Dihamili Pria Arogan ( Cahaya Di Ujung Kegelapan )

Dihamili Pria Arogan ( Cahaya Di Ujung Kegelapan )
Luapan emosi wildan


__ADS_3

Kabar penangkapan pak Wilman pun sudah sampai di telinga Wildan dan Bu Lucia yang kini sedang berada di rumah Wildan.


" Bun, Wildan titip Rania " ucap Wildan yang baru saja mendapat kabar dari Dito dimana kini Dito sudah berada di kantor polisi.


" iya kamu tenang saja, Rania aman sama Bunda " ucap Bunda Lucia yang berusaha mendekati Rania yang masih menganggap nya orang asing.


" Bunda harus sabar, Wildan yakin jika Rania akan kembali mengingat kita semua " ucap Wildan, sedangkan Bunda Lucia hanya bisa mengangguk dan berharap Rania bisa benar benar sembuh dan bisa mengingatnya lagi.


Kini wildan sedang menuju kantor polisi dimana Dito sudah lebih dulu berada di sana,


" bagaimana ?" tanya Wildan saat dirinya sudah berada di hadapan Dito.


" maafkan ayah.." ucap Dito yang menunduk malu di hadapan Kaka iparnya.


" ayah terlalu tamak atas apa yang bukan hak kami " ucap Dito yang merasa malu dengan apa yang ayahnya lakukan.


" tapi jujur saya tidak pernah berpikir ingin menguasai harta yang bunda punya " ucap Dito takut Wildan berpikir jika dirinya sama dengan ayahnya.


" mas percaya sama kamu " ucap Wildan yang melihat ketulusan dari semua ucapan Dito.


" boleh mas ketemu ayah kamu ?" tanya Wildan karena ingin sekali memberi pelajaran pada mertua tirinya, Dito hanya mengangguk dan memberi jalan.


Setelah mendapatkan izin dari pihak kepolisian kini Wildan pun bisa bertemu dengan pak Wilman yang tanpa rasa malu dan bersalah berani menatap wajah Wildan.


Bugg


Wildan meninju wajah pak Wilman yang sudah berkali kali mencoba mencelakai Rania,sedangkan pak Wilman hanya mengusap sudut bibirnya yang berdarah karena pukulan yang di layangkan Wildan padanya.


" APA SALAH RANIA HAH " Ucap Wildan meluapkan semua emosinya yang langsung di lerai oleh polisi yang berjaga di sana.


" kamu mau tau salah rania apa ?" tanya pak Wilman congkak.


" salahnya Rania karena dia sudah berani muncul di hadapan Lucia lagi setelah lebih dari dua puluh tahun menghilang " ucap pak Wilman sambil menatap ke arah Dito yang tak jauh dari tempat dimana dirinya berada.


" Rania bukan menghilang, tapi anda yang sudah membuangnya jauh dari ibu kandungnya sendiri " ucap Wildan.


" dan untuk kali ini saja jamin anda tidak akan pernah bisa bebas lagi " ucap Wildan yang langsung berbalik meninggalkan pak Wilman.


" mas tunggu " Dito berusaha mengejar wildan yang bergegas keluar dari kantor polisi, Wildan pun berhenti tanpa melihat ke arah Dito.

__ADS_1


" Dito boleh ikut pulang ? kebetulan Dito tidak membawa mobil " ucap Dito yang langsung mendapat lemparan kunci dari Wildan yang terlihat masih kesal bercampur amarah.


" maafkan ayah kak " ucap Dito yang kini sudah mengemudikan mobil Wildan menuju rumahnya.


" jujur Dito tak pernah berfikir untuk menguasai harta bunda, bahkan sebelum kembalinya kak Rania " ucap Dito yang tak ingin Wildan berfikiran yang macam macam tentang dirinya.


" kakak percaya dan kakak harap kamu tidak akan pernah mengecewakan kepercayaan yang kami berikan " ucap Wildan.


" bukan karena harta yang kami persoalkan tapi kepercayaan yang kami utamakan " ucap Wildan yang masih menatap jalan yang mereka lalui.


" bahkan Rania pun tak menginginkan apa yang menjadi haknya " ucap Wildan.


" tapi demi menjaga peninggalan ayahnya jadi Rania mau memegang perusahaan itu " ucap Wildan menyampaikan seperti apa yang pernah Rania utarakan padanya.


" jadi kakak harap kamu tetap harus terjun dan membantu Rania " ucap Wildan yang menatap sekilas ke arah Dito.


Tanpa terasa kini mereka sudah sampai di teras rumah Wildan dimana Raja sedang bermain dengan teman-temannya.


" ayah,.. " ucap Raja sambil berjalan ke arah Wildan.


" eh ada om Dito " ucap Raja yang langsung menjabat tangan Dito.


" nenek ada di kamar ibu " ucap Raja sambil terus mengikuti ayahnya, sedangkan Talia baru saja keluar dari kamarnya dan mulai menuruni tangga.


" eh ada om Dito ?" tanya Talia menyapa Dito yang kini juga sebagai guru di sekolah nya.


" mau Talia buatkan teh " tanya Talia sedangkan Dito hanya mengangguk sambil mengikuti Talia yang kini sedang menuju meja makan.


" jangan terlalu manis " ucap Dito sambil mendudukkan diri di kursi meja makan, Talia pun mulai membuatkan teh manis untuk guru sekaligus om nya.


" tadi pulang sekolah sama siapa ta ?" tanya Dito yang tak tau harus berbicara apa dengan Talia.


" teman, kan ayah lagi ngga bisa jemput " ucap Talia apa adanya.


" lain kali hubungi om kalo ayah kamu ngga bisa jemput, jangan ikut orang lain " ucap Dito.


" tapi kan Talia ngga punya nomor om Dito " ucap Talia yang merasa segan meminta di jemput olehnya.


Dito yang melihat handphone Talia yang tergeletak di meja makan pun langsung mengambilnya sebelum berhasil di ambil oleh Talia.

__ADS_1


" om.. itu handphone Talia " ucap Talia.


" saya tau, Saya hanya akan cek handphone kamu saja siapa tau ada yang aneh aneh di dalam sini " ucap Dito yang kini sudah berhasil membuka handphone Talia yang memang tidak terkunci.


" apaan sih.. mana Talia menyimpan hal yang aneh aneh " ucap Talia yang baru saja meletakan teh buatannya di atas meja.


" sudah.. " ucap Dito setelah mendengar bunyi nada dering handphone nya tanda ada panggilan masuk.


Talia yang tidak mengerti pun hanya menerima handphone yang kini sudah di berikan Dito padanya lagi.


" lain kali jika tidak ada yang menjemput, hubungi om " ucap Dito yang beranjak dari duduknya membawa teh buatan Talia tapi sebelum itu Dito mengusak rambut Talia.


Tanpa Dito sadari apa yang di lakukan nya itu membuat pipi Talia bersemu merah dengan jantung yang berdebar tak beraturan.


' hai jantung tenang lah, iya hanya keponakan mu, bahkan Talia masih sangat kecil untuk mu ' ucap Dito menasehati hatinya.


Drrrtt drrrtt


handphone Wildan pun berdering dan tak butuh waktu lama Wildan pun langsung mengangkat sambungan teleponnya yang sudah iya ketahui dari siapa.


" iya ridz " ucap Wildan setelah mengangkat sambungan telepon nya.


" begini om, besok kami akan datang ke rumah om " ucap Ridzwan yang ingin memberi kejutan pada Wildan dan Rania.


" apa ini ada hubungannya dengan panti asuhan Rania dulu " tanya Wildan yang mulai menebak.


" om lihat saja besok, dan Ridzwan harap setelah ini Rania akan kembali ingat pada om dan kedua anak anaknya " ucap Ridzwan yang kini masih ada di panti asuhan Rania dulu.


" baik lah Ridzwan tutup dulu telepon nya " ucap Ridzwan yang langsung menutup sambungan telepon.


' om pun berharap Rania kembali mengingat kita semua...


✍️✍️✍️ apa benar Rania akan kembali mengingat dirinya ??


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.


Love you moreeeee 😍😍🌹

__ADS_1


__ADS_2