
Serasa kembali menjadi pengantin baru, bahkan rasa cinta dan rindu di antara Wildan dan Rania begitu terasa dan menggebu, seolah tidak ada lagi yang membatasi rasa cinta di antara keduanya.
" Rania mau bersih bersih dulu " ucap Rania yang merasa malu sudah di kerjai oleh suaminya.
" mau mas temani ?" tanya Wildan kembali usil.
" ngga mau masih sore " ucap Rania ambigu, Wildan tersenyum melihat perubahan yang terjadi pada Rania. sungguh wildan sangat menyukai Rania yang ceria seperti ini.
" ya sudah sana mandi, biar malam ini mas yang masak ok " ucap Wildan sambil mencium kening Rania.
Rania pun berjalan menaiki tangga menuju kamarnya namun sebelum itu Rania tetap mengecek Raja dan Talia di kamar mereka masing masing.
' ah.. aku sangat merindukan kamar ini " ucap Rania yang kini sudah merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur bahkan Rania menghirup dalam aroma tubuh suaminya.
" is.. ada apa dengan ku " ucap Rania yang merasa sangat merindukan Wildan.
drrrtt drrrtt bunyi handphone Rania menyadarkan Rania dari rasa nyaman yang tempat tidur Wildan.
" ya Bun " sapa Rania saat tau jika bunda Lucia yang menghubungi nya.
" sayang .. kamu sudah sampai rumah ?" tanya Bu Lucia yang masih mengkhawatirkan dan merindukan putrinya.
" sudah Bun.. bunda juga sudah sampai rumah kan?" tanya Rania sambil membelai bantal yang biasa dipakai Wildan.
" sayang ada yang ingin bunda sampai kan tapi suami kamu juga harus tau " ucap bunda Lucia yang sudah berunding dengan putranya Dito.
" masalah apa Bun ?" tanya Rania yang kini sudah mendudukkan diri di atas tempat tidurnya.
" besok malam saja bunda mampir ke rumah kamu ya, ya sudah kamu sekarang istirahat " ucap Bunda dan tak lama sambungan telepon mereka pun terputus.
' kira kira apa yang akan di sampaikan bunda ? ' gumam Rania sambil berjalan menuju kamar mandi untuk segera membersihkan diri.
Wildan yang memang sudah terbiasa memasak, terlihat begitu lihai dan cekatan dalam memasak hingga tidak sampai satu jam semua makanan sudah tersaji di meja makan dan semua nya itu makanan kesukaan Rania Raja dan Talia.
" hai sayang.. sudah mandi ?" tanya wildan saat melihat kedua anaknya yang terlihat lebih segar setelah membersihkan diri.
__ADS_1
" sudah yah.. ibu mana yah" tanya Raja yang kini semakin posesif pada ibunya.
" tuh ibu " ucap Wildan sambil menunjuk dengan dagunya ke arah Rania.
" maaf ya ibu lama " ucap Rania yang berpikir semuanya sudah menunggu dirinya.
" mas.. tadi bunda telpon katanya besok malam mau ke sini, ada yang mau bunda sampai pada kita " ucap Rania yang kini sedang mengambilkan makan malam untuk suami dan anak anaknya.
" iya.. besok mas usahakan pulang cepet dari kantor " ucap Wildan yang kini sudah memulai makan malam nya setelah melihat Rania yang juga sudah siap untuk makan.
Makan malam kali ini pun terasa berbeda, dimana kini sudah kembali terlihat cahaya di rumah ini dimana Rania kini sudah berada diantara wildan dan anak anaknya.
" yah.. Bu.. Talia sama Raka tidur dulu ya " pamit Talia di ikuti Raja, sedangkan kini Rania dan Wildan sedang berada di ruang keluarga setelah melihat Raja dan Talia pergi.
" mas.. kira kira apa yang mau bunda bicarakan ya ?" tanya Rania yang kini sudah bersandar pada dada suaminya, sedangkan Wildan memeluk Rania dari belakang.
" jangan terlalu memikirkan hal yang belum terjadi, berpikir positif saja " ucap Wildan yang tak ingin karena stres Rania kembali masuk rumah sakit akibat kecelakaan kemarin.
Rania yang merasakan kenyamanan dalam pelukan suaminya pun kini mulai tertidur dalam dekapan suaminya yang masih asik melihat film.
" selalu ceria seperti ini sayang " ucap Wildan yang melihat Rania yang sudah mulai terlelap.
Merasa posisi Rania yang mulai terlihat kurang nyaman, Wildan pun menggendong Rania menuju kamarnya meski harus menaiki anak tangga tapi tak menyurutkan langkah Wildan untuk bisa memberikan kenyamanan pada istrinya.
" mas.. Rani turun saja " ucap Rania yang menyadari dirinya di gendong bahkan kini mereka berada di tengah tengah tangga.
" pegangan saja yang erat " ucap Wildan yang tak berniat menurunkan Rania bahkan tak terlihat Wildan yang kelelahan setelah menggendong Rania.
" mas.. " Rania menatap wajah suaminya yang masih menggendong nya
" hemm .." ucap Wildan yang berhenti di depan pintu kamar mereka, Rania pun membuka pintu kamar agar Wildan bisa menerus kan langkah nya.
" mas kangen ngga sama Rania " ucap Rania yang kini baru saja Wildan letakan di atas tempat tidurnya.
" mas kangen.. tapi kamu baru saja keluar dari rumah sakit " ucap Wildan sambil membelai pipi Rania hingga berakhir di bibir Rania.
__ADS_1
Rania pun menggenggam tangan Wildan yang masih berada di atas bibirnya dan mengarahkan ke pipinya.
" tapi Rania siap " ucap Rania yang entah mendapat dorongan dari mana bisa mengatakan hal se absurt itu.
" yakin.. ??" ucap Wildan yang memang sangat menginginkan penyatuan di antara mereka, Rania pun mengangguk sambil tersenyum seolah memberikan lampu hijau atas apa yang akan suaminya lakukan.
Wildan pun mulai melancarkan aksinya, mulai dari mencium kening Rania lalu turun ke hidung dan berakhir di bi bir Rania bahkan kini kedua Indra perasa Rania dan Wildan seolah saling bertarung dan bertaut.
Puas dengan itu kini Wildan sudah mulai menelusuri setiap jengkal da da rania yang sudah satu Minggu tidak iya sentuh.
" hai sayang .. kita bertemu lagi " ucap Wildan sambil mengecup sekilas Choco chips Rania yang sudah mulai mengeras.
" bilang sama mas kalo kamu merasakan sakit ya " ucap Wildan karena kini keduanya sudah sama sama polos, Rania hanya mengangguk dengan dengan kedua tangan yang menutupi gua milik nya yang sepertinya sudah mulai basah.
" jangan di tutup " ucap Wildan yang kini sudah berada di depan gua Rania.
" mas .. Jangan seperti ahhhh " untuk pertama kalinya Rania merasakan rasa yang luar biasa yang Wildan berikan padanya karena kini dirinya benar benar menikmati menyatukan mereka.
" nikmati saja sayang " ucap Wildan yang masih bermain di gua Rania meski hanya dengan Indra perasa nya saja.
" emmmm " meski hanya menggunakan Indra perasa kini Rania sudah mendapatkan pelepasan pertama nya.
" jangan di tahan sayang.. lepaskan semuanya, meski kamu ingin berteriak maka berteriak lah.. " ucap Wildan yang kini benar-benar melakukan penyatuannya.
" aaahhhh " Rania memejamkan matanya menikmati apa yang tadi sangat iya inginkan.
" mas ingin kita memiliki anak lagi " ucap Wildan yang baru saja mendapatkan pelepasan nya.
" aamiin.. Rani harap bisa secepatnya " ucap Rania yang masih mengatur nafasnya yang masih memburu.
" Bun.. apa kakak ngga kan keberatan dengan apa yang akan Bunda sampai kan besok ??
✍️✍️✍️ kira kira apa yang ingin di sampaikan bunda Lucia pada Rania dan juga Wildan ??🤔🤔
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.
__ADS_1
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar lebih semangat lagi UP nya.
Love this moreeeee 😍😍🌹