
Sudah dua hari Ridzwan mencari alamat panti asuhan Rania, tapi karena berpindahnya lokasi panti membuat Ridzwan kesulitan menemukan lokasi baru di mana Panti itu berada kini.
" arrhhh.. kenapa sangat sulit menemukan panti asuhan itu " ucap Ridzwan yang kesal karena hari ini kembali gagal memberikan kabar baik pada Rania dan om Wildan.
" sabar.. yang penting kita harus terus berusaha " ucap Mutia mengingatkan meski dengan perut yang sedari tadi tidak bisa iya kondisi kan karena merasa mual yang tak tertahan.
" yah tolong menepi " ucap Mutia kala mula di perutnya sudah tak tertahan lagi.
" huueeek .. huuueeek " Mutia akhirnya bisa memuntahkan isi perutnya setelah Ridzwan menepikan mobilnya di pinggir jalan.
" sayang ... kamu ngga papa ?" tanya Ridzwan penuh khawatir.
" ngga papa " ucap Mutia meski sebenarnya kepalanya berputar hebat dan tak lama Mutia pun ambruk dalam pelukan Ridzwan yang setia berada di belakangnya.
" sayang... ya tuhan " Ridzwan langsung menggendong Mutia dan memasukannya kedalam mobil, Ridzwan pun mulai melajukan mobilnya ke arah klinik yang memang tak jauh dari tempat mereka berada.
" kamu kenapa sayang " ucap Ridzwan sambil mengemudi kan mobilnya.
Ridzwan pun langsung menggendong Mutia setelah berada tepat di halaman sebuah klinik.
" dok ... tolong dok.. istri saya tiba tiba pingsan " ucap Ridzwan yang sudah meletakan Mutia di atas tempat tidur pasien.
Ridzwan yang setia berada di dekat Mutia pun terlihat sangat khawatir karen baru kali ini iya melihat Mutia seperti ini.
" selamat ya pak.. " ucap dokter yang baru saja memeriksa keadaan Mutia.
" selamat ?" Ridzwan yang heran pun tetap menyambut uluran tangan dokter yang memberi selamat padanya.
" apa bapak tidak tau kalo ternyata istri anda ini sedang hamil " ucap dokter menjelaskan, tapi dengan polosnya Ridzwan menggeleng sambil menundukkan wajahnya.
Tapi tak lama wajah Ridzwan pun terangkat dengan senyum cerah di wajahnya.
" dokter serius kan ?" tanya Ridzwan, Dokter pun hanya mengangguk.
" tapi untuk lebih jelasnya lagi, anda bisa membawa istri anda ke rumah sakit agar tau kondisi janin yang ada di dalam rahim ibunya"
" dok... tolong ibu saya ... " ucap seorang anak gadis yang kini sedang memapah wanita paruh baya.
" tolong letakkan ibunya di atas tempat tidur sana saja, nanti akan kami periksa " ucap dokter yang masih mengecek kondisi Mutia.
" maaf dok " ucap Ridzwan yang merasa perlakuan yang di berikan pada ibu itu berbeda dengan perlakukan padanya.
" tolong periksa dulu ibu itu " ucap Ridzwan yang tak tega melihat wanita paruh baya yang terlihat sangat lemah.
" terima kasih pak " ucap gadis itu setelah dokter mau memeriksa keadaan ibunya.
__ADS_1
" mas.. " Mutia yang baru saja tersadar pun melambaikan tangannya ingin di genggam oleh suaminya.
" maaf sudah mengganggu pencarian kita " ucap Mutia saat sadar dirinya kini berada di sebuah klinik.
" harusnya ayah yang minta maaf karena ngga tau kondisi kamu yang lagi hamil muda " ucapan Ridzwan tentu saja membuat Mutia terdiam.
" sayang .. kok malah diam ?' tanya Ridzwan sambil menepuk pipi Mutia.
" Mutia hamil yah ?" tanya Mutia yang masih tidak percaya dengan apa yang di sampaikan suaminya.
" iya sayang.. " ucap Ridzwan tanpa mereka sadari obrolan Ridzwan dan Mutia pun terdengar oleh wanita paruh baya.
" selamat ya, mas.. mba... " ucap wanita paruh baya yang terlihat sangat lemah.
" andai laki laki yang menghamili Rania dulu laki laki baik seperti mu mungkin saja " ucap wanita paruh baya itu yang memang terlihat menyimpan luka.
" memang Rania itu siapa ?" tanya Mutia pada wanita paruh.
" putri saya " ucap ibu paruh baya itu singkat.
Degg
Mutia merasa jika Rania yang di maksud ibu tadi memang Rania yang iya kenal.
" maaf Bu kita belum berkenalan " ucap Mutia yang merasa jika wanita ini yang sedang mereka cari dua hari ini.
" saya Bu Kanaya "
Degg ...
Ridzwan dan Mutia saling tatap dan tak lama terdengar suara Ridzwan yang kini sudah mencoba mendekati Bu Kanaya yang masih tergolek di atas tempat tidur.
" apa ibu tau panti asuhan mutiara letaknya di mana ya ? " ucap Ridzwan yang berharap ada titik terang dari masalah yang mereka hadapi.
Lain halnya di rumah sakit dimana Rania sudah di perbolehkan pulang meski masih di larang melakukan hal berat.
" mas Wildan " ucap Rania yang baru saja turun dari dam mobil wildan.
" ini rumah siapa ?" tanya Rania yang masih berdiri di samping mobil.
" ini rumah kamu sayang " ucap Wildan yang masih harus menjelaskan pada Rania agar ingatan nya kembali.
Meski ragu Rania tetap memasuki rumah yang menurut wildan adalah rumah mereka.
" ayah ..ibu ..." Raja dan Talia pun bergegas menghampiri rania yang baru saja tiba di rumahnya dan langsung memeluk Rania.
__ADS_1
Rania yang mulai terbiasa dengan semua itu langsung membalas pelukan Raja dan Talia.
" maaf ibu belum sepenuhnya mengingat kalian " ucap Rania dengan wajah sedihnya.
" tidak apa apa Bu " ucap Talia yang masih memeluk Rania.
Beda di sebuah rumah, dimana disana vito sedang memberi informasi pada atasannya.
" bagaimana sekarang." tanya pak Wilman yang ingin mengetahui kondisi Rania.
" maaf.. Rania baru saja pulang ke rumahnya " ucap Vito degan wajah tertunduk karena kembali gagal melenyapkan Rania.
" dasar bodoh " ucap pak Wilman yang merasa kesal dengan apa yang di kerjakan Vito.
" ANGKAT TANGAN... " ucap salah satu polisi yang tiba tiba saja menggerebek rumah diman Vito berada.
pak Wilman dan Vito pun hanya bisa pasrah karena kini tidak ada cara lain untuk kabur dari tempat ini.
" saudara kami tahan atas percobaan pembunuhan yang kalian lakukan pada nyonya Rania " ucap salah satu polisi.
Dan tak jauh dari mereka muncullah Dito dengan wajah yang sulit diartikan.
" Dito ?" pak Wilman tidak percaya jika Dito akan ada di antara penyergapan dirinya.
" ya yah... ini Dito" ucap Dito yang memang menyelidiki kasus kecelakaan Rania yang sudah dua kali terjadi.
" dasar anak tidak tahu malu ?" ucap pak Wilman yang berusaha menarik Dito dalam cengkraman nya.
" kenapa ayah selalu jahat sama mba Rania" tanya Dito yang lelah dengan sikap ayahnya.
" karena dia hanya akan menghalangi kamu mendapatkan semuanya " ucap pak Wilman tanpa rasa menyesal.
" tapi Dito tidak butuh itu semua " ucap Dito yang ingin menyadarkan ayahnya yang terlalu tamak akan harta.
" dasar anak tidak tau di untung "
" kamu akan menyesal sudah menyia nyiakan kesempatan yang ayah berikan sama kamu " ucap pak Wilman.
" Dito tidak akan menyesal untuk tidak mengambil apa yang bukan hak Dito selamanya...
✍️✍️✍️ apakah Dito akan tetap berpegang teguh pada prinsip nya ??dan apakah wanita paruh baya itu benar Bu Kanaya wanita yang sedang Rania cari 🤔🤔
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.
__ADS_1
Love you moreeeee 😍😍🌹