Dihamili Pria Arogan ( Cahaya Di Ujung Kegelapan )

Dihamili Pria Arogan ( Cahaya Di Ujung Kegelapan )
Amanah Mendiang Ayah...


__ADS_3

Bunda Lucia yang sudah berunding dengan putranya yang memang sejak dulu tidak tertarik pada pekerjaan kantor, sangat menyetujui keinginan ibunya yang akan memberikan semua harta warisan mendiang suaminya pada Rania.


Dan di sini lah mereka dimana Dito dan Bu Lucia sedang mendatangi rumah Wildan sesuai janjinya tadi pagi.


" Bun " ucap Rania sambil memeluk ibunya sedangkan Dito hanya tersenyum pada Rania, bunda Lucia pun membalas pelukan putrinya yang memang jarang iya temui.


" bunda sama Dito makan dulu ya " ucap Rania karena bundanya dan Dito datang di saat makan malam.


" bunda dan Dito sudah makan Sebelum datang ke sini " ucap Bu Lucia mengatakan yang sebenarnya.


" Bun.. " sapa Wildan yang baru saja selesai makan malam.


" Wil.. ada yang ingin bunda bicarakan sama kamu dan juga Rania " ucap Bu Lucia langsung menyampaikan maksud tujuannya setelah mereka semua duduk di ruang keluarga, sedangkan Talia dan juga Raja baru saja masuk ke kamar mereka.


Bunda Lucia menatap sebentar ke arah Dito lalu ke Rania dan juga Wildan, bund Lucia juga mengeluarkan sebuah map yang tersimpan rapih selama dua puluh satu tahun yaitu semenjak kematian suaminya.


" apa ini bunda ?" tanya Rania sambil menerima berkas sambil membukanya sedangkan Wildan hanya melihat sekilas tapi langsung paham berkas apa yang di berikan bunda lucia pada Rania.


" apa yang seharusnya menjadi milikmu selama ini " ucap bunda Lucia.


" tapi Bun.. Rania tidak pernah memikirkan hal ini " ucap Rania sambil meletakan berkas kepemilikan beberapa harta peninggalan mendiang ayahnya.


" jangankan menginginkan nya, memikirkan kannya saja Rania tidak pernah " Wildan yang mendengar apa yang Rania katakan pun tersenyum bangga karena istrinya tidak pernah tamak akan harta.


" jadi biarkan saja Dito yang mengelola semuanya, toh Dito juga anak bunda " ucap Rania sambil menatap Dito adik tirinya.


" Dito berterima kasih atas kebaikan mba yang percaya pada Dito " ucap Dito.


" tapi Dito tidak seperti ayah yang pandai mengelola perusahaan, Dito lebih senang melukis dan membuka galeri seni " ucap Dito sejujurnya.


" kamu dengar kan apa yang Dito katakan, jadi bunda harap kamu menerima semua yang memang berhak kamu miliki " ucap bunda Lucia yang sangat berharap Rania menerima apa yang memang menjadi hak nya.

__ADS_1


" anggap saja mba menjaga apa yang sudah ayah mba kerjakan selama hidupnya " ucap dito.


" dan meneruskan pekerjaan yang telah ayah Wilman lakukan selama ini " ucap Dito sambil menunduk.


" Dito juga mau minta maaf atas semua yang pernah ayah Dito lakukan pada mba " bunda lucia berusaha menguatkan putra nya dengan mengusap usap pundak Dito putranya yang sudah tumbuh menjadi lelaki dewasa.


Rania menatap ke arah suaminya seolah meminta pendapat atas apa yang harus iya putuskan hanya lewat tatapan mata saja.


Wildan hanya tersenyum sambil mengangguk bahkan dalam hatinya merasa bangga karena Rania masih meminta pendapatnya dalam mengambil keputusan.


" Rania akan menerima semua ini, tapi Rania akan tetap membaginya pada bunda dan juga Dito " ucap Rania.


" tapi mba " Dito yang ingin membantah karena merasa tidak berhak atas apa yang akan di terima nya pun tidak jadi karena bunda Lucia memberinya kode dengan menggeleng kan wajahnya.


" baik lah jika itu mau kamu sayang, tapi untuk perusahaan bunda harap kamu tidak membaginya karena itu ayah kamu dirikan memang untuk kamu " ucap bunda Lucia.


Rania tersenyum dan mengangguk dan mencoba menerima apa yang bunda nya berikan padanya, Wildan menggenggam tangan Rania sambil memperlihatkan senyum termanisnya pada istri yang kini sudah menemukan kebahagiaannya.


" ayo Bun sudah malam, mungkin mba dan mas Wildan mau istirahat " ucap Dito setelah menikmati hidangan yang sudah di sediakan oleh Rania dan setelah semuanya benar benar kembali pada tempat nya.


" kenapa buru buru sih, kalian menginap saja di sini " ucap Rania yang masih merindukan bundanya.


" besok bunda kesini pagi pagi biar kita bisa berangkat bareng ke kantor " ucap bunda Lucia yang sudah bersiap untuk pulang di ikuti Dito dari belakang.


Rania dan juga Wildan mengantar bund Lucia dan juga Dito sampai ke depan rumahnya, setelah melihat mobil yang di kemudikan Dito tak terlihat lagi, Rania dan juga Wildan baru memasuki rumah.


" selamat ya sayang, sekarang kamu akan memimpin perusahan mu sendiri " ucap Wildan sambil merangkul pinggang Rania menuju kamarnya.


" tapi mas " Rania menghentikan langkahnya lalu menatap wajah suaminya yang sudah menemaninya bahkan saat Rania dalam posisi terpuruk sekali pun.


" apa Rania bisa menjalankan amanah yang ayh Rania berikan ?" tanya Rania karena biasanya dirinya bekerja di bawah bimbingan Wildan.

__ADS_1


" mas akan selalu mendukung kamu dan jika ada yang kamu tidak mengerti dan membutuhkan bantuan mas pasti akan mas bantu " ucap Wildan sambil menyelipkan rambut Rania lalu mencium kening Rania penuh sayang.


" yang penting kamu jangan sampai melupakan kodrat kamu sebagai seorang istri dan seorang ibu dari kedua anak kita " ucap Wildan yang langsung menggendong Rania ala bridal style menuju kamarnya.


Lain halnya dengan pak Wilman yang masih berada di dalam penjara tapi selalu memantau apa yang di lakukan istri dan anaknya berkat.


" dasar Dito bodoh " ucap pak Wilman saat anak buahnya yang bernama Vito datang memberitahu apa yang baru saja di lakukan istri dan anaknya.


" tunggu sampai aku keluar dari sini, akan ku ambil apa yang seharusnya menjadi milikku " ucap Wilman sambil meremas kedua tangannya.


" sebaiknya kamu kembali dan tetap awasi Lucia dan juga Dito " ucap Wilman dan tak lama Vito pun langsung meninggalkan kantor polisi menuju tempatnya.


Pagi mulai menyapa dimana sesuai dengan ucapannya semalam kini bunda lucia dan juga Dito sudah berada di rumah Rania, bahkan mereka menghabiskan sarapan bersama dengan Raja dan Talia tentunya.


" nenek mau ajak ibu kemana ?" tanya Talia saat melihat ibu nya yang sudah sangat cantik dan terlihat bersiap untuk kerja.


" ke kantor baru ibu kalian " ucap Dito yang malah menjawab pertanyaan Talia gadis cantik yang kini beranjak remaja.


" Raja boleh ikut ngga ?" tanya Raja karena kakaknya dan ayahnya juga akan pergi meski dengan tujuan yang berbeda.


" boleh dong sayang " ucap bund Lucia yang seolah dengan kebersamaannya dengan Raja bisa menebus waktunya yang sempat hilang bersama Rania.


Mereka pun mulai pergi menuju kantor yang akan Rania pimpin sesuai amanat yang di berikan bundanya.


" Bun... apa Rania bisa memegang amanah ini ? dan apa Rania bisa meyakinkan memegang saham lainnya agar mereka percaya pada Rania..


✍️✍️✍️ babak baru kehidupan Rania akan segera Di mulai, apa saja yang akan Rania lalui kedepannya..


pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.

__ADS_1


love you moreeeee 😍😍🌹


__ADS_2