pada Wesvy.


"Vee...!" Panggil Karang yang baru saja keluar dari mobilnya.


"Tuh udah di jemput, makasih ya."  Ucap Wesvy.


"Sama-sama, kalau gitu aku duluan ya!" Ujar Vee yang segera menghampiri Karang.


"Siapa?" Tanya Karang yang masih saja memperhatikan Wesvy bahkan setelah Wesvy pergi.


"Teman kelas." Jawab Vee.


"Cuman teman? Atau dia yang kemaren kamu sebutkan namanya sama abang?" Tebak Karang yang tiba-tiba ingat dengan kejadian kemaren saat keduanya berada di rumah sakit.


"Bukan! Ayo pulang!" Tegas Vee.

__ADS_1


"Tapi...!" Ujar Karang.


"Kenapa? Apa ada masalah?" Tanya Vee.


"Kita mampir ke rumah sakit sebentar ya, boleh kan?" Tanya Karang.


"Okay! Let's go!" Jelas Vee penuh semangat dan langsung masuk ke dalam mobil.


Keduanya langsung meluncur menuju rumah sakit. Seperti biasanya, Vee langsung ke ruangan Karang dia akan duduk disana sambil menunggu Karang selesai dengan pekerjaannya. Di sofa sana Vee merebahkan tubuhnya sambil terus bermain dengan ponsel miliknya, dia terlihat begitu asyik sendiri sambil senyum-senyum tak jelas. Disaat Vee sedang melayang dalam dunia maya disaat itu pula seketika cuaca yang tadinya terang benderang seketika berubah menjadi mendung, guruh dan petir pun saling tersahutan menyambar bumi, suasana menjadi begitu menegangkan.


"Hujannya deras banget, gimana nih?" Gundah Vee yang mulai ketakutan dengan terus mondar mandir dengan mata yang sesekali menoleh kearah luar jendela.


"Tak sadar diri, aku kira baru sebentar aku di sini ternyata udah berjam-jam lamanya, malah udah hampir jam tujuh malam lagi, kemana sih abang, kok belum juga kesini?" Gundah Vee yang terlihat semakin ketakutan.


Di saat rasa takut kian mengukung seluruh tubuh Vee, disaat itu pula suara guruh menggema bersamaan dengan petir yang menyambar dengan cahaya yang begitu benderang membuat Vee gemetar di waktu yang bersamaan Galang memasuki ruangan tersebut membuat Vee seketika berlari kearah Galang dan memeluknya dengan erat.


"Dokter tolong, aku takut banget!" Adu Vee.


"Udah kamu tenang aja, semuanya baik-baik aja kok!" Jelas Galang dengan begitu lembut.


"Aku benar-benar takut dengan cuaca seperti ini, petir, guruh dan hujan deras, tolong jangan tinggalkan aku sendiri!" Jelas Vee dengan air mata yang perlahan mulai menetes.


Disaat hujan semakin lebat listrik pun ikut padam secara tiba-tiba membuat Karang yang berada di ruang UGD seketika langsung berlari dengan mengandalkan senter dari ponselnya. Langkah Karang semakin cepat, iya paham betul bagaimana keadaan Vee saat ini. Dengan kasar tangan Karang membuka pintu ruangannya dan segera masuk.


"Vee...!" Panggil Karang dengan suara lantang.


"Abang...!" Ujar Vee dan segera berlari kearah Karang lalu memeluknya dengan begitu erat.


"Kamu nggak apa-apa kan? Kamu tenang, tarik nafas pelan-pelan, it's okay, abang bersama mu." Jelas Karang dengan tangan yang mengelus lembut jilbab Vee.


"Hmmm, aku baik-baik aja." Jawab Vee dengan suara yang terdengar jelas gemetar.


"Syukurlah, kalau kamu nggak kenapa-kenapa." Ujar Karang lega.


"Untung aja tadi ada dokter Galang, dia yang nemenin aku tadi." Jelas Vee.

__ADS_1


"Hai Karang! Gimana kerjaannya udah beres?" Tanya Galang seolah memberi tau Karang akan keberadaan dirinya di ruangan tersebut.


"Bukan urusan mu! Dan....hmmm, terima kasih karena udah menemani Vee." Ujar Karang.


"It's okay!" Ujar Galang dengan senyuman.


"Ayo kita pulang!" Ajak Karang.


"Abang, di luar hujannya masih deras banget, petir guruh dan juga listrik mati, kita pulannya ntar aja, boleh kan?" Pinta Vee.


"Karang, omongan Vee ada benarnya, kalian di sini dulu, tunggu sampai keadaannya sedikit membaik baru kalian pulang!" Saran Galang.


"Diam! Nggak ada yang minta pendapat kamu!" Cetus Karang lalu membawa Vee untuk duduk di sofa.


Ketiganya duduk di sofa sambil menunggu hujan reda dan listrik kembali menyala, dan sayangnya ketiganya malah tertidur pulas tak sadarkan diri bahkan hingga pagi hari. Mungkin karena efek cuaca semalam membuat mereka lelah menunggu hingga membuat mereka masih saja tertidur nyenyak meski matahari mulai mengintip lewat jendela sana. Orang yang pertama kali membuka mata adalah Galang, dan betapa kagetnya ia saat menyadari posisi keberadaan dirinya. Iya, Galang tepat berada di tengah, itu artinya dia berada diantara Karang dan Vee. Sejenak menoleh ke kanan, tepatnya dimana Vee berada, Vee masih tertidur pulas dengan terus memeluk lengan kekar milik Galang sedangkan Karang tepat berada di samping kirinya, ia tertidur dengan kepala yang bersandar pada bahu Galang. Perlahan Galang menatap kedua wajah yang masih terlelap tersebut secara bergantian.


(Kalian berdua Benar-benar hal terindah yang Allah kirimkan untuk mengisi hari-hari ku yang begitu hampa dan sepi selama ini. Secara tak sengaja kalian berdua mengajarkan aku arti sebuah kebersamaan, kasih sayang, saling membutuhkan, kalian merobohkan prinsip yang aku bangun selama ini, sejak berada diantara kalian aku sadar bahwa sendiri tidak selalu nyaman dan menguntungkan. Kalian benar-benar orang yang penuh dengan kasih sayang antara satu sama lain, aku bahkan mulai tertarik pada kalian berdua, rasanya nyaman baget saat bersama dengan kalian berdua.) Bisik hati Galang dengan penuh perasaan yang begitu dalam.


"Hmmmm, panas!" Ujar Vee sambil membuka kedua matanya.


Saat menyadari bahwa kini Vee sudah terjaga seketika membuat Galang pura-pura tidur, ia cepat-cepat memejamkan kembali kedua matanya.


"Abang Karang, dokter Galang, bangun udah pagi, ayo buruan bangun!" Pinta Vee.


"Wuiiiih! Jam delapan!" Seru Karang yang bangun-bangun langsung melirik kearah jam tangannya.


"Ahhhh aku telat!" Keluh Vee panik.


"Apaan ini? Jadi semalam aku tertidur di samping kamu? Ihhh memalukan!" Cetus Karang saat menyadari posisi tidur mereka.


"Yang meluk siapa duluan siapa yang ilfil siapa? Benar-benar!" Cetus Galang.


"Amit-amit deh! Ciiih!" Cetus Karang.


"Udah jangan ribut, nggak penting banget! Sekarang itu ada yang jauh lebih penting, ayo buruan antarkan aku ke sekolah!" Jelas Vee.

__ADS_1


"Hello! Ini hari minggu loh!" Seru Karang dan Galang serentak bahkan dengan intonasi yang sama pula, hal tersebut sontak membuat keduanya saling menoleh satu sama lain.


💜💜💜


__ADS_2