
Vee langsung masuk ke dalam mobil dengan disusul oleh Karang. Karang yang duduk di depan stir bukannya langsung menjalankan mobil ia malah terlihat sibuk merapikan rambutnya.
"Ayo jalan!" Perintah Vee.
"Jalan, jalan, main hayyok-hayyok aja, nggak lihat apa rambut abang berantakan, belum pakai parfum lagi!" Keluh Karang yang sekarang malah sibuk mencari-cari keberadaan parfumnya.
Vee langsung merogoh tasnya lalu mengambil parfum miliknya dan tanpa sepatah katapun ia langsung menyemprotkan parfum pada Karang tidak hanya sampai disitu, Vee kini beranjak untuk merapikan rambut Karang.
"Udah nggak usah!" Tegas Karang dengan tangan yang langsung menepis tangan Vee yang menyentuh rambutnya.
"Biar cepat kelar tau!" Cetus Vee yang kembali hendak menyentuh rambut Karang.
Lagi-lagi Karang berusaha mengelaknya namun yang terjadi malah Vee yang tidak bisa menjaga keseimbangan tubuhnya hingga membuat dirinya sedikit terbentur dengan jok mobil.
"Maaf!" Ucap Vee lalu kembali duduk dan terdiam dengan seribu bahasa.
Karang pun mulai menjalankan mobil lalu keduanya segera berangkat menuju tempat tujuan, di sepanjang perjalan keduanya hanya terdiam membisu, Karang yang fokus menyetir dan Vee yang hanya mematung sejak kejadian tadi.
Mobil Karang berhenti tepat di depan gebang sekolah Vee.
"Terima kasih!" Ucap Vee datar, lalu membuka pintu mobil untuk keluar.
"Pulangnya gimana? Mau abang jemput?" Tanya Karang.
"Nggak usah, aku naik ojol aja!" Jelas Vee dan langsung keluar.
Karang ikut keluar.
"Vee...!" Panggil Karang.
"Kenapa? Oh tenang aja, untuk besok pun aku nggak akan bangunin abang lagi buat ngantar aku ke sekolah, aku janji kalau aku nggak akan ulangi lagi, janji!" Jelas Vee dengan senyuman yang terlihat jelas begitu ia paksakan.
Tanpa tunggu lama kaki panjang Karang langsung melangkah mendekati Vee, sejenak memandang wajah Vee lalu tangan Karang langsung membawa Vee kedalam pelukannya.
"Ngapain coba? Lepas! Banyak orang yang lihat! Abang jangan macam-macam!" Tegas Vee yang berusaha melepaskan tubuhnya dari pelukan Karang.
__ADS_1
"Ntar abang jemput! Tungguin jemputan abang, jangan kemana-mana! Okay?" Tegas Karang lalu melepaskan pelukannya.
Saat beberapa siswi melewati mereka berdua, terdengar jelas bahwa beberapa siswk tersebut sedang memuji ketampanan Karang ditambah dengan arah pandangan mereka yang memang terus saja memandangi kearah Karang.
"Abang pulang! Udah masuk gih sana!" Jelas Karang dengan senyuman lalu kembali ke mobilnya.
Setelah mobil Karang menghilang dari pandangan, Tsania yang sejak tadi memperhatikan keduanya seketika langsung menghampiri sang sahabat tercinta.
"Cieeee yang diantar sama pangeran belahan jiwa!" Goda Tsania.
"Apaan sih! Orang cuma tetangga doang!" Cetus Vee.
"Cuma tetangga? Hello nyonya Vee! Kamu nggak bisa bohong sama aku, kita kenal bukannya baru dua tiga hari, aku tau kalau kamu cinta mati sama tuh orang kan? Lagi pula mana ada tetangga tapi berasa kayak abang, bodyguard, pacar, wowwww aku bahkan melihat kalian seperti pasangan suami istri, nempel aja!" Jelas Tsania.
"Iya kamu sendirikan tau, aku doang dia nggak! Ngerti sekarang kan kalau cinta aku bertepuk sebelah tangan!" Jelas Vee dengan menarik nafas kasar.
"Ayo kita ke dukun aja!" Celetuk Tsania sekenanya.
"Dasar! Ayo ke kelas!" Ajak Vee yang langsung menarik Tsania ikut bersamanya.
"Siap tuan putri!" Seru Tsania dengan gelak tawa lalu keduanya segera menuju ke kelas mereka.
"Baiklah, untuk hari ini sampai di sini pembahasan kita, selanjutnya kalian harus menyelesaikan beberpa soal secara kelompok, bapak sudah membagikan kelompok untuk tugas yang harus kalian kumpulkan minggu depan, untuk nama anggota kelompok sudah bapak kirimkan di group kita. Semangat dan terima kasih untuk hari ini, bapak permisi." Jelas pak Yunus lalu mengakhiri kelasnya hari ini.
"Apa? Vee satu kelompok sama Wesvy? Waaah!" Seru Hengki yang terlihat begitu syok setelah membaca nama kelompok yang dibagikan oleh pak Yunus.
"Waaah bakal terjadi perang dunia ke ketiga nih!" Cetus Mahendra.
"Aaaaisssh! Dia lagi, dia lagi! Selalu aja gitu!" Gumam Vee dengan penuh amarah lalu segera keluar menuju kantin.
Vee mangambil posisi di meja paling pojok ujung sana, dia terlihat langsung melampiaskan amarahnya pada beberapa Snack yang berjejeran diatas meja, Vee terus saja makan bahkan hingga beberapa bungkus tanpa peduli dengan setiap mata yang sejak tadi menatap dirinya dengan penuh keanehan.
"Berhentilah! Kalau marah langsung ke orangnya jangan dilampiaskan pada makanan!" Jelas Wesvy lalu duduk tepat di depan Vee.
"Jangan ganggu aku!" Tegas Vee.
__ADS_1
"Kalau kamu kesal karena satu kelompok sama aku, oke fine, biar aku keluar, aku bisa ngerjain sendiri aja." Jelas Wesvy.
"Siapa bilang kalau aku kesal sama kamu? Nggak ada hubungannya!" Cetus Vee.
"Udahlah Vee, berhenti makan! Are you okay?" Tanya Wesvy yang terlihat khawatir dengan sikap Vee.
Akhirnya Vee memutuskan untuk berhenti mengunyah semua snack yang ada dihadapannya bahkan Wesvy mengambil bungkus makanan yang ada di tangan Vee.
"Haissssshhh! Kesal banget!" Cela Vee.
"Pada ku?" Tanya Wesvy memastikan.
Vee hanya mengangguk membuat Wesvy tersenyum manis dengan tingkah Vee, tangan Wesvy mengambil tisu yang ada di depannya dan membersihkan mulut dan tangan Vee yang masih menempel bekas makanan di sana-sini.
"Semua masalah itu ada solusinya, yang paling penting adalah belajar bagaimana cara mengatasi masalah bukan melampiaskan masalah tersebut pada orang lain." Jelas Wesvy yang terdengar begitu bijak dengan nasihatnya.
"Kali ini aku bicara benar! Percaya atau nggak setiap orang itu bisa berdiri sendiri tanpa harus selalu bergantung pada orang lain." Jelas Vee dengan tatapan sendu.
"Maaf! Aku telah salah menilai mu." Pinta Wesvy sambil terus mencoba menatap wajah Vee yang masih tertunduk lesu.
"Kamu tidak salah, malah aku yang harusnya berterima kasih sama kamu, karena aku bisa memperbaiki diri aku berkat penilaian mu itu, selama ini nggak ada tuh orang yang berani ngatain apalagi membentak aku, kecuali..." Jelas Vee menggatung.
"Kecuali siapa?" Tanya Wesvy penasaran.
"Sudah lah, intinya terima kasih banyak!" Jelas Vee.
"Mau menjadi sahabat aku?" Tanya Wesvy yang bahkan langsung mengulurkan tangannya kearah Vee.
"Tentu!" Jawab Vee dengan senyuman lalu menjabat tangan Wesvy.
"Bets friends?" Ulang Wesvy.
"Hmmmmm!" Jawab Vee pasti
"Okay!" Jawab Wesvy girang dengan senyuman lebar.
__ADS_1
Jam istirahat pun berakhir, semua murid kembali ke kelas masing-masing untuk melanjutkan mata pelajaran hari ini. Jam pelajaran kembali berjalan dengan tenang hingga akhirnya bel pulang berbunyi membuat para siswa-siswi bergegas keluar dari kelas lalu berbondong-bondong menuju parkiran dan lekas pulang.
💜💜💜