Dihamili Pria Arogan ( Cahaya Di Ujung Kegelapan )

Dihamili Pria Arogan ( Cahaya Di Ujung Kegelapan )
Meyakinkan Pemegang saham...


__ADS_3

Rania adalah wanita yang sangat giat dan penuh tanggung jawab dalam pekerjaan, tapi untuk menjadi pemimpin perusahaan Rania masih harus belajar banyak dari suaminya Wildan yang telah berhasil menjadi pemimpin perusahaan yang iya bangun sendiri dari nol.


Tetapi menjadi pekerjaan dan menjadi pemimpin adalah dua hal yang berbeda dan Rania harus bisa memantapkan hatinya dan menguatkan metalnya menghadapi orang orang yang mungkin ingin menjatuhkannya.


" mas.. apa Rania akan sanggup " ucap Rania yang mana kini mereka baru saja sampai di parkiran basemen perusahan.


" mas yakin kamu sanggup dan kamu bisa " ucap Wildan sambil menggenggam tangan Rania.


" ayo turun, tuh lihat bunda sama Raja sudah menunggu kita " ucap Wildan yang paham jika Rania merasa kurang percaya diri.


Rania dan Wildan pun berjalan menghampiri Bunda Lucia yang memang menunggu Rania dan juga Wildan agar bisa masuk ke perusahaan bersama.


tap tap tap


Derap langkah Rania dan semuanya mulai menggema di Lobi perusahaan dimana semua karyawan yang memang sudah tau jika bunda Lucia akan datang pun sudah menunggu untuk bisa menyambutnya.


" selamat pagi Bu.. " sapa salah satu petinggi perusahaan yang akan Rania pimpin.


" pagi pak Bowo " sapa Bunda Lucia ramah.


" apa semu pemegang saham dan petinggi perusahaan sudah berkumpul ?" tanya bunda Lucia.


Rania yang mendengar pertanyaan bundanya itu langsung menatap Wildan tapi Wildan hanya tersenyum sambil menggenggam tangan Rania seolah memberi keyakinan bahwa dirinya pasti bisa.


" sudah Bu.. semuanya sudah berkumpul dan menunggu ibu di ruang rapat seperti yang ibu minta " ucap pak bomo sambil melihat ke arah Rania.


" oh iya pak Bowo, ini putri saya Rania yang nanti akan menggantikan pak Wilman untuk memimpin perusahaan " ucap bunda Lucia yang melihat jika Bowo terus saja melihat ke arah Rania.


Wildan yang sangat paham bagaimana jika seorang laki laki yang tertarik pada wanita pun langsung merangkul pinggang Rania seolah mengukuhkan dirinya bahwa Rania itu miliknya dan hanya dirinya yang berhak atas Rania.


" Bowo " ucap Bowo mengulurkan tangannya berharap Rania mau menyambut uluran tangannya meski Bowo melihat jelas rangkulan tangan Wildan di pinggang Rania.

__ADS_1


" Rania " ucap Rania sambil mengatupkan kedua tangan di dadanya.


" kenalkan mas Wildan suami saya " ucap Rania yang ingin membatasi diri dari Bowo yang terlihat jelas tertarik pada Rania, wildan yang melihat sikap Rania tersenyum bangga pada istrinya itu, sedangkan Bowo langsung menarik kembali tangannya sebelum mengalami malu yang lebih lagi.


" mari Bu Lucia, Bu Rania semuanya sudah menunggu " ucap Bowo langsung memberi jalan pada pemilik perusahaan agar berjalan lebih dulu.


Dari sudut ruangan sepasang mata terus memantau kegiatan Rania dan Bu lucia hingga akhir tanpa sengaja pandangannya dan Rania pun bertemu bahkan Rania sampai mematung di tempat karena masih mengingat jelas wajah laki laki yang hampir saja membawanya dengan paksa.


" sayang " Wildan yang melihat Rania yang menghentikan Langkahnya pun langsung melihat sekeliling memastikan semuanya baik baik saja.


" sayang ada apa ?" tanya Bunda Lucia pada Rania yang tiba tiba saja menghentikan langkahnya.


" ngga papa Bun ayo " ucap Rania yang kembali melanjutkan langkahnya menuju ruang meeting seperti tujuan awalnya.


" pagi semua " sapa Bunda Lucia saat memasuki ruang meeting dimana semuanya sudah berkumpul dan langsung menduduki tempat yang memang sudah di sediakan untuknya dan juga untuk Rania Wildan dan juga Dito.


" pagi Bu Lucia " ucap sebagian pemegang saham lain yang memang kenal dengan bunda Lucia.


" kenal kan ini Rania putri saya dan juga yang akan menggantikan pak Wilman untuk memimpin perusahaan" ucap bunda Lucia


" dan yang mungkin tidak asing bagi kalian, Wildan pengusaha ternama yang tak lain adalah suami dari putri saya tercinta " ucapnya lagi.


" maaf .. bukankah anda hanya memiliki seorang anak laki laki yang bernama Dito ?" tanya pemegang saham yang di ketahui bernama pak Raffi.


" Rania ini " ucap bunda Lucia sambil mengulurkan tangannya pada Rania yang langsung di sambut oleh Rania yang kini sudah berdiri di samping bundanya.


" dia adalah putri saya yang hilang dua puluh tahun lalu " ucap bunda lucia tanpa menjelaskan kronologis Sebenarnya.


" apa anda yakin jika wanita ini adalah putri anda ? bahkan anda akan menyerahkan perusahaan sebesar ini pada wanita yang baru anda temui " tanya pak Raffi yang ternyata pemenang saham terbesar kedua setelah Bu Lucia.


" maaf.. " ucap Rania yang tak ingin bundanya semakin di tekan oleh orang lain terlebih mereka yang meragukan status dirinya.

__ADS_1


Pak Raffi dan juga Bowo serta yang lainnya langsung menatap pada Rania seolah ingin mendengar apa yang akan di katakan Rania.


" wajar dan sangat wajar jika anda tidak percaya jika saya adalah putri dari bunda Lucia yang hilang " ucap Rania lagi.


" nama saya yang sebenarnya Dyandra Kanaya Mahesa "


Bunda Lucia yang tidak menyangka jika Rania masih mengingat jelas namanya pun sampai menitikkan air mata nya bukan karena sedih tapi karena bahagia jika Rania tidak melupakan nama asli yang di berikan oleh suaminya yang tak lain adalah ayahnya sendiri.


" saya tau jika kalian di sini tidak mudah percaya pada saya apa lagi kemampuan saya, tapi izinkan saya bisa membuktikan jika darah ayah saya yang mengalir dalam diri saya akan membantu saya menjadi pemimpin yang baik dan bijak " ucap Rania mencoba meyakinkan semuanya terlebih meyakinkan dirinya sendiri.


" dan saya yakin dengan dukungan dari bunda, suami saya dan juga kalian semua saya yakin saya bisa dan saya mampu " ucap Rania yang langsung mendapatkan standing applaus dari semua yang ada di sana.


" baik lah kami yakin dan kami akan memberikan kesempatan pada anda Bu Rania atau Dyandra ?" tanya pak Raffi yang bingung harus memanggil Rania apa.


" panggil saya Rania, karena nama itu memiliki banyak kisah yang menggembleng saya menjadi wanita kuat dan tidak mudah menyerah " ucap Rania yang mantap mengenalkan diri sebagai Rania saja.


" baiklah Bu Rania, kami akan memberi anda kesempatan hingga enam bulan kedepan untuk memimpin perusahaan ini " ucap pak Raffi di setujui yang lain.


" dan kami harap anda bisa memegang amanah yang kami berikan " ucap pemegang saham lain nya.


Acara perkenalan Rania pun sudah selesai dimana kini Rani baru saja memasuki ruangan yang memang di peruntukan untuk nya bahkan barang barang pak Wilman pun sudah di berikan oleh Bowo sesuai perintah Bu Lucia.


" mas yakin kamu pasti bisa melalui semuanya " ucap Wildan sambil memeluk Rania dari belakang dimana Rania kini sedang melihat ke arah jendela di ruangannya, sedangkan bunda Lucia sedang mengajak Raja ditemani Dito mengelilingi perusahaan nya.


" dan mas yakin kamu juga bisa menjaga hati kamu dari laki laki yang mungkin menyukai kamu ..


✍️✍️✍️ roman romannya ada yang cemburu nih .. apa yang akan Rania lakukan untuk menyakinkan suaminya🤔🤔


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.

__ADS_1


Love you moreeeee 😍😍🌹


__ADS_2