Dihamili Pria Arogan ( Cahaya Di Ujung Kegelapan )

Dihamili Pria Arogan ( Cahaya Di Ujung Kegelapan )
KAMU...


__ADS_3

Jujur Dito sangat senang mendengar apa yang dikatakan Talia, jika Talia memiliki rasa yang sama dengan yang dirinya rasakan, tapi karena posisi Talia yang terlalu intim untuk anak seusia Talia membuat Dito langsung menurunkan Talia dari pangkuan nya.


" jangan seperti ini " ucap Dito setelah berhasil menurunkan Talia dari pangkuan nya.


Talia merasa malu dengan apa yang baru saja iya lakukan pada Dito guru sekaligus omnya.


" maaf.. " ucap Talia menunduk tapi Dito langsung mengangkat wajah talia dengan telunjuknya.


" jangan pernah melakukan hal itu pada laki laki lain " ucap Dito.


" sekalipun kamu begitu mencintainya tapi kamu harus bisa menjaga harga diri dan juga kehormatan kamu " ucap Dito mengingatkan Talia, Talia yang mendengar itu pun benar benar tidak berani menatap wajah Dito.


" maaf.. mungkin sebaiknya Talia tinggal di rumah om Ridzwan sama Tante Mutia saja " ucap Talia yang ingin menjauh dari Dito.


" ta.. bukan begitu maksud om " Dito yang tau jika talia salah mengartikan ucapannya pun mencoba membuat Talia mengerti.


" kamu tau usia om berapa ?" tanya Dito tapi Talia hanya mengangkat bahunya tak ingin menjawab lebih tepatnya.


" usia om dua puluh tahun sedangkan kamu ? kalo om boleh tebak usia kamu baru lima belas tahun iya kan ? " Talia langsung mengangguk karena apa yang di tebak oleh Dito benar adanya.


" om jauh lebih dewasa dari kamu " ucap Dito sambil menyelipkan rambut Talia yang menghalangi wajah cantik Talia.


" dan om seorang laki laki yang bisa saja merusak kamu di saat usia kamu masih belum siap menerima om " ucap Dito yang sukses membuat Talia menunduk dengan pipi yang bersemu merah.


" om akan menunggu kamu sampai kamu dewasa " ucap Dito di akhiri kecupan sayang di kening Talia.


Setelah berhasil meyakinkan Talia, Dito pun memilih meninggalkan kamar Talia terlebih saat mendengar deru mobil ibunya yang baru saja pulang dari swalayan bersama Raja.


" kakak... " Raja yang baru saja memasuki rumah pun langsung mencari Kakaknya tapi yang iya temui hanya Dito.


" om.. kakak mana ?" tanya Raja pada Dito yang kini sedang duduk di ruang keluarga.


" di kamar " ucap Dito singkat, Raja pun bergegas berlari memasuki kamar kakaknya dimana Raja ingin menunjukan apa yang iya beli saat menemani neneknya.


" kamu ngga pergi dit ?" tanya bunda Lucia yang tidak tau jika Dito di rumah bersama Talia.


" lagi ngga mood keluar Bu " ucap Dito tanpa melihat ke arah ibunya.


" kamu ngga macem macem sama Talia kan ?" tanya bunda lucia yang merasa jika Dito memang menyukai Talia.


" Dito masih bisa berfikir jernih Bun jadi bunda tidak perlu khawatir pada Dito dan juga Talia " ucap Dito tapi tak berani melihat ke arah bundanya.

__ADS_1


" jangan menghancurkan kepercayaan yang sudah kakak mu berikan padamu " ucap bunda Lucia.


" iya Bun, Dito tau " ucap dito yang memulih meninggalkan Bundanya yang kini sudah terduduk di kursi dimana Dito tadi duduk.


" Bunda hanya ngga mau liat kamu dan Talia bersedih karena cinta kalian yang mungkin sulit untuk bersatu " gumam bunda Lucia yang masih melihat kepergian Dito.


Jauh di pulau Bunaken sana dimana Rania dan Wildan yang baru saja menyelesaikan malam panjang mereka yang sangat istimewa dan melelahkan meski tetap harus menjaga agar kandungan Rania tetap aman dalam gempuran yang di berikan Wildan.


" mas sangat bahagia bisa menghabiskan waktu di pulau ini " ucap Wildan yang masih memeluk Rania yang masih bersandar di dadanya.


" Rania juga bahagia, tapi maaf jika apa yang Rania lakukan kurang maksimal dalam melayani mas malam ini " ucap Rania yang merasa jika pelayanan yang dirinya berikan kurang bisa memuaskan suami nya.


" shhhhttttt "


" jangan bicara seperti itu, bagi mas semua yang kamu lakukan dan berikan pada mas sudah lebih dari cukup dari apa yang mas harapkan selama ini " ucap Wildan sambil mencium kening Rania.


Rania pun mengeratkan pelukan nya pada Wildan suaminya hingga akhirnya keduanya pun tertidur saling berpelukan.


Tak terasa sudah satu Minggu Rania dan juga Wildan menghabiskan waktu di Bunaken tapi mereka tak pernah melupakan Talia dan juga Raja dimana setiap pagi dan malam Rania dan wildan menghubungi putra putrinya.


" ta.. " Dito yang melihat rumah Bunda nya yang sepi pun memberikan diri menahan tali dengan memegang pergelangan tangan Talia.


Talia pun terhenti dan langsung melihat ke arah Dito tapi Jak lama Talia mencoba melepaskan tangan Dito yang masih memegang tangan talia.


" apa kamu marah sama om, makanya kamu menghindari om selama satu Minggu ini " tanya Dito tapi Talia hanya memberikan senyum terbaiknya pada Dito yang malah membuat Dito ingin sekali memeluk Talia.


" Talia hanya ingin fokus pada pendidikan Talia agar Talia bisa membuat bangga ayah ibu dan juga orang yang sudah bersedia menunggu Talia " ucap Talia tapi malah membuat Dito tak tahan.


Dito pun menarik Talia ke kamarnya dan setelah menutup pintu kamarnya Dito langsung memeluk Talia penuh kerinduan.


" jangan menghindari om, om ngga bisa di acuhkan oleh kamu seperti kemarin " ucap Dito yang masih memeluk Talia.


" om rindu sama semu yang bisa kamu tunjukan sama om " ucap Dito yang kini sudah sedikit merenggangkan pelukan nya dan mengangkat dagu Talia agar wajah Talia bisa menghadap padanya.


" om cinta sama kamu talia Wulandari " setelah mengatakan itu untuk pertama kalinya Dito menyentuh bi bir Talia bahkan Dito mendorong tubuh Talia agar bersandar pada tembok kamarnya.


Talia yang mendapat serangan mendadak pun mulai memejamkan matanya menikmati apa yang Dito lakukan, Dito pun memperdalam ciumannya tak segan Dito menyusupkan indra perasa nya dan mulai menari nari di dalam mulut Talia.


Dito menempel kan keningnya dengan kening Talia meski Dito harus sedikit merunduk agar bisa sejajar dengan Talia.


" jangan menghindari om seperti kemarin atau om akan melakukan hal yang lebih dari ini padamu " ucap Dito sambil mengelap sisa saliva yang masih tersisa di bi bir Talia.

__ADS_1


" om ngga boleh melakukan hal tadi selain sama Talia " ucap Talia yang sudah merasa yakin jika Dito memang jodoh yang di kirim tuhan untuknya, meski masih panjang perjalanan yang harus dirinya dan Dito hadapi kedepannya


" ayo keluar, nanti ada orang yang melihat kamu keluar dari kamar om " ucap Dito yang sudah menarik tangan Talia agar keluar dari kamarnya tapi baru saja Dito keluar dari kamar bersama Talia.


kini di hadapan mereka sudah ada Rania dan Wildan yang baru saja pulang dari Bunaken,


" ta.. Dito kalian habis apa ?" tanya Wildan yang tak ingin anaknya melakukan hal yang pernah dirinya lakukan bersama ibu kandung Talia.


" Dito yang salah.."


" ta .. sebaiknya kamu kekamar saja biar om yang akan membicarakan ini pada ayah dan ibumu " ucap Dito sambil mendorong Talia agar memasuki kamarnya yang tak jauh darinya.


Setelah melihat Talia yang memasuki kamarnya pun membuat Dito merasa laga.


" Dito jujur.. Dito mencintai Talia dan Talia juga mencintai Dito.. " ucap Dito yang sengaja menjeda ucapannya.


" Dito dan Talia sepakat akan menunggu sampai Talia lulus sekolah menengah atas dan mungkin setelah itu Dito akan menikahi Talia " ucap Dito penuh keyakinan dan percaya diri.


" apa semua ucapan mu bisa di percaya ?" tanya Wildan yang tak ingin memisahkan Dito dan putrinya karena iya tau bagaimana rasanya dipisahkan dari orang yangs angkat iya cintai.


" Dito yakin dan Dito hanya meminta kakak bisa merestui apa yang kami inginkan " ucap Dito.


" baik lah tapi tunggu sampai Talia lulus SMA terlebih dahulu " setelah mengatakan itu Wildan pun membawa Rania menuju kamarnya karena Wildan tau jika Rania sangat kelelahan.


" makasih ayah.. " peluk Rania pada Wildan saat wildan dapat mengerti perasaan Talia dan juga Dito.


" sama sama.. tapi mas akan tetap mengawasi Talia dan juga Dito " ucap Wildan yang kini sudah kembali memeluk Rania.


" mas hanya tidak ingin Talia merasakan apa yang mas rasakan, bahkan mas hampir dua kali kehilangan cinta mas " ucap Wildan.


" tapi beruntung cinta terakhir mas bisa mas dapatkan yaitu KAMU..


✍️✍️✍️ YA... TAMAT.. DEH...


Akhirnya cerita Rania Ridzwan dan Wildan tamat juga...


Terima kasih buat yang sudah setia membaca cerita receh R-kha... mampir juga ke cerita R-kha lain nya..


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi..


Happy reading..

__ADS_1


see you... 😘😘😘


__ADS_2