
Pagi ini terasa sangat berbeda di rumah Wildan, Dimana terasa sekali kehangatan keluarga di antara Wildan Rania dan anak anak mereka.
" ayo mas kita sarapan " ucap Rania sambil menyiapkan sarapan yang sudah iya buat sendiri dengan penuh cinta.
" Bu .." Talia dan juga Raja tidak mau kalah ingin di perhatikan oleh ibu mereka, Wildan tersenyum melihat kini keluarga nya terlihat sempurna dimana Rania kini tidak hanya singgah tapi sudah menetap dan menjadi bagian dari keluarga.
Mereka pun sarapan dengan penuh rasa bahagia meski sebenarnya ini bukan pertama kalinya Rania dan Raja sarapan di rumah Wildan tapi mungkin karena status yang di sandang Rania kini membuatnya terasa berbeda.
" ibu tau.. Talia sangat bahagia ayah dan ibu sudah menikah dan semoga tidak ada lagi yang akan mengusik kebahagiaan keluarga kita lagi " ucap Talia dimana terlihat pancaran kebahagiaan di matanya.
" aamiin " jawab serempak Wildan dan juga Rania karena mereka juga mengharapkan hal yang sama dengan yang Talia inginkan.
drrrtt drrrtt
Bunyi notifikasi handphone Rania pun menyita perhatian semua yang ada di meja makan.
" ran.. aku bukan ingin memberikan harapan palsu padamu tapi aku harap saat pernikahan nanti kamu menggunakan liontin yang sama dengan yang kamu pakai saat pernikahan kemarin "
Rania membaca pesan yang di kirim Mutia dengan alis yang menyatu karena tak mengerti maksud pesan yang di kirim mutia padanya.
" kenapa sayang ?' tanya Wildan yang melihat perubahan di raut wajah Rania setelah membaca pesan yang iya tidak tau dari siapa.
Tanpa banyak bicara Rania menyerahkan handphone nya pada wildan agar wildan bisa membaca pesan itu langsung.
" biar nanti mas tanya sama Ridzwan sebenarnya ada apa dengan Mutia yang terlihat penasaran dengan liontin yang kamu pakai " ucap Wildan sambil menyerahkan handphone Rania.
Rania pun mulai membereskan sisa sarapan sedangkan Wildan memasuki kamarnya untuk menanyakan ada Ridzwan apa yang sebenarnya diketahui Mutia.
" halo om ada apa ?" tanya Ridzwan yang tidak menyangka akan mendapat telepon sepagi ini dari pengantin baru.
" Mutia tadi mengirim pesan pada Rania yang menyuruhnya menggunakan kalung dan liontin yang di pakai Rania kemarin " ucap Wildan sambil melihat ke arah pintu berharap Rania tidak memasuki kamarnya sebelum iya tau yang sebenarnya.
" ada kemungkinan Rania itu anak dari Tantenya Mutia " Wildan tak percaya dengan apa yang iya dengar dari mulut Ridzwan.
" tapi semuanya masih belum jelas om, karena Mutia sendiri belum yakin karena kejadian itu sudah lebih dari dua puluh tahun" ucap Ridzwan menjelaskan yang iya tau.
__ADS_1
" jadi Ridzwan harap om tidak menjelaskan dulu pada Rania sebelum semuanya pasti agar Rania tidak Kecewa jika semuanya tidak benar " ucap Ridzwan yabg langsung di setujui oleh Wildan.
" ok.. om tidak akan memberitahu pada Rania, dan kita biarkan saja semuanya mengalir apa adanya " ucap Wildan sambil menutup sambungan teleponnya.
" mas.. " Rani yang baru saja memasuki kamarnya bersama Wildan di saat Wildan baru saja meletakan handphone nya di atas tempat tidur.
Wildan langsung merangkul pinggang Rania yang sudah berdiri di depan nya.
" apa mas sudah menghubungi Ridzwan?" tanya Rania sambil membelai rambut suaminya meski usia mereka terpaut sepuluh tahun.
" sudah.. dan Ridzwan juga tidak tau apa apa " ucap Wildan yang terpaksa berbohong.
" ya sudah tidak apa apa, kita lihat saja apa yang akan terjadi saat pernikahan Ridzwan dan Mutia nanti " ucap Rania yang berusaha menutupi rasa kecewanya.
Wildan pun memutar tubuh Rania agar berada di atas pangkuan nya sedangkan dirinya bisa memeluk Rania dengan erat.
" kamu tau sayang " ucap Wildan sambil menyimpan dagunya di pundak Rania.
" apapun yang kan terjadi kedepannya akan ada mas, Talia dan juga Raja yang akan selalu bersama dengan mu dalam keadaan apapun" ucap Wildan.
Waktu berlalu tanpa terasa dimana hari ini adalah hari pernikahan Ridzwan dan Mutia yang akan di selenggarakan di sebuah gedung yang memang sudah di pesan Ridzwan untuk hari istimewa nya.
" mas.. " Rania terlihat begitu tegang saat tiba di gedung pernikahan Ridzwan dan Mutia bahkan kegugupan hari ini mengalahkan kegugupan nya di hati pernikahan nya seminggu lalu.
" ada mas yang akan selalu bersama dengan kamu apapun yang terjadi nanti " ucap wildan sambil menggenggam tangan Rania.
Rania menghirup dalam dalam udara di sekitar berharap bisa membuatnya tenang, dan usahanya pun berhasil ditambah dukungan dari wildan yang selalu meyakinkan jika semuanya akan baik baik saja.
Rania dan Wildan pun mulai memasuki gedung pernikahan dimana Ridzwan baru saja mengucapkan ijab Kabul secara lugas dan lancar.
" ayah.. selamat ya " ucap Raja yang datang menghampiri Ridzwan dan Mutia bersama dengan Talia kakaknya.
" terima kasih sayang " ucap Ridzwan sambil menggendong Raja.
" dan mulai sekarang panggil Tante Mutia dengan sebutan mama mutia " ucap Ridzwan mengajari Raja bagaimana memanggil Mutia nanti.
__ADS_1
" mama Mutia " ucap Raja mengulang ucapan ayahnya.
" selamat ya Ridzwan " ucap Rania yang baru saja memberikan selamat pada pasangan pengantin baru ini.
" makasih ran " ucap Mutia sambil memeluk Rania begitu erat.
" Tante.. " ucap Mutia melambaikan tangannya pada adik dari ayahnya setelah melepaskan pelukannya dari Rania.
" iya sayang ada apa ?" tanya Tante Lucia yang langsung datang mendekati Mutia tanpa melihat ke arah Rania
" Tante kenalkan ini Rania teman kuliah Mutia dulu " ucap Mutia yang ingin melihat reaksi keduanya jika bertemu.
Rania dan Tante Lucia saling tatap dan tak lama pandangan mereka tertuju pada kalung yang melingkar di leher mereka masing masing dimana di sana juga ada liontin indah dengan bentuk dan ukuran yang sama persis.
" Dyandra.." ucap Tante Lucia sambil membelai pipi Rania dengan sangat pelan seolah meresapi setiap sentuhan yang iya berikan untuk wanita yang ada di hadapannya.
Dan tak lama tangan Tante Lucia menyentuh liontin yang di pakai Rania dan membaliknya secara perlahan memastikan ada inisial yang khusus iya ukir untuk anaknya.
" Dyandra ya kamu Dyandra Sutomo putriku yang hilang dua puluh tahun lalu " ucap Tante Lucia sambil memeluk Rania begitu erat.
Rania yang belum paham dengan apa yang terjadi hanya bisa membiarkan wanita yang iya tau Tante dari Mutia memeluknya bahkan menyebutnya dengan panggilan Dyandra.
" maaf Tante .. sebaiknya kita duduk di sana agar tidak menggangu tamu undangan yang mulai berdatangan " ucap Wildan yang menyadari dimana mereka berdiri saat ini.
Rania dan juga Tante Lucia pun mengikuti permintaan Wildan dan kini mereka sudah duduk di kursi yang ada di sudut ruangan resepsi pernikahan Ridzwan.
" Dyandra anak ku " ucap Tante Lucia setelah mereka berdua duduk di tempat yang di tunjuk Wildan tadi.
" Dyandra ?? anak ku ??
✍️✍️✍️ apakan Rania akan mudah menerima pengakuan seorang wanita yang tiba tiba saja hadir di hidupnya ??
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi.
__ADS_1
love you moreeeee 😍😍🌹