Dihamili Pria Arogan ( Cahaya Di Ujung Kegelapan )

Dihamili Pria Arogan ( Cahaya Di Ujung Kegelapan )
Nekad..


__ADS_3

Ridzwan yang merasa sakit hati atas apa yang Rania perbuat padanya pun bertekad akan membuat Rania menikah dengannya bagaimana pun caranya.


" Dasar wanita udik sok jual mahal, akan ku balas nanti " ucap Ridzwan dalam perjalanan nya ke apartemen yang tidak pernah iya isi selama empat tahun.


Ridzwan pun baru saja tiba di apartemennya, meski tak pernah iya tempati tapi Ridzwan selalu menyuruh orang untuk tetap membersihkannya.


" akan ku bawa kamu ketempat ini dan kita kan mengulanginya lagi dan saat itu terjadi kita sudah dipersatukan dalam pernikahan " ucap Ridzwan yang entah kapan berubah menjadi terobsesi pada Rania.


Setelah mengatakan itu Ridzwan pun mulai memejamkan matanya sambil membayangkan Rania ada dalam pelukannya.


" MAS TOLONG... "


" JAUHKAN RANIA DARINYA MAS.... " Rania terus saja mengingat dalam tidurnya dan itu semua mengusik tidur Talia yang kebetulan mendengar suara teriak rania.


" Bu.. ibu .. bangun.. " ucap Talia sambil berusaha membangunkan Rania.


"huhhhh" Rania yang berhasil tersadar berkat bantuan Talia pun menarik nafas begitu dalam berharap bisa membuat nya lega.


" ibu kenapa ?" tanya Talia yang khawatir dengan wanita yang sudah iya anggap sebagai ibunya, bahkan selama mengenal Rania dan selama Talia tidur dengan rania belum pernah Rania tertidur seperti orang ketakutan seperti ini.


" ibu ngga papa sayang, ayo tidur lagi " ucap Rania sambil merebahkan tubuh Talia agar kembali tidur.


" maaf ya ibu sudah mengganggu tidur Talia " ucap Rania yang tak enak hati pada Talia.


" Talia ambil kan minum ya ?" ucap Talia sambil turun dari atas tempat tidur nya dan menuju ruang makan untuk mengambilkan minum untuk calon ibunya.


" ta.. kenapa belum tidur " tanya ayah Wildan saat melihat anaknya memasuki dapur.


" mau ambil minum yah buat ibu " ucap Talia memberitahu.


" kenapa dengan ibu ?" tanya Wildan karena tidak biasanya Rania meminta Talia mengambilkan apapun untuknya.


" ibu mimpi buruk seperti orang ketakutan " ucap Talia yang baru saja mau meninggalkan ayahnya.


Wildan pun mengikuti Talia ke kamar untuk melihat kondisi Rania yang mungkin memendam rasa takut yang tidak di ceritakan pada siapapun sampai sampai terbawa mimpi.

__ADS_1


" ini Bu minum dulu " ucap Talia memberikan segelas air minum untuk Rania.


" makasih sayang " Rania pun menerima dan langsung meminumnya.


" kamu kenapa ran ?" tanya Wildan yang tidak mungkin memanggil Rania dengan panggilan sayang di hadapan anak anaknya.


" ngga papa mas, Rania hanya mimpi buruk " ucap rania dan mengikuti Talia yang sudah merebahkan tubuhnya.


" istirahat lah " ucap Wildan sambil menyelimuti Talia dan Rania.


" jangan takut, kamu aman di sini ok " ucap Wildan.


Wildan pun keluar dari kamar Talia menuju kamarnya, Wildan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Wildan pun memikirkan apa harus iya lakukan karena mungkin setelah ini Rania akan sering di ganggu oleh Ridzwan.


" memang apa yang membuat Ridzwan malah semakin terobsesi pada Rania, Aku harus mencari tau " ucap Wildan dan tak lama Wildan pun memejamkan matanya karena malam yang semakin larut.


Malam ini terasa sangat lama bagi Rania, karena setelah dirinya terjaga bahkan setelah Wildan memejamkan matanya Rania malah kembali membuka matanya.


" sebenarnya apa maksud Ridzwan yang mengatakan jika dirinya sudah tidak lagi merasakan surga dunia ?" ucap Rania dalam hati.


" jika memang dia tidak bisa melakukannya lagi gara gara malam itu, aku sangat bersyukur setidaknya dia juga merasakan siksaan yang berat meski harus dengan jalan seperti itu "


Setelah puan memikirkan kemungkinan yang terjadi ada Ridzwan Rania kembali bisa memejamkan matanya, tapi baru beberapa jam Rania tertidur Raja sudah membangunkannya di ikuti Bu sila di belakang nya dengan pakaian yang sudah rapih.


" maaf saya kesiangan " ucap Rania yang tak enak hati pada ibu dari yang punya rumah ini.


" tidak apa-apa tadi Talia cerita jika semalam kamu mimpi buruk jadi mungkin karena itu kamu jadi bangun kesiangan " ucap Bu sila mencoba mengerti jika Rania tidak bisa tertidur setelah mimpi itu.


" Bu.. Raja mau sarapan " ucap Raja saat melihat ibunya yang sudah terbangun.


" kita minta bibi yang buatkan ok " rayu bi sila pada cicitnya.


" biar saya saja, Raja tidak terbiasa makan masakan orang lain " ucap Rania yang bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri terlebih dahulu sebelum membuatkan sarapan untuk Raja dan yang lainnya.


Sesuai dengan ucapnya Rania pun kini sedang membuatkan sarapan untuk Raja dan yang lainnya karena selam ada di sana Rania yang memang terbiasa menyiapkan sarapan untuk semuanya.

__ADS_1


" maaf mas Rania kesiangan bangunnya jadi tidak bisa menyiapkan sarapan dengan cepat" ucap Rania yang tidak enak hati.


" tidak apa apa, cepat kamu sarapan lalu setelah ini kamu bersiap kita akan berangkat kekantor sama sama " ucap Wildan karena mereka sering berangkat bersama.


Di meja makan hanya ada keheningan dan suara denting piring dan sendok yang saling bersahutan.


Lain halnya dengan Ridzwan yang sudah menyiapkan cara untuk bisa membawa Rania mengikat Rania agar mau bersama dengannya.


" kali ini aku tidak akan gagal " ucap Ridzwan yang kini sudah berada di belakang kemudi mobil menuju kantor Wildan untuk menemui Rania.


Ridzwan mengemudikan mobilnya dengan perasaan bahagia, karena berpikir jalan yang iya ambil adalah jalan yang tepat untuk mendapatkan Rania.


" bukannya itu mobil om Wildan ?" tanya Ridzwan pada diri ya sendiri.


" jadi mereka sering berangkat bersama " ucap Ridzwan saat melihat Rania yang baru saja turun dari mobil Wildan.


" jika seperti ini bagaimana aku bisa membawa Rania dari sini " ucap Ridzwan yang merasa jika apa yang akan di rencanakan tidak lah mudah.


Lama Ridzwan memantau meski hanya menunggu Rania pergi seorang diri dan saat jam makan siang seolah tuhan sedang bersama dengan Ridzwan.


" akhirnya datang juga kesempatan untuk ku " ucap Ridzwan yang memajukan mobilnya mengikuti Rania yang sedang berjalan menuju mobil Wildan tapi belum juga Rania sampai di mobil Wildan, Ridzwan sudah menghentikan mobilnya di samping Rania.


Rania berbalik untuk melihat mobil siapa yang menepi di pinggir dirinya, tapi saat Rania menyadari mobil siapa yang ad di dekatnya semuanya sudah terlambat, dimana Ridzwan sudah memegang tangannya dan memaksanya memasuki mobil dirinya.


" apa yang kamu lakukan ridz " ucap Rania yang mencoba keluar dari mobil Ridzwan tapi dengan cepat Ridzwan mengunci mobilnya agar Rania tidak bisa keluar dari dalam mobil nya.


" sudah ku katakan jika kamu harus bertanggung jawab terhadap ku"


✍️✍️✍️ masih penasaran ternyata Ridzwan 😤😤 apakah Rania bisa lepas dari tangan Ridzwan atau adakah seseorang yang bisa menyelamatkan Rania dari Ridzwan 🤔🤔


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi.


Love you moreeeee 😍😍🌹

__ADS_1


__ADS_2