
Ridzwan yang mendengar panggilan ayah dari Raja hanya bisa diam tak percaya jika panggilan indah itu bisa iya dengar dari mulut anak yang masih berusia 3 tahun setengah.
" papa Ridzwan " ucap ulang Raja saat ayahnya tidak membalas sapaannya.
" iya.. Raja boleh tinggal di rumah ayah Wildan sama kak Talia juga " ucap Ridzwan sambil berjongkok dihadapan Raja.
" horee . .." Raja berteriak kegirangan karena bisa hidup bersama dengan orang orang yang iya sayang.
Tak terasa acara pernikahan Rania dan Wildan pun kini sudah selesai, Rania dan juga Raja kini sudah Wildan boyong ke rumahnya bersama Talia dimana di rumah itu juga pertama kali Rania tiba di kota itu.
Sedangkan Ridzwan baru saja mengantarkan Mutia pulang ke rumah orang tuanya pun kini sedang berbincang dengan kedua orang tua Mutia, mereka pun membicarakan rencana pernikahan Ridzwan dan muti yang akan terjadi satu Minggu lagi.
" mah.. apa mamah ingat liontin yang sering di pakai Tante Lucia ?" tanya Mutia yang mulai mencoba menyelidiki untuk mengobati rasa penasaran nya.
" iya sayang.. kenapa memang ?" tanya mama Mutia yang bernama lyra.
Sedangkan ayah Mutia dan juga Ridzwan hanya menjadi pendengar setia untuk dua wanita yang mereka cintai.
" Mutia melihat liontin yang sama dengan yang di pakai Tante Lucia " ucap Mutia sambil melihat ke arah Ridzwan.
" apa mungkin ada liontin yang sama seperti yang di pakai Tante Lucia ?" tanya memastikan.
" setau mamah sih liontin Tante Lucia itu di pesan secara khusus dan hanya ada dua yaitu punya Tante sama punya anak Tante Lucia yang hilang "
Ridzwan langsung menatap Mutia karena mulai menebak jika Rania ada hubungannya dengan Tante dari Mutia.
" apa mama bisa menyuruh Tante menggunakan liontin itu saat menghadiri pernikahan Mutia nanti " ucap Mutia.
" memang kenapa sayang ?" mama lyra sedikit heran dengan semua pertanyaan dan permintaan Mutia.
" nanti juga mama akan tau karena semuanya masih belum pasti " ucap Mutia yang tidak ingin memberikan harapan palsu jika apa yang iya duga ternyata salah.
__ADS_1
Ridzwan yang menyetujui keputusan Mutia pun tersenyum ke arah Mutia sambil bangkit dari duduknya sambil berpamitan pada ayah dan mama Mutia.
" om Tante..saya pamit pulang ya.. " ucap Ridzwan sedangkan Mutia mengikuti Ridzwan dari belakang dan mengantar nya sampai ke depan mobil Ridzwan.
" apa mungkin kamu dan Rania bersaudara ?" tanya Ridzwan yang semakin penasaran.
" entahlah .. tapi jika tebakan ku tidak salah Rania itu anak Tante Lucia yang hilang dua puluh tahun lalu " ucap Mutia.
" aku doakan yang terbaik untuk semuanya, dan semoga apapun hasilnya pernikahan kita semoga berjalan lancar " ucap Ridzwan sambil mengecup kening Mutia wanita yang sudah mengenalnya luar dalam.
Mutia yang mendapat perlakuan manis dari Ridzwan pun hanya bisa memejamkan matanya menikmati moment yang mungkin akan iya rindukan satu Minggu kedepan.
" aku pulang " ucap Ridzwan yang berusaha mengendalikan diri nya, Mutia menatap kepergian mobil yang membawa Ridzwan menjauh dari rumahnya.
Lain halnya di rumah Wildan dimana Talia yang sedang menemani Raja tidur kamarnya pun merasa sangat bahagia karena mulai malam ini tidak akan ad yang mengambil ibu Rania dan Raja dari sisi nya.
Sedangkan di kamar Wildan, Rania baru saja selesai membersihkan diri seperti kebiasaan nya di rumah dimana dirinya selalu membersihkan diri sebelum tidur.
" ran.. " Wildan yang dari tadi menunggu Rania membersihkan diri pun kini menepuk pinggir tempat tidur nya agar Rania mau duduk di samping diri nya.
" ran.. apa boleh mas menanyakan sesuatu ?" tanya Wildan sambil menggenggam tangan Rania yang mulai terasa dingin.
" a.. apa mas " ucap Rania gugup bahkan Wildan sudah mulai merasakan ada yang di sembunyikan Rania selama ini.
" apa kamu trauma dengan apa yang pernah Ridzwan lakukan padamu dulu?" tanya Wildan hati hati.
Rania hanya bisa menunduk kan wajahnya tak berani menatap wajah suaminya, Wildan yang mulai bisa menebak pun merangkul pundak Rania agar Rania bisa merasa tidak nyaman dengan kehadiran dirinya.
" kamu percaya sama mas kan?" tanya Wildan sambil mengangkat dagu Rania agar mau menatap padanya, sedangkan Rania hanya bisa menuruti apa yang di perintahkan suami nya.
" mas tidak akan menyakitimu dan jika memang kamu belum siap dengan penyatuan kita maka mas akan menunggu sampai kamu siap dan ikhlas melakukan semuanya " ucap Wildan yang mencoba mengerti dengan pa yang pernah Rania alami.
__ADS_1
" Rania siap " ucap Rania yang tidak ingin mengecewakan suaminya, sedangkan Wildan tau jika Rania hanya tidak ingin mengecewakan dirinya pun menarik Rania dalam pelukannya.
" mas tidak akan memaksa jika memang kamu belum siap " ucap Wildan sekali lagi.
" Rania yakin, Rania pasti bisa melewatinya" ucap Rania sambil memejamkan matanya dan mulai merebahkan tubuhnya di hadapan Wildan.
Wildan yang memang sudah sangat lama tidak dekat dengan wanita selain putrinya pun, mulai melancarkan aksinya pada Rania yang seolah sudah pasrah dengan apa yang akan iya lakukan.
" mas akan melakukannya secara perlahan " ucap Wildan yang mulai melakukan cum buan mesra pada tubuh Rania agar Rania mulai terbuai dengan apa yang iya lakukan.
Rania yang berusaha menikmati apa yang Wildan lakukan pun ternyata sedang berperan batin karena bayangan pemaksaan Ridzwan padanya mulai terlihat jelas dalam benaknya.
Wildan yang merasa jika Rania mulai gelisah bukan menikmati pun membisikan sesuatu pad telinga Rania dan ternyata itu berhasil membuat Rania kembali tenang.
" ini mas sayang... suami mu mas Wildan " bisik Wildan di telinga Rania.
Rania pun membuka matanya menatap Wildan yang kini sudah berada di atas tubuhnya meski tubuhnya masih di balut pakaian lengkap.
Wildan kembali memulai cum buannya pada Rania dimana Rania kini membuka matanya agar iya yakin jika yang ada di hadapannya nya itu memang Wildan suaminya.
Wildan kini mulai menyatukan bibirnya dan juga bibir Rania bahkan di sertai Luma Tan di bibir Rania. dan semua usaha Wildan pun berhasil dimana Rania mulai menikmati permainan bahkan cuma buan yang iya berikan pada Rania.
Dan terjadilah malam pertama bagi keduanya yang mulai di penuhi dengan gelora naf su yang membara. hingga lengu Han pun terdengar memenuhi kamar Wildan dan juga Rania sebagai tanda keduanya menikmati permainan yang baru saja mereka lakukan.
" tumbuhlah di dalam sana sayang... ayah dan ibu akan menunggu kehadiran mu " ucap Wildan yang kini sudah berada di depan perut Rania sambil membelai lembut perut Rania setelah keduanya mendapatkan pelepasan secara bersamaan.
" apa mas ingin Rania segera punya anak ??
✍️✍️✍️ asikkk yang udah belah duren...🤭🤭
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.
__ADS_1
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi.
Love you moreeeee 😍😍🌹