Dihamili Pria Arogan ( Cahaya Di Ujung Kegelapan )

Dihamili Pria Arogan ( Cahaya Di Ujung Kegelapan )
Panggilan Baru...


__ADS_3

Jujur Ridzwan mendadak tertarik pada Rania mungkin karena Rania yang kini semakin berani, dewasa dan sangat jelas terpancar aura keibuan nya.


" gue mau ajak dia nikah " ucap Ridzwan enteng pada Mutia sahabatnya yang sudah lebih dari empat di tahun.


" emang Lo yakin dia bakal mau ?" ucap Mutia sengaja menggoda Ridzwan.


" Lo ngeraguin kemampuan gue buat Rania mau menikah sama gue ?" Mutia hanya tersenyum simpul melihat keseriusan Ridzwan.


" bukan gitu bro, yang harus Lo inget kalo Rania itu punya hati dan Lo harus bisa sentuh hati dia biar apa yang sekarang Lo alami itu sembuh secara alami " ucap Mutia


" maksud Lo belum tentu juga saat gue udah nikah sama dia, ular gue yang mati suri ini bisa bangun iya ?" Mutia hanya mengangguk karena tidak ada jaminan setelah Ridzwan berhasil menikahi Rania ularnya langsung bisa berdiri tegak.


" jadi menurut Lo gue mesti gimana ?" tanya Ridzwan yang mulai bingung dengan apa yang harus dia lakukan.


" pertama Lo harus minta maaf Mada Rania dulu, dan Lo usahain itu tulus keluar dari dalam hati " ucap Mutia yang masih belum tau jika Rania yang di maksud Ridzwan adalah temannya di kampus dulu yang iya kenal dengan nama Ani.


" ok gue harus siapin diri gue dulu karen Lo kan tau sendiri Kalo gue itu susah minta maaf sama orang " ucap Ridzwan sambil bangun dari duduknya lalu melangkah keluar dari ruang praktek Mutia.


" gue boleh tau ngga Rania itu seperti apa orangnya ?" tanya Mutia yang semakin penasaran dengan sosok Rania yang berhasil memberi dampak yang besar pada Ridzwan.


" tar deh gue kenalin kalo gue udah dapet maaf dari dia " ucap Ridzwan yang saat ini sudah di depan pintu.


" thanks ya, bayaran udah gue transfer " ucap Ridzwan sambil mengangkat handphone yang ada di genggaman tangan nya.


Mutia sebenarnya penasaran dengan sosok Rania tapi sampai saat ini Ridzwan masih belum mau menunjukan fotonya meskipun untuk kisah Ridzwan dan Rania yang tidak kurang dari tiga Minggu sudah Ridzwan ceritakan semuanya.


" kok gue tiba tiba keinget sama Ani ya, terus kalo gue perhatiin wajah Ani itu mirip seseorang tapi siapa ya ?" Mutia menyilangkan tangannya di dada sambil mengingat wajah siapa yang mirip Ani.


Wildan Raja dan Talia bru saja tiba di rumah Rania karena ibunya atau lebih tepatnya eyang putri Talia sudah menelepon nya untuk Nisa di jemput sekarang.


" Bu.. Raja mau nginep di rumah ayah sama kak Talia " ucap Raja yang memang sering bermain di rumah Wildan, tapi untuk menginap belum pernah sekali pun di izinkan oleh Rania.

__ADS_1


" Ngga papa ran, malam ini ibu mau nginep di rumah Wildan, jadi kamu ngga perlu khawatir"


ucap Bu sila karena ingin menghabiskan waktu dengan cicit yang baru saja iya ketahui keberadaan nya.


" baik lah, saya titip Raja ya pak Wildan "


Wildan yang mendengar panggilan bapak lagi dari Rania sontak saja menatap ibunya yang juga sedang menatapnya.


" ibu sudah tau, makanya kalo suka itu ngomong jangan malah diem diem kayak gini" ucap Bu sila pada putranya.


" kalo mau di panggil mas jug bilang biar Rania ngga keceplosan jadi manggil bapak " ucap Bu sila sambil menggendong Raja.


" ayo Raja Talia kita duluan ke mobil, kayaknya mau ada yang ayah kalian bicarakan sama ibu kalian " ucap Bu sila yang masih sedang menggoda Wildan dan juga Rania.


" emang ibu setuju kalo Wildan nikah sama Rania ?" tanya wildan yang sukses membuat Bu sila menghentikan langkahnya lalu berbalik menatap Wildan dan Rania.


Rania yang mendengar apa yang di tanyakan Wildan pun hanya menunduk malu terlebih Wildan mengatakannya di hadapan anak anaknya juga.


" selama itu bisa membuat kamu bahagia ibu akan selalu mendukung kamu, yang penting Rania mau menerima kamu dengan ikhlas tanpa keterpaksaan atau pun balas Budi " ucap Bu sila sambil menatap Rania.


" eyang apa ayah Sam ibu bakalan nikah ?" tanya Talia yang sudah duduk di samping eyang putri nya.


" memang Talia ngga mau bisa tinggal satu rumah sama Bu Rania sama Raja juga ?" Talia mengangguk penuh semangat karena sesungguhnya Talia berharap jika mereka semua bisa tinggal satu rumah dan menjadi keluarga yang utuh.


" kita doakan saja ya " ucap eyang nya Talia sambil menciumi wajah raja cicit yang baru bisa iya peluk.


Setelah ibunya dan Talia tidak terlihat lagi Wildan pun melangkah mendekati Rania yang malah menunduk saat Wildan sudah berada di hadapannya.


" memang kamu ngga keberatan jika mulai malam ini manggil saya dengan sebutan mas ?" tanya Wildan sambil mengangkat dagu Rania dengan telunjuknya agar Rania bisa menatap wajahnya.


Meski malu Rania tetap mengangguk di tambah wajah Wildan yang berada begitu dekat dengan wajahnya.

__ADS_1


" baik lah kalo begitu mas pulang dulu ya " ucap Wildan sambil mengusap rambut Rania yang di biarkan tergerai.


" iya mas, hati hati ya, Ra titip Raja " ucap Rania dengan pipi yang bersemu merah mendapat perlakuan yang menurut Rania begitu manis.


" mas harap setelah bertemu dengan Ridzwan kamu tidak menunjukkan titik lemah kamu di hadapannya, kamu harus bisa tunjukan jika kamu wanita kuat dan mandiri yang tidak akan lemah menghadapi Ridzwan " ucap Wildan.


" iya mas "


Kini Wildan dan Rania berjalan beriringan menuju mobil Wildan dimana Raja dan Talia sudah tertidur di temani bi sila.


" sudah selesai ?" tanya Bu sila pada Wildan dan juga Rania yang baru saja tiba di teras rumah.


" mas pergi dulu ya, kamu hati hati di rumah "


Setelah mengucapkan itu Wildan pun memasuki mobilnya meninggalkan Rania yang masih menatap mobil nya.


" gimana Wil ?" tanya Bu sila yang penasaran terlebih tadi Wildan menyebut mas lagi pada dirinya.


" belum Bu, ada yang harus Rania capai sebelum memikirkan untuk hidup berumah tangga " ucap Wildan tapi jawaban Wildan sontak saja membuat Bu sila semakin penasaran.


" memang apa yang belum bisa di capai Rania ?" tanya Bu sila.


" nanti Wildan jelaskan di rumah " ucap wildan karena tidak mungkin dirinya menceritakan semua ini d hadapan anak anaknya.


Setelah melihat mobil Wildan yang sudah tidak terlihat lagi Rania pun berbalik untuk memasuki rumahnya, tapi baru saja akan memasuki rumah terdengar suara mobil yang berhenti di halaman rumahnya yang iya pikir mobil Wildan tapi tebakannya salah.


" mobil siapa itu, apa mungkin ???


✍️✍️✍️✍️ Kira kira siap yang datang ke rumah Rania setelah kepergian Wildan dan Bu sila ??🤔🤔🤔


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.

__ADS_1


Jangan lupa like ya biar R-kha lebih semangat lagi.


Love you moreeeee 😍😍😍


__ADS_2