
Selama ini Wildan berhasil menutupi keberadaan Rania dari keluarga besarnya terutama dari Ridzwan, di tambah Ridzwan yang memang memilih tinggal di apartemen yang sengaja iya sewa agar dirinya bebas melakukan apapun yang iya inginkan.
Seperti saat ini dimana Ridzwan membawa teman kampus perempuan nya yang sedang dekat dengan ya.
" selamat datang putri cantik " ucap Ridzwan yang akan memperlakukan mangsanya dengan sangat baik sebelum akhirnya di hempaskan begitu saja.
" terima kasih, kamu tinggal di sini sendiri ?" tanya wanita itu yang mulai curiga jika Ridzwan akan melakukan hal yang tidak baik padanya
" iya tapi kan sekarang tidak sendiri lagi, ada kamu yang menemani kesepian ku " ucap Ridzwan mendekat tapi seolah tidak ada gai rah dalam dirinya tubuh Ridzwan pun tidak memberikan respon yang baik dengan yang iya lakukan.
" yakin bisa ?" tanya wanita itu pada Ridzwan sedangkan Ridzwan yang mendengar itu langsung mencengkram dagu wanita itu yang merendahkan dirinya.
" apa maksud kamu ?" tanya Ridzwan tanpa melepaskan cengkraman nya.
" yang aku dengar kamu hanya pandai merayu tapi tidak bisa menuntaskannya " ucap wanita itu tanpa rasa takut.
Ridzwan pun melepaskan cengkraman tangan nya dan memilih duduk di sofa yang ada di sana .
" apa lagi yang kamu dengar " tanya Ridzwan lagi.
" makanya kamu sering ganti ganti teman perempuan berharap dari sekian banyak wanita ada yang bisa membangunkan nya lagi " ucap wanita itu sambil duduk dan menyalakan se puntung rokok di tangannya.
" kamu benar, tapi sampai saat ini iya tetap saja terlelap seolah sedang mati suri " Ridzwan pun mengambil rokok wanita itu dan mulai menghisapnya.
" kamu tau, kondisi seperti itu termasuk pada penyakit psikologis " ucap wanita yang juga kuliah di jurusan psikolog.
" kenapa kamu bisa menyimpulkan seperti itu" ucap Ridzwan yang mulai bersemangat ingin bisa sembuh dari penyakitnya itu.
" gue kasih tau tapi Lo harus cerita dulu kejadian sebelum hal ini terjadi sama kamu " ucap Gadis yang biasa di panggil Mutia sama teman temannya.
" apa harus ya ? apa Lo bisa gue percaya ?" tanya Ridzwan karena semenjak berada di kampus ini Ridzwan tidak memiliki seorang sahabat satu pun karena iya tidak percaya ada semuanya.
" terserah " degan santainya Mutia merebahkan tubuhnya di samping Ridzwan seolah Ridzwan tidak lah berbahaya baginya.
" nanti lah gue belum siap ceritainnya " ucap Ridzwan yang memilih pergi ke balkon kamarnya dan melanjutkan menghisap rokoknya yang baru saja iya nyalakan lagi.
' apa benar ini semua ada hubungannya dengan Rania, atau jangan jangan ucapan Rania kini sedang berlaku padaku '
__ADS_1
' awas kau wanita udik, jika benar ini semua karena ucapan yang pernah kamu lontarkan akan aku buat perhitungan padamu " ucap Ridzwan sambil menatap langit yang semakin gelap.
" jangan hanya bisa menyalahkan orang lain tapi Lo harus introspeksi diri atas apa yang udah Lo perbuat sama dia " ucap Mutia yang tiba tiba saja ada di belakang Ridzwan.
Ridzwan pun berbalik dan menatap Mutia yang terlihat santai menggunakan kemeja miliknya.
" sorry gue pinjem baju Lo, gerah gue pake baju ketat " ucap Mutia lagi.
" santai " ucap Ridzwan sambil kembali menatap langit yang sudah benar benar gelap.
" apa dengan gue cerita, gue bisa benar benar sembuh ?" tanya Ridzwan tanpa melihat ke arah Mutia
" selagi kita ngga mencoba kita ngga akan tau, Karena setelah Lo cerita kita bisa cari cara agar Lo bisa bener bener sembuh " ucap Mutia yang me.ilih masuk ke dalam apartemen Ridzwan dan merebahkan tubuh nya di tempat tidur Ridzwan.
" Lo ngga takut tidur sama gue ?" tanya Ridzwan yang melihat dengan santai nya Mutia tidur di kamarnya.
" selama Lo belum sembuh gue aman " ucap Mutia.
Jika Ridzwan masih belum bisa membuat ulatnya terbangun dari mati surinya. Rania sedang asik menikmati moment nya sebagai seorang ibu baru ditambah Talia yang juga sangat menyayangi Raka membuat Rania semakin bersyukur.
" kak .. boleh ngga Talia ganti panggilnya jadi ibu aja " ucap Talia penuh harap.
" memang apa yang harus ijin ayah dulu " tanya Wildan yang tiba tiba saja masuk ke dalam kamar Rania yang saat ini sedang menyu sui Raja.
' maaf " Wildan langsung berbalik sedangkan Rania menutup bagian pepayanya yang terlihat dengan topi Raja.
" sudah yah " ucap Talia yang malu dengan kecerobohan ayahnya yang masuk tanpa izin.
Wildan pun hanya berdiri di dekat daun pintu kamar Rania tanpa berniat masuk ke dalam sana.
" ayah ... boleh kan Talia manggil kakak dengan sebutan ibu sama kayak Raja yang manggil ayah dengan sebutan ayah " ucap Talia penuh harap.
" terus kata kak Rania gimana?" tanya Wildan sambil menatap Tajam yang baru saja selesai menyu su.
" kata kak Rania tanya ayah dulu tapi kak Rania ngga keberatan kalo Talia manggil ibu ke kakak Rania " ucap Talia sambil memainkan pipi gembira raja yang sat ini berusia tiga bulan.
" kamu ngga masalah Ra kalo Talia manggil kamu ibu " ucap Wildan yang ingin mendengar langsung dari mulut Rania sendiri.
__ADS_1
" Rania ngga masalah selama Talia bahagia " ucap Rania lagi.
" hore.. makasih ayah " Talia pun bangkit dan memeluk ayahnya yang begitu sangat menyayanginya.
" makasih Bu " ucap Talia yang hanya mencium pipi Rania karena jika Talia memeluk Rania kasihan Raka yang masih kecil takut terjepit.
" sayang .. pulang yu udah malem Lo " ajak Wildan karena hari semakin malam.
" yah .. Talia mau bobo di sini aja sama ibu dan Raja " sambil naik ke atas tempat tidur Rania.
" ta.. kalo kamu bobo di sini kasihan Raja nya takut kejepit " ucap Wildan yang tak enak hati jika Talia sering menginap di sini.
" ngga papa pak, biar Talia di sini aja " ucap Rania yang mulai turun dari tempat tidur nya.
" kakak titip adik ok " ucap Rania yang melangkah keluar di ikuti Wildan di belakangan.
" bapak sudah makan malam ?" tanya Rania sambil menuju meja makan.
" belum " ucapnya sambil duduk di kursi yang biasa iya pakai saat makan di rumah Rania.
Rania dengan sangat cekatan menyiapkan makan malam untuk Wildan karena sekarang Rania tau makanan apa yang di sukai dan tidak di sukai oleh Wildan.
" Ra .. sebentar lagi pembukaan pendaftaran kuliah kan di buka apa kamu akan masuk kuliah dalam waktu dekat ini ?" tanya Wildan sebelum memakan makanannya.
" iya, dan Rania sudah tidak ingin bersembunyi lagi, Rania akan mulai kuliah sambil bekerja agar Rania bisa menghidupi Raja dengan layak "
" dan Rania mohon jika nanti Rania sudah mulai bekerja bapak tidak lagi membantu Rania dalam hal finansial agar Rania bisa menunjukan pada Ridzwan jika Rania bisa dan mampu menghidupi anak Rania dengan layak "
" baik lah .. nanti jika kamu sudah siap bekerja kamu bisa kerja di tempat kerja saya tapi sebelum itu kamu harus mencari baby sitter untuk menjaga Raja selama kamu kuliah dan kerja " ucap Wildan.
" iya semangat Rania kamu pasti bisa " ucap Rania menyemangati dirinya sendiri.
" apa kamu sudah siap bertemu Ridzwan ?
✍️✍️✍️ apa maksud Wildan menanyakan hal itu pad Rania ?? 🤔🤔 dan apakah Ridzwan akan menceritakan keburukan nya pada Mutia teman barunya..🤔🤔
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.
__ADS_1
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi.
Love you moreeeee 😍😍🌹