
Semuanya hanya tinggal menunggu waktu untuk terbongkar dengan sendirinya, seperti halnya kejahatan yang selama ini di tutup tutupi pasti akan ada cara yang tuhan tunjukan agar kejahatan itu terbongkar.
"Ridz boleh om minta tolong ?" tanya Wildan pada keponakannya.
" katakan saja om, selagi Ridzwan dan Mutia bisa membantu pasti akan kami bantu " ucap Ridzwan sambil melihat ke arah istrinya yang juga mengangguk yakin.
" om titip Talia dan juga Raja, karena untuk saat ini keselamatan Rania jauh lebih penting dan om tidak ingin sampai kecolongan" ucap Wildan yang sudah tidak melihat sosok yang di yakini suami dari Tante Lucia.
" om tenang saja, setelah dari sini kami akan langsung menjemput Talia dan juga Raja " ucap Mutia yang mengerti kekhawatiran om Wildan.
" terima kasih " ucap Wildan, dan tak lama Tante Lucia yang sudah mendonorkan nya ikut bergabung menunggu kabar keadaan Rania.
" bagaimana keadaan Dyandra ? apa sudah ada kabar " tanya Tante Lucia pada Mutia.
" Rania Tante " ucap Wildan yang masih belum terbiasa dengan sebutan Dyandra untuk istrinya.
" ah iya maaf, Rania bagaimana kondisinya saat ini " ucap Tante Lucia pada Wildan.
" dokter masih menangani nya dan saya harap kondisi Rania baik baik saja " ucap wildan yang menjebak bersikap ramah.
" maaf kalo boleh saya tau bagaimana bisa Tante tidak mencari Rania selama ini " ucap Wildan sambil menunggu dokter yang menangani Rania keluar.
" saya pikir Rania telah meninggal meski sebenarnya saya tidak yakin jika itu adalah Dyandra " ucap Tante Lucia mengingat saat kejadian dua puluh tahun silam
flashback on
" Dy.... Dyandra... kamu dimana sayang " ucap Tante Lucia yang baru saja kembali membeli es krim untuk Dyandra.
Tante Lucia berlari mengelilingi taman yang biasa iya datangi dengan Dyandra saat Dyandra mengingat ayahnya yang telah tiada satu tahun lalu.
Dalam kepanikan Tante Lucia mencoba menghubungi om Wilman laki laki yang baru beberapa bulan iya kenal, bahkan Dyandra belum pernah bertemu dengannya.
" mas... Dyandra hilang mas " ucap Tante Lucia yang baru saya akan memperkenalkan Dyandra pada om Wilman.
__ADS_1
" bagaimana bisa ? kamu dimana sekarang " tanya om Wilman yang terdengar panik padahal bibirnya menyunggingkan senyum sedangkan matanya menatap pada adiknya yang sedang menidurkan Dyandra Di jok belakang.
" luci juga ngga tau mas, apa mas bisa bantu mencari Dyandra ?" tanya Lucia yang berharap Wilman bisa datang dan membantunya mencari Dyandra anaknya.
" maaf sayang mas sedang dalam perjalanan keluar kota ada pekerjaan mendadak yang harus mas tangani saat ini juga " ucap Wilman mencari alasan.
" tapi mas akan menyuruh orang untuk mencari anak mu kalo perlu mas akan minta semua yang mas kenal untuk mencari Dyandra " ucap om Wilman dan langsung saja di percaya oleh Lucia.
Bodohnya lucia yang terlalu percaya pada laki laki yang baru iya kenal, dan setelah itu tante Lucia hanya menunggu kabar dari orang suruhan Wilman
Hingga saat orang suruhan om Wilman memberi kabar jika menemukan seorang anak dengan pakaian yang sama dengan yang di pakai Dyandra tapi dengan wajah yang sulit di kenali.
" mas .. apa kamu yakin jika itu Dyandra ?" tanya Tante Lucia yang masih ragu dengan kenyataan yang baru saja iya ketahui meski begitu derai air matanya tak bisa terelakan lagi.
" kamu harus percaya jika itu adalah Dyandra, bahkan pakaian yang di pakai anak itu juga sama dengan yang di pakai Dyandra seperti yang telah kamu jelaskan " ucap Wilman yang berusaha meyakinkan Lucia dengan semua yang iya rencanakan.
" tidak.. tidak mungkin... kenapa sayang ?? kenapa kamu tega ninggalin bunda dan ikut dengan ayah mu..." teriak Tante Lucia yang langsung di sambut pelukan oleh Wilman agar Lucia semakin bergantung padanya.
flashback off
" dan dengan bodohnya Tante hanya percaya pada laki laki yang belum lama Tante kenal, iya ?" ucap Mutia yang merasa jengkel dengan kebodohan yang tantenya lakukan saat itu.
" mungkin!!" ucap Tante Lucia yang semakin mengerti jika dulu dirinya terlalu percaya
pada orang lain hingga akhirnya menjadi seperti ini.
" maaf Tante mungkin pertanyaan saya sedikit kasar " belum juga Wildan menyampaikan apa yang ada dalam pikirannya dokter yang menangani Rania baru saja keluar dri rung operasi.
" bagaimana keadaan Rania istri saya dok " ucap Wildan yang sangat tidak sabar.
" Rania sudah melewati masa kritisnya dan kini tinggal menunggu pengaruh obatnya habis saja dan Rania bisa sadar dengan sendirinya " ucap dokter menjelaskan apa adanya.
" apa kami bisa melihat atau pun menjenguk Rania " tanya Wilman yang berharap bisa melihat Rania yang sangat iya khawatir kan.
__ADS_1
" lebih baik menunggu setelah Rania siuman, agar tidak menggangu kesehatan" ucap dokter sopan.
" sabar om.. yang terpenting Rania kini sudah melewati masa kritisnya " Ica Ridzwan yang paham dengan kekhawatiran om Wildan pada Rania.
Wildan pun beralih menatap Tante Lucia yang sedang duduk termenung mendengar penjelasan dokter.
" Tante apa tidak pernah menaruh curiga pada pak Wilman ?" tanya Wildan yang terkesan frontal.
" entah lah karena setiap apa yang yang di ucapkan mas Wilman seolah semuanya benar " ucap Tante Lucia polos.
" om... lebih baik om fokus pada kesehatan Rania saja jangan memikirkan hal yang tidaklah penting " ucap mutia yang tidak ingin membuat Tante lucia semakin merasa bersalah.
" saya sadar jika saya lalai menjaga Dyandra dulu bahkan terkesan cuek pada Dyandra karena saya pun masih merasa kehilangan suami saya " ucap Tante Lucia sambil menundukkan wajahnya
" hingga saat Wilman hadir membuat saya seolah mendapatkan pengganti mendiang suami saya hingga urusan kantor pun saya serahkan semuanya pada Wilman hingga saat ini meskipun semua kuasa atas nama saya dan harta mendiang suami saya masih atas nama Dyandra "
Ucapan tante Lucia kini membuat semuanya mengerti jika sampai pak Wilman ada di baik semua hal yang menimpa Tante Lucia dan juga Rania.
" mut.. lebih baik ajak Tante kamu pulang, biar saya yang menunggu Rania siuman " ucap Wildan yang merasa sudah puas mendapatkan jawaban dari setiap pertanyaan yang ada dalam pikiran.
" tolong biarkan saya di sini menunggu Rania, setidaknya sampai Rania sadar "
Wildan yang sebenarnya keberatan pun tak bisa melarang sepenuhnya jika memang Tante nya Mutia itu benar ibu dari Rania istrinya.
" baik lah tapi saya tidak akan mengijinkan suami anda untuk menemui Rania " ucap wildan tegas.
" apa kamu mencurigai suami saya ??
✍️✍️✍️ percaya buta mungkin ini istilah yang pas untuk menggambar kan sikap yang di berikan Tante Lucia pada wilman.
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi.
__ADS_1
love you moreeeee 😍😍🌹