
Hari ini adalah hari ketiga paska menjalani operasi, dan Hesti mulai menunjukkan perubahan, dia terlihat cocok dengan hati milik Nisa yang kini bersemayam dalam tubuhnya. Setelah menjalani operasi keadaan Hesti sempat drop namun bisa ditangani dengan baik oleh Karang dan Galang. Selain Kabar bahagia karena Hesti sembuh dan itu artinya mereka bisa mendapatkan kembali Vee namun dibalik semua ini ada luka yang masih membekas dihati Karang dan Galang atas kepergiannya Nisa untuk selamanya.
Sore hari, setelah mengecek keadaan Hesti, kini Karang terlihat duduk di lobi rumah sakit dengan kepala tertunduk dan tangan yang sejak tadi menggenggam erat ponsel miliknya. Galang yang baru saja datang langsung mengambil tempat di sebelah Karang.
"Apa dia belum menghubungi mu?" Tanya Galang.
Karang hanya memberi jawaban dengan menggelengkan kepalanya.
"Apa yang harus aku lakukan? Bagaimana keadaan Vee sekarang, aku sangat merindukannya!" Keluh Karang dengan suara pelan dan isak tangis yang perlahan mulai terdengar.
"Tenanglah! Vee itu gadis yang sangat kuat aku yakin dia akan baik-baik saja, lagi pula mereka tidak akan berani menyentuh Vee, karena Hesti ada di tangan kita." Jelas Galang.
"Semoga saja..." Ujar Karang mencoba untuk tetap tenang.
Disaat keduanya sama-sama terdiam dalam lamunan, satu chat masuk membuat fokus keduanya langsung teralih pada layar ponsel Karang yang menampilkan sebuah chat yang langsung dibuka oleh Karang.
**Selamat kalian berhasil, nanti malam silahkan jemput Vee, sesuai janji aku akan mengembalikan dia pada mu.**
"Akhirnya...!" Ujar Galang dengan senyuman lega.
Namun berbeda dengan reaksi Galang, Karang justru terlihat tidak baik-baik saja.
"Bukankah ini kabar baik? Kenapa reaksi mu justru seperti ketakutan seperti ini?" Tanya Galang.
"Tidak mungkin semudah ini! Pasti ada sesuatu yang dia rencanakan, ini bukan seperti Kenzo yang aku kenal." Jelas Karang.
"Maksud mu?" Tanya Galang yang tidak paham dengan maksud dari ucapan Karang.
"Tidak akan semulus ini, Kenzo pasti sedang memainkan trik licik!" Tegas Karang yang segera berlari ke ruang rawat Hesti.
Kaki Karang terhenti tepat didepan pintu kaca yang dengan jelas memperlihatkan keberadaan Hesti yang masih terbaring disana.
__ADS_1
"Karang, sepertinya kali ini firasat kamu salah. Aku yakin kalau Kenzo akan menepati janjinya pada kita secara kita berhasil meyelamatkan adiknya." Jelas Galang sambil menepuk bahu Karang.
Keduanya masih saja menatap kearah dimana Hesti berada. Tiba-tiba sebuah chat kembali masuk.
**Datanglah ke gedung tua tempat kita sering main saat SMA dulu, disana Vee menunggu mu.**
"Aku benar-benar tidak bisa percama pada manusia licik ini! Kamu lihat sendiri kan? Jika dia hanya ingin kita menjemput Vee kenapa harus ke gedung tua itu, kenapa dia nggak ngantar Vee langsung kesini?" Jelas Karang dengan pemikirannya.
"Kita ikuti saja permintaannya, aku akan ikut bersama mu!" Jelas Galang.
"Haissssshhh!" Gumam Karang kesal dan melangkah pergi dari sana.
"Apa semuanya akan baik-baik saja? Kenapa perasaan aku tiba-tiba ikut kacau seperti ini? Ya Allah tolong jangan biarkan mereka berbuat jahat pada Vee dan Karang, jagalah mereka ya Allah." Ungkap Galang dengan penuh harap.
_________
Sesuai perjanjian, kini Galang dan Karang sudah sampai tepat di depan gedung tua tersebut keduanya langsung keluar dari mobil dan langsung disambut oleh seorang lelami yang tak lain adalah orangnya Kenzo.
"Apa Vee juga di dalam?" Tanya Karang.
"Iya, dia bersama Kenzo." Jelas Lelaki tersebut.
Karang dan Galang segera mengikuti langkah lelaki tersebut tanpa menaruh curiga sama sekali, disaat ketiganya mulai menelusi ruangan pertama dari gedung tua tersebut, keduanya langsung dihadang dengan menyekap mulut dan hidung mereka dengan sapu tangan yang telah dioleskan obat bius, hanya butuh waktu beberapa menit saja tubuh Karang dan Galang langsung melemah dan tak sadarkan diri.
Tepuk tangan Kenzo menggema diseluruh ruangan membuat Karang dan Galang terbangun. Melihat Vee yang duduk di kursi dengan keadaan tubuh yang terlilit tali membuat Karang dan Gala g segera bangkit lalu berlari mencoba mendekati Vee, namun langkah keduanya segera terhenti saat mereka menyadari bahwa diantar mereka dan Vee terhalang oleh jeruji besi, yah kedua sekarang terkunci di dalam sel.
"Kenzo.....!" Teriak Karang dengan penuh amarah.
"Vee...!" Ujar Galang dengan terus menatap pada Vee yang berada tepat disebelahnya Kenzo.
"Karang, akhirnya kita bertemu kembali, aku jadi rindu soalnya udah lama banget kita nggak jumpa. Hmmmmm, sekitar lima tahun telah berlalu dan kamu masih terlihat sama." Jelas Kenzo.
__ADS_1
"Aku bilang lepaskan Vee! Cepat lepaskan dia!" Tegas Karang dengan tangan yang menghantam besi pembatas sel dengan harapan dia bisa keluar dari dalam sana.
"Karang, Karang... Ternyata kamu tidak sedikitpun berubah, sikap dan tingkah laku mu masih saja seperti dulu, sok berkuasa, merasa dirinya penguasa di semua tempat, selalu saja memerintahkan orang lain sesuka hati mu, kamu bukan raja! Karang, tahun sudah lama berganti, aku bukan lagi cowok SMA yang bisa kamu perintahkan semau mu, bukan bukan lagi budak mu! Jadi berhenti berteriak dengan memberi perintah ini dan itu, aku tidak akan melakukan perintah mu!" Jelas Kenzo panjang lebar.
"Bajingan, sekalinya bajingan sampai mati pun kamu tetap akan bersikap layaknya bajingan!" Gumam Karang.
"Bukankah kami sudah memenuhi permintaan mu? Dan satu hal yang harus kamu tau, kami berhasil menyelamatkan adik mu." Jelas Galang.
"Menyelamatkan adik ku? Bukankah emang itu tugasnya dokter?" Ujar Kenzo santai.
"Cepat katakan, apa yang kamu inginkan dari aku! Katakan!" Gumam Karang yang semakin emosi.
"Aku ingin kita bertanding secara jantan!" Tegas Kenzo.
"Okay, deal! Ayo!" Jawab Karang pasti.
"Lepaskan dia!" Pinta Kenzo kepada anak buahnya.
Perintah Kenzo langsung dilaksanakan oleh anak buahnya.
"Karang, hati-hati! Aku melihat banyak trik licik dari gelagatnya." Pesan Galang.
"Tenanglah! Akan akan mengalahkannya lalu membawa Vee dan kamu keluar dari gedung tua ini!" Jelas Karang dengan begitu percaya diri lalu keluar dari sel.
Karang perlahan melangkah mendekati Kenzo dan Vee, sejenak menatap Vee dengan tatapan yang begitu teduh dan penuh rasa rindu, mata Karang segera beralih ada Kenzo yang berada disebelah Vee. Sejanak menatap Kenzo dari ujung kepala hingga ujung kaki, secepat kilat Karang langsung melayangkan tinjunya tepat mengenai wajah Kenzo membuat Kenzi mendesah kesakitan.
"Dasar pengecut! Kamu malah mengingkari janji yang kamu buat sendiri, kenapa sejak dulu hingga sekarang kamu begitu suka memaksa aku berbuat kasad pada mu? Kenapa kamu begitu suka memancing kemarahan ku? Haissssshhh kenapa bisa Renata jatuh cinta pada iblis seperti mu? Harusnya dia... haissssshhh! Bajingan...!" Teriak Karang yang tidak lagi bisa mengendalikan dirinya.
Ucapan Karang seketika membuat Kenzo menatap Karang dengan penuh tanda tanya, dari balik sel sana ekspresi Galang justru lebih kacau dari pada Kenzo, Galang terlihat begitu tertekan sekaligus penuh dengan amarah yang memuncak.
"Apa maksud dari ucapan mu barusan? Apa lelaki yang Rena cintai adalah bajingan itu?" Tanya Galang yang sukses membuat semua mata tertuju pada Galang.
__ADS_1
______