Dihamili Pria Arogan ( Cahaya Di Ujung Kegelapan )

Dihamili Pria Arogan ( Cahaya Di Ujung Kegelapan )
Melarikan Diri


__ADS_3

Ridzwan memang merencanakan jika tidak bisa membawa Rania baik baik maka iya akan membawa Rania secara paksa, dan ini yang iya lakukan sekarang dimana dirinya membawa Rania secara paksa.


Tapi yang tidak Ridzwan sadari dimana kini yang Ridzwan hadapi bukanlah Rania empat tahun lalu, dimana dulu Rania begitu lemah hingga bisa di ruda paksa oleh Ridzwan. kini yang Ridzwan hadapi adalah Rania yang baru yang sudah di gembleng secara khusus oleh Wildan.


" ok.. kita mau kemana " tanya Rania lembut sambil mencari cara agar dirinya bisa lepas dari Ridzwan dan bisa menghubungi Wildan.


Ridzwan menatap sekilas ke arah Rania sambil tersenyum penuh arti.


" ternyata dari dulu sampai sekarang masih sama saja sok jual mahal " ucap Ridzwan.


" jika aku tidak seperti itu mungkin kamu akan terbebas dari rasa bersalah " ucap Rania santai sambil memasukan tangannya kedalam blazer yang iya gunakan dan menekan tombol darurat yang sudah lama Wildan setting di handphone Rania.


" aku ingin kita menikah malam ini " ucap Ridzwan sambil membelokan mobilnya ke sebuah villa milik keluarganya yang ternyata berada jauh dri permukiman warga.


" kenapa harus buru buru " ucap Rania mengukur waktu berharap bisa selamat dari Jerat yang mungkin sudah di siapkan Ridzwan untuk nya.


Ridzwan pun menghentikan mobilnya tepat di parkiran klinik, Ridzwan pun turun dari mobil dan segera berlari untuk membuka pintu untuk Rania sebelum Rania kabur dan semua usahanya gagal.


" ayo " ucap Ridzwan secara paksa sambil menarik tangan Rania agar bisa segera keluar dari mobil.


" ok aku turun, tapi biarkan aku turun sendiri " ucap Rania mencoba mencari cela.


Ridzwan yang masih berfikir Rania masih Rania yang lemah pun membiarkan Rania turun seorang diri tanpa di pegangi oleh Ridzwan.


Rania turun dengan sangat lambat sambil melihat ke sekeliling dan melihat situasi yang lumayan sepi terlebih di sekelilingnya hanya hamparan pohon Pinus yang menjulang tinggi.


Ridzwan yang tidak sabar langsung menarik tangan Rania tapi dengan sigap Rania memutar tangan Ridzwan yang tidak siap dengan serangan yang di lakukan Rania padanya.


Rania pun mendorong tubuh Ridzwan setelah menendang tulang kering di kaki Ridzwan dengan sangat kencang.


" aauuhhh raniaaaa" teriak Ridzwan memanggil Rania yang sedang berlari menuju jalan yang tadi mereka lewati.

__ADS_1


Ridzwan berlari mengejar Rania meski dengan kaki terpincang pincang, Rania terus saja berlari tanpa menghiraukan arah yang di tuju Rania karena yang terpikir oleh Rania hanya berlari sejauh mungkin dari Ridzwan.


Sedangkan Wildan yang baru saja selesai meeting bersama rekan bisnisnya pun baru saja membuka handphone nya, tapi alangkah kaget nya wildan saat melihat panggilan darurat yang pernah diri ya ajarkan ada Rania.


" ya tuhan, ada apa dengan Rania " ucap Wildan saat melihat handphone nya.


Wildan pun mulai melacak keberadaan Rania berdasarkan titik lokasi GPS yang tertera di handphone nya, tapi alangkah kagetnya Wildan saat melihat Rania berada jauh dari kantor.


" bukankah ini daerah dimana villa kak Rizky berada ?" tebak Wildan saat melihat titik lokasi Rania di handphone nya.


degg


" RIDZWAAAAAANNN " teriak Wildan saat mengingat kemungkinan siapa orang yang mungkin bisa membawa Rania ke sana.


Wildan pun mencoba menghubungi ibunya yang saat ini masih berada di rumah bersama Talia dan juga Raja dimana Talia memangs Edang libur sekolah.


" Bu.. Wildan titip Raja sama Talia dulu ya ada yang harus Wildan urus bersama Rania " ucap Wildan yang menghubungi Bu sila lewat sambungan telepon nya.


" ya sudah ya Bu, Wildan tutup dulu telepon nya " ucap Wildan yang terpaksa berbohong agar ibunya tidak merasa khawatir.


" maaf ya Bu, nanti kalo semuanya sudah selesai Wildan kasih tau yang sebenarnya sama ibu " ucap Wildan dalam hati.


Wildan pun berjalan menuju ke luar kantor untuk menuju mobilnya dan mulai mengikuti arah rute yang di tujukan GPS dimana Rania berada.


" kamu harus bisa bertahan ran, tunggu mas ok " ucap Wildan sambil mempercepat laju kemudi mobilnya karena iya tidak ingin sampai terlambat menyelamatkan Rania yang entah untuk apa orang itu menculik Rania.


" awas kau Ridzwan.... jika sampai Rania terluka sedikit saja, om tidak akan mengampuni mu " ucap Wildan yang terus berpacu dengan waktu untuk bisa menyelamatkan Rania.


Sedangkan di hutan Pinus yang lumayan lebat dan luas, Rania terus berlari yang memasuki hutan Pinus karena hampir saja tertangkap oleh Ridzwan yang juga tidak menyerah untuk terus mengejarnya.


" RANIAAAA " teriak Ridzwan saat tidak melihat Rania di antar sela sela pohon Pinus.

__ADS_1


" RANIAAAA " Ridzwan kembali berteriak saat melihat pakaian Rania di antar sela sela pohon Pinus.


Ridzwan kembali berlari mendekati pohon yang dia pikir ada Rania di sana, tapi saat sudah sampai hanya ada blazer yang sengaja Rania simpan di sana untuk mengecoh perhatian Ridzwan.


Sedangkan Rania malah berlari berlawanan arah dengan Ridzwan berapi dengan jalan yang sedikit memutar agar dirinya bisa sampai ke jalan utama karena Rania pikir jika di jalan utama iya bisa meminta pertolongan pada orang orang atau mungkin pengendara yang mungkin sedang lewat.


" ARRRRGHH "


" ternyata dia sudah berubah jadi rubah kecil yang sangat cerdik " ucap Ridzwan yang merasa kesal karena kini Rania sudah jauh lebih pintar dari empat tahun lalu.


Rania terus saja berlari meski tak jarang dirinya terjatuh bahkan iya tidak memperdulikan tubuhnya yang banyak tergores ranting berdiri di mana iya harus melewati nya.


Di tambah hujan yang ikut mengguyur daerah itu, membuat Rania semakin merasa jika dirinya mungkin akan kembali pada titik dimana kegelapan itu pernah iya rasakan, tapi saat mengingat Raja dan Talia semangat Rania kembali muncul bahkan semakin menggelora.


Disisi lain Wildan yabg kini sudah mulai memasuki daerah dimana villa milik kakaknya berada pun sedikit menelan kan laju kendaraannya karena jalan yang kini di guyur hujan dan juga hari yang mulai gelap membuat Wildan semakin mengkhawatirkan Rania.


" kamu dimana ran " ucap Wildan sambil menajamkan pandangan nya ke kanan dan ke kiri berharap bisa menemukan secercah harapan dan petunjuk akan keberadaan Rania.


Wildan terus saja melajukan mobilnya dimana kini sudah mulai terlihat rumah rumah penduduk yang artinya villa kakaknya pun semakin dekat.


" semoga kamu bisa bertahan sayang, beri mas petunjuk dimana kmu berada, agar mas bisa segera menolongmu " ucap Wildan sambil terus menelusuri jalan yang semakin gelap dan hujan yang semakin lebat.


Tapi sesuatu mengagetkan Wildan dimana ada seseorang yang tiba tiba saja menyebrang jalan dan...


" arrrrghh


✍️✍️✍️ waduhhh kira kira siapa yang tertabrak oleh Wildan ?🤔🤔 dan kita kira apa yang akan Wildan lakukan jika benar yang mencoba memulai rania adalah keponakan nya sendiri 🤔🤔


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi.

__ADS_1


love you moreeeee 😍😍🌹


__ADS_2