Dihamili Pria Arogan ( Cahaya Di Ujung Kegelapan )

Dihamili Pria Arogan ( Cahaya Di Ujung Kegelapan )
Mimpi Buruk Rania....


__ADS_3

Mutia yang seorang dokter psikolog sedikit banyak tau jika Rania banyak menyimpan luka yang tidak pernah di ceritakan pada siapapun, atau mungkin lebih cenderung menyimpan luka dari pada membaginya dengan orang lain.


" Mutia juga tidak tau Tante, tapi Mutia harap jika memang Tante yakin Rania anak Tante ajak Rania melakukan tes dengan cara yang halus " ucap Mutia dan tak lama Mutia pun melanjutkan langkahnya menaiki tangga sambil di ikuti Ridzwan di belakangnya.


Sedangkan di sudut ruangan yang tak jauh dari tempat Mutia dan Tante Lucia berbicara ada sepasang mata yang terlihat mengawasi bahkan mencuri dengar percakapan keduanya.


" aku tidak akan membiarkan anak pembawa soal itu kembali dan mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku " ucap orang yang dari tadi mengawasi.


Dan tak lama orang itu pun pergi ke luar dari rumah keluarga Mutia untuk bisa menyelidiki keadaan Rania dan apa yang akan iya lakukan kedepannya.


Lain halnya dengan Rania yang terlelap setelah lelah menangisi dirinya.


" apa begitu berat rasa yang kamu pendam selama ini sayang, hingga kamu tidak ingin membaginya dengan mas " ucap Wildan sambil menggenggam tangan Rania yang masih terlelap.


Sedangkan di sebuah taman tepatnya di kursi taman duduk lah seorang anak perempuan cantik dengan rambut yang di kuncir dua dengan hiasan Bunga di setiap ikatannya,


duduk menunggu ibunya yang sedang membelikan es krim.


" bunda lama amat sih " ucap anak kecil itu sambil melihat ke segala arah dan tak lama datang dua orang yang tidak iya kenali datang mendekati nya.


" adek cantik lagi nunggu bunda ya ?" tanya wanita yang tiba tiba saja datang dan mendudukkan diri di samping anak kecil itu.


" iya bunda lagi beli es krim " ucap anak kecil itu polos.


" Tante di suruh bunda jemput kamu, tadi mendadak bunda ada urusan " ucap wanita itu lagi sedangkan temannya yang satu mengawasi sekeliling.


" kenapa bunda ngga jemput Ade dulu " ucap anak kecil yang sudah mulai meneteskan air mata nya.


" ini Tante mau jemput " ucap wanita itu sambil menarik tangan anak kecil tadi agar mulai mengikutinya, dan dengan cepat kedua orang itu membawa anak kecil memasuki mobilnya dan melajukan dengan kecepatan penuh meninggalkan taman tadi.


" Tante mau bawa Ade kemana !" tanya anak kecil itu pada dua orang yang iya tidak tau namanya.


" kita mau ketemu Bunda " ucap wanita tadi masih memberikan alasan. Hingga lebih dari lima jam perjalanan darat sudah mereka lewati bahkan anak kecil itu sampai terlelap tak menyadari jika dirinya sudah jauh dari tempat ibunya berada.

__ADS_1


" Bu.. saya titip anak ini " ucap wanita tadi setelah menepikan mobilnya di sebuah panti asuhan yang ada di pinggiran kota.


" Ade mau pulang .. Ade ngga mau di sini "


" ADE MAU PULANG.. ADE NGGA MAU DI SINI"


" BUNDAAAAA ....." teriak Rania yang tentu saja membangunkan Wildan yang ikut terlelap di samping Rania.


" sayang... bangun....hai Rania...


sayang ... " ucap wildan sambil menepuk nepuk pipi rania.


" BUNDAAAAA" Rania terduduk dari tidurnya setelah mengalami mimpi buruk yang sudah lama tidak iya alami lagi, Rania yang dengan wajah berlinang air mata langsung di sambut pelukan oleh Wildan.


" hai sayang... tenang .. kamu aman di sini " ucap Wildan sambil membelai pipi Rania, meyakinkan jika semuanya baik baik saja.


" jangan tinggalin Rania mas..." ucap Rania yang kembali memeluk Wildan dengan sangat erat.


" mas ngga akan pernah ninggalin kamu sayang.. " ucap Wildan sambil mencium puncak kepala Rania penuh sayang.


" Rania mau bangun.. Rania mau lihat Raja dan juga Talia " ucap Rania yang mencoba turun dari tempat tidur namun di tahan oleh Wildan.


" biar mas yang panggil mereka untuk datang ke kamar, kamu tunggu di sini ok " ucap wildan yang sudah beranjak dari duduknya.


Tapi baru saja Wildan membuka pintu Raja dan Talia sudah ada di hadapannya.


" ibu nyariin... ayo masuk " ucap Wildan sambil membuka lebar pintu kamar nya.


" sayang... " Rania yang sudah beranjak dari tidurnya pun langsung memeluk Talia dan juga Raja yang sudah ada di hadapannya.


" sayang.. jangan pernah tinggalin ibu ya.. " ucap Rania. Talia dan juga Raja pun menatap ayah sedangkan Wildan hanya mengangguk sambil tersenyum pada kedua anaknya.


Malam ini terasa sangat berat bagi Rania bahkan untuk sekedar memejamkan matanya saja Rania seolah tak berani, bukan karena apa trauma di tinggal oleh orang yang tersayang kembali menghantui dirinya.

__ADS_1


Wildan yang mencoba mengerti pun meminta Raka dan juga Talia untuk tidur bersama dengan nya dan juga rania. hingga akhirnya Rania bisa terlelap setelah Wildan berhasil meyakinkan jika dirinya dan kedua anaknya tidak akan pernah meninggalkan dirinya.


Tak sulit bagi orang yang memang dari dulu sudah di liput sikap jahat dalam dirinya,kini iya pun sudah mendapatkan informasi mengenai Rania dan juga masa lalunya bahkan waktu yang iya butuhkan tidak lebih dari dua puluh empat jam.


" jadi kamu menikah dengan Wildan tapi memiliki anak dari keponakannya Wildan, menarik.. !!! " ucap orang itu yang masih membaca informasi yang baru saja iya dapat.


" tapi melihat reaksi penolakan yang kamu berikan saat pernikahan Mutia tadi tidak akan memberikan masalah untuk ku dan juga putra ku untuk tetap bisa menguasai harta ibu mu yang bodoh itu " ucap laki laki tadi yang tak lain adalah suami dari Tante Lucia.


" aku harus bisa Bergerak cepat, sebelum semuanya tidak bisa ku kendalikan lagi lebih baik kamu tetap tak terlihat oleh Lucia " ucap laki laki itu sambil meremas berkas yang baru saja iya baca.


" mas.. ayo sarapan " ucap Tante Lucia saat membuka pintu ruang kerja suaminya setelah anak buah suaminya pergi.


" iya sayang ayo.. Dika mana ?" tanya suami Tante Lucia yang bernama Wilman


" Dika sudah lebih dulu sarapan " jawab Tante Lucia mengenai anak sambungnya.


" mas.. Luci harap Rania teman Mutia itu Dyandra ku yang hilang " ucap Lucia sambil menyiapkan sarapan untuk suaminya.


" kalo boleh mas jujur, mas tidak yakin jika dia itu anakmu yang hilang dua puluh tahun lalu " ucap Wilman berusaha bersikap tenang.


" bisa saja iya hanya ingin menipu kamu dan mengambil harta peninggalkan mantan suami kamu yang dulu " ucap Wilman lagi.


" bahkan kamu melihat anak kamu Dyandra yang di temukan oleh tim SAR saat itu " ucap Wilman yang terus membuat keyakinan lucia pudar.


" jadi mas yakin jika kalung yang di pakai wanita itu tak sengaja iya beli di toko perhiasan " Tantu Lucia yang sudah mulai percaya dengan apa yang di ucapkan suaminya pun tampak diam memikirkan semuanya.


" tapi setidak nya untuk membuat hati Lucia yakin boleh kan Lucia mengajak Rania tes DNA ??


✍️✍️✍️ waduh Tante Lucia mudah terprovokasi 😒😒 tidak yakin dengan kata hati...🤦🤦


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi.

__ADS_1


Love you moreeeee 😍😍🌹


__ADS_2