Dihamili Pria Arogan ( Cahaya Di Ujung Kegelapan )

Dihamili Pria Arogan ( Cahaya Di Ujung Kegelapan )
Mimpi Bunda Lucia..


__ADS_3

" hai sayang " sapa pak Wilman yang baru saja tiba di rumah Bu Lucia.


" mas.. ?" Bu Lucia tidak percaya jika suaminya kini sudah ada di hadapannya.


" ya.. ini suami mu sayang.. apa kamu tidak percaya jika mas bisa keluar ?" tanya pak wilman yang tau arti tatapan istrinya ini.


" tapi.. bagaimana bisa ?" ucap Bu Lucia yang masih tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.


" ya.. mas keluar karena ingin membalas apa yang sudah Rania dan suaminya lakukan pada mas ?" ucap pak wilman sambil berjalan mendekat ke arah Bu Lucia.


" dan tentunya mengambil apa yg seharusnya menjadi milik mas " ucap pak wilman yang kini sudah ada di hadapan Bu Lucia.


" yang seharusnya menjadi milik mas ?" Bu Lucia semakin tidak mengerti dan tentunya semakin takut.


" ya tentu saja, aku yang sudah membesarkan perusahaan itu selama dua puluh tahun " ucap pak Wilman sambil mencengkram dagu istrinya yang sebenarnya sangat iya cintai tapi karena merasa tidak di hargai atas usahanya selama ini.


" jadi aku berhak atas perusahaan yang kamu berikan pada Rania dengan begitu mudahnya" ucap pak Wilman.


" bahkan kamu tak memikirkan nasib anak kita diri kedepannya " ucap pak Wilman.


Jadi jangan salahkan aku jika aku menghancurkan Rania kali ini dengan tanganku sendiri sampai tak bersisa "


Setelah mengucapkan itu pak Wilman pun melepaskan cengkraman nya pad Bu Lucia dan meninggalkan rumah yang sudah lebih dari dua puluh tahun iya tinggali.


" mas.. tunggu... "


" MASSS " Bu Lucia teriak dalam tidur nya dengan tangan yang seperti orang yang kan menggapai sesuatu.


" Bun.. bunda.. " Dito yang mendengar teriakan ibunya pun langsung memasuki kamar Bu Lucia dan mencoba menyadarkan Bu lucia.


" Dito.. ayah kamu dit " ucap Bu Lucia yang masih merasa jika yang di alaminya barusan adalah kenyataan.


" ayah kenapa Bun ?" tanya Dito yang bingung dengan maksud bunda nya.


" ayah akan melukai kakak kamu Rania " ucap Bu Lucia yang hendak mencoba turun dari tempat tidur nya.


" bunda cuma mimpi " ucap Dito mencoba menyadarkan Bu lucia jika yang di bicarakan itu hanyalah mimpi.


" tapi.. bunda merasa jika tadi seperti nyata " ucap Bu Lucia yang masih belum bisa tenang.

__ADS_1


" kita telepon Kaka kalo begitu " ucap Dito yang tak tega melihat bunda nya yang masih belum tenang.


Dito pun mencoba menghubungi Rania tapi hingga panggilan ke tiga belum ada jawaban dari Rania, tak patah semangat Dito kembali mencoba menghubungi kakaknya dan tak lama sambungan telepon pun tersambung.


" halo.. " sapa Wildan yang kebetulan mengangkat sambungan handphone milik Rania.


" kak.. ini Dito" ucap Dito sari seberang telepon sana.


" kenapa dit ?" tanya Wildan sambil melihat arah jarum jam yang masih menunjukan pukul empat pagi.


" ngga papa cuma bunda mau nanya, apa kak Rania baik baik saja ?" tanya Dito sambil me lostspeaker handphone nya agar Bu Lucia bisa mendengar langsung apa yang di sampaikan Wildan padanya.


" Rania baik baik saja " ucap wildan sambil melihat ke arah Rania yang masih terlelap dalam alam tidur nya sambil memeluk Raja.


" ibu dengar, kak Rania baik baik saja " ucap Dito sambil berbicara pada bundanya bahkan wildan masih bisa mendengar omongan Dito dan juga Bu Lucia.


" apa perlu kakak mengirim foto Rania yang masih terlelap dalam tidurnya.


" ngga usah kak Dito dan bunda percaya, Dito tutup dulu kak " ucap Dito dan tak lama sambungan telepon pun terputus.


Wildan pun membelai rambut Rania yang terurai bahkan menghalangi wajah nya.


" euuhh.. mas udah bangun ?" tanya Rani yang baru saja membuka matanya terlebih saat wildan mencium kening nya dengan lembut.


" mas mengusik kamu ya ?" tanya Wildan yang Langsung menarik Rania dalam pelukannya.


" ngga... kok kan memang sudah waktunya Rania untuk bangun " Rania sambil mencium pipi suaminya.


" mas mohon.. di manapun kamu berada kamu harus selalu hati hati, apa lagi sekarang kamu sudah memegang perusahaan pasti akan banyak orang yang ingin menghancurkan kamu " ucap Wildan yang masih membelai rambut Rania.


" mas harus selalu ada di samping Rania " ucap Rania yang malah memejamkan matanya karena merasa nyaman dengan apa yang di lakukan wildan.


Wildan malam mencubit hidung Rania karena merasa gemas dengan jawaban Rania.


" mas mau mandi dulu " ucap Wildan tapi Rania langsung mengalungkan tangannya agar Wildan membawanya menuju kamarnya.


" manja .... " ucap Wildan tapi tetap menggendong Rania menuju kamar mereka karena Raja masih terlelap dalam tidurnya.


" manja sama suami sendiri halal " ucap Rania yang semakin mengeratkan tangannya.

__ADS_1


" mau yang lainnya juga ngga ?" tanya wildan saat sudah sampai di kamar nya.


Dengan malu malu Rania pun mengangguk bahkan pipinya bersemu merah.


" di sana ya.. " ucap Wildan sambil menunjuk pintu kamar mandi, dan Rania pun kembali mengangguk bahkan kini kedua tangan Rania sudah menjulur ingin di gendong kembali oleh Wildan


" mas jadi curiga ?" ucap wildan sambil menggendong Rania menuju kamar mandi.


" apa mungkin kamu sedang hamil ?" tanya Wildan tapi Rania malah mengangkat bahunya.


Mereka berdua pun kini mengarungi lautan naf su lewat serangan fajar dan berharap bis memberikan hasil atas setiap usaha yang di lakukan oleh mereka.


" gimana ? apa semua yang sudah aku perintahkan sudah kamu lakukan ?" tanya seseorang pada Vito.


" sudah bos, dan kali ini saya jamin tidak akan gagal " ucap Vito yang ternyata sedang menghubungi bos nya yang baru saja keluar dari penjara kemarin siapa lagi jika pak Wilman yang kasusnya tidak di lanjut oleh Rania.


" bagus, dan saya harap kamu tidak melakukan kesalahan seperti dulu " ucap pak Wilman.


" tunggu saja Rania, memang salahku yang tidak menghabisi kamu dulu, dan sekarang kamu malah menjadi penghalang untuk Dito mencapai apa yang ku usahakan selama ini " ucap pak wilman yang kini sedang berada di sebuah rumah.


" tapi jangan sampai kamu melukai Wildan " ucap wanita yang menyambut kepulangan Wilman dari penjara.


" tergantung.. jika dia tidak menghalangi Vito maka dia akan aman " ucap pak wilman.


" kamu sudah janji tidak akan menyentuh Wildan karena Wildan hanya milikku " ucap wanita itu yang membantu pak Wilman keluar dari penjara.


" baiklah tapi tidak ada yang gratis di dunia ini" ucap wilman sambil mendekat ke arah wanita itu


" mau apa kamu ?" tanya wanita itu yang langsung curiga dengan maksud pak Wilman.


" aku hanya ingin bayaran yang setimpal untuk mengampuni nyawa orang yang sudah memukuli wajahku seperti samsak hidup..


✍️✍️✍️ kira kira apa imbalan yang diinginkan pak Wilman ? dan siapa wanita yang sudah membantu pak Wilman keluar dari penjara ??


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi.


love you moreeeee 😍😍🌹

__ADS_1


__ADS_2