Dihamili Pria Arogan ( Cahaya Di Ujung Kegelapan )

Dihamili Pria Arogan ( Cahaya Di Ujung Kegelapan )
Kedatangan Ridzwan..


__ADS_3

Rania yang tidak mengenali mobil yang berhenti tepat di depan rumahnya pun langsung masuk ke dalam rumah dan juga menguncinya dari dalam.


" Rania ... buka.. Rania.."


deggg


Suara itu suara yang baru tadi pagi iya dengar lagi setelah lebih dari empat tahun tidak iya dengar.


" Rania aku hanya ingin minta maaf " ucap orang itu lagi yang tak lain adalah Ridzwan yang memang menunggu mobil Wildan omnya pergi dari rumah Rania.


" pergi lah, aku tidak ingin bertemu dengan mu " ucap Rania yang masih berada di belakang pintu rumahnya.


" aku hanya ingin berbicara, aku ingin minta maaf " ucap Ridzwan yang masih berusaha meluluhkan hati Rania.


Tapi tidak ada balasan dari dalam bahkan dari celah celah pintu terlihat lampu yang memang sengaja di padamkan.


" aku tau kamu masih di dalam, aku akan memberi kamu waktu untuk membukakan pintu jika tidak aku akan mendobrak pintu ini " ucap Ridzwan.


Rania yang masih ada di balik pintu pun kembali menyalakan lampu dan membuka pintu yang tadi iya kunci dan mungkin ini saatnya untuk nya bisa melawan Ridzwan dan dirinya tidak boleh terlihat lemah.


ceklek..


Rania membuka pintunya tapi setelah dirinya keluar dari rumahnya Rania pun menutup kembali rumah itu seolah tak mengijinkan Ridzwan untuk bisa masuk ke dalam rumahnya.


" apa kamu tidak mau membiarkan aku masuk ?" tanya Ridzwan yang sebenarnya sudah tau jawabannya apa.


" lima menit " ucap Rania sambil melipat tangan di dadanya seolah memblokade Ridzwan untuk tidak mendekati nya.


" baik lah " ucap Ridzwan mengalah.


" aku ingin meminta maaf atas apa yang aku lakukan dulu padamu dan aku ingin menikahimu sebagai bentuk tanggung jawab atas kamu dan juga Raja " ucap Ridzwan berharap Rania mudah memaafkan dirinya.


" sudah ?? atau masih ada lagi ?" tanya Rania masih dengan posisi yang sama.


Ridzwan menatap Rania yang masih terlihat santai seolah tak tertarik dengan apa yang iya tawarkan.


" apa kamu tidak ingin memberikan ayah untuk Raja ?' tanya Ridzwan yang mencoba mencari titik lemah Rania.


" wow.." prok prok prok..

__ADS_1


" jadi si tuan Arogan kini mengakui anak yang aku kandung dan aku lahir kan " tanya Rania tapi sorot matanya menampilkan amarah.


" bukan kah kamu tidak mau menikah dan mempunyai anak dari wanita udik seperti ku " ucap Rania yang masih bersandar di depan pintu.


" bahkan kamu memintaku membunuh anak yang tidak berdosa bahkan kamu sendiri belum tau besarnya anak itu dan usia kandunganku saat itu" ucap Rania.


" dan kini kamu datang dengan mudahnya menawarkan pernikahan dan juga mengakui Raja sebagai anak mu, maaf aku tidak minat " ucap Rania .


" dan jika kmu khawatir Raja tidak mendapatkan kasih sayang dari seorang ayah, kamu salah " ucap Rania yang masih menatap Ridzwan penuh emosi.


" Raka punya ayah yang jauh lebih menyayangi nya dan juga perduli padanya dari pada ayah kandungnya sendiri, walau pun dia tidak memiliki hubungan darah sekalipun dengan Raja " ucap Rania panjang lebar.


" maaf sudah malam saya mau istirahat " ucap Rania berbalik meninggalkan Ridzwan tapi belum juga Rania membuka pintu Ridzwan langsung membekap mulut Rania dan membawanya masuk ke dalam mobil yang memang tak jauh dari tempanya berdiri.


Rania terus berontak dan berusaha melepaskan diri dari Ridzwan dan usahanya pun berhasil, di saat Ridzwan akan membuka pintu mobil Rania menginjak kuat kaki Ridzwan dan dirinya pun berhasil lepas dari tangan Ridzwan.


Plakkk


Rania menampar wajah Ridzwan saat sudah bisa lepas dari cengkraman Ridzwan.


" APA YANG INGIN KAMU LAKUKAN HAHH " ucap Rania penuh emosi.


Rania mencebikkan bibirnya saat mendengar penuturan yang di berikan Ridzwan padanya.


" apa yang aku lakukan hingga kamu meminta pertanggung jawaban ku " ucap Rania yang masih menjaga jarak aman agar kejadian tadi tidak terulang lagi.


" AKU TIDAK LAGI MERASAKAN SURGA DUNIA DAN ITU TERJADI KARENA KAMU " ucap Ridzwan penuh emosi.


" aku " jawab Rania sambil menunjuk pada dirinya sendiri.


" IYA KAMU " ucap Ridzwan yang mencoba mendekati Rania.


" STOP " Rania merentangkan tangannya di depan agar Ridzwan tidak bisa mendekati dirinya.


" Jadi kamu lebih suka di pegang sama om Wildan yang usianya lebih tua dari kamu, iya ?" tanya Ridzwan yang Kecewa dengan penolakan yang Rania berikan.


" karena mas Wildan jauh lebih baik dari kamu" ucap Rania yang melihat ke depan berharap ada warga yang berlalu di hadapan nya.


Dan tuhan masih berbaik hati pada Rania karena tak lama ada dua bapak bapak yang Rania kenal sebagai penjaga keamanan di komplek yang iya tinggali.

__ADS_1


" PAK.. PAK BUDI .. PAK JAKA " teriak Rania dan tak lama kedua orang yang tadi iya panggil pun berhenti dan berjalan ke arah Rania dan juga Ridzwan.


" pak tolong usir laki laki ini dari sini " ucap Rania sambil menunjuk ke arah Ridzwan.


Pak Budi dan pak Jaka saling tatap lalu tak lama berjalan mendekati Ridzwan, tapi belum juga sampai Ridzwan sudah memasuki mobil nya dan meninggalkan rumah Rania.


" terima kasih pak atas bantuannya " ucap Rania sambil menyodorkan dua lembar uang biru sebagai ucapan terima kasih.


" sama sama Bu, kalo ada apa apa telpon kamu saja Bu, kamu siap membantu " ucap pak Jaka sebagai koordinator keamanan.


" baik pak, tapi mudah mudahan semua itu tidak terjadi lagi " ucap Rania yang tak bisa membayangkan jika hal itu terjadi lagi entah dirinya bisa lolos atau tidak.


Setelah petugas keamanan itu pergi Rania pun memasuki rumahnya dan mencari handphone yang memang tidak iya bawa tadi.


" halo mas, sudah di rumah " tanya Rania pada wildan melalui sambungan telepon nya.


" sudah, kamu kenapa ran ?" tanya Wildan yang masih terdengar jelas suara Rania yang masih belum stabil.


" Rania baik baik saja, hanya saja Rania rindu sama Raja " ucap Rania mencari alasan.


" Rania, mas kenal kamu sudah empat tahun jadi mas paham kapan kamu baik baik saja dan kapan kamu tidak baik baik saja " ucap Wildan yang terdengar sangat mengkhawatirkan Rania.


" Rania tidak apa apa mas, hanya rindu sama Raja " ucap Rania yang tidak ingin membuat Wildan mengkhawatirkan dirinya.


" kamu bersiap mas jemput, malam ini kamu tidur di rumah mas " ucap Wildan


" tapi mas "


" ngga ada bantahan ok, mas berangkat sekarang " ucap Wildan yang mengerti mungkin ini dampak dirinya mempertemukan Rania dengan Ridzwan.


" tapi mas apa kata orang kalo Rania tidur di rumah mas " ucap Rania yang masih memikirkan pandangan orang terhadap dirinya dan Wildan.


" kita akan menikah kalo begitu...


✍️✍️✍️ wis.. mas Wildan gercep sebelum di sabet ponakan yang arogannya ngga ilang ilang🤭🤭


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi.

__ADS_1


Love you moreeeee 😍😍😍


__ADS_2