
Seperti yang pernah wildan ucapkan jika dirinya dan Rania akan pergi baby moon setelah mendapat izin dari Raja dan Talia tentunya.
" mas.. tapi apa ngga masalah ninggalin Raja dan Talia di rumah Bunda ?" tanya Rania yang merasa tidak enak pergi berlibur berdua dengan Wildan.
" hanya seminggu sayang " ucap Wildan yang tak ingin apa yang sudah di rencanakan nya selama satu bulan ini gagal.
" lagian ada Ridzwan yang akan melihat Raja dan Talia sesekali " ucap Wildan sambil merangkul pinggang Rania dimana kini mereka sedang berjalan di lobi bandara dimana mereka akan menuju Manado tepatnya Bunaken pink beach
" ini indah sekali mas " ucap Rania yang kini sedang memeluk Wildan mengungkapkan rasa bahagia nya bisa mendatangi tempat seindah ini.
" semoga ini semua bisa mengubur setiap peristiwa buruk yang pernah kamu alami dalam hidup " ucap wildan sambil mencium puncak kepala Rania.
" terima kasih mas telah hadir dalam hidup Rania " ucap Rania yang masih memeluk Wildan.
" terima kasih sudah menjadi cahaya di saat Rania hampir tersesat dalam hidup.. " ucap Rania yang kini sudah menitikkan air mata nya.
" terima kasih sudah menyayangi Rania dan juga Raja " belum selesai Rania mengucapkan semua isi hatinya Wildan sudah lebih dulu menutup mulut Rania dengan Melu mat bi bir Rania di saksikan senja yang indah di pinggir pantai pink beach.
Rania yang tak ingin kalah kini mulai membalas apa yang sedang di lakukan suaminya meski hanya sebatas ciuman.
" kita langsung ke hotel atau mau cari makanan dulu " tanya Wildan yang langsung menghentikan aksinya sebelum terbawa suasana dan terbawa has rat yang memang di tahan oleh Wildan selama ini.
" makan dulu baru ke hotel " ucap Rania yang memang merasa lapar.
Rania dan wildan pun menikmati makan malam mereka di pinggir pantai yang tak jauh dari hotel mereka, Rania dan Wildan begitu menikmati saat saat bersama mereka yang memang baru kali ini mereka miliki waktu berdua selama pernikahan mereka.
" Rania sangat bahagia " ucap Rania yang memang terlihat jelas di pancaran mata Rania jika dirinya sedang bahagia.
" mas juga bahagia bisa memiliki istri seperti kamu " ucap Wildan.
__ADS_1
" wanita yang begitu tangguh dan tak pernah menyerah menghadapi Setian ujian dan cobaan dalam hidup " ucap Wildan sambil membelai pipi Rania yang terlihat bersemu merah.
" ke hotel yu.. " ucap Wildan yang sudah tidak bisa menahan apa yang selama ini iya tahan karena menunggu Rania benar benar sehat, tanpa menjawab Rania pun bangkit sambil menggandeng tangan Wildan menuju kamar yang sudah mereka reservasi terlebih dahulu.
" maaf hanya ini yang bisa mas siapkan untuk kita " ucap Wildan yang merasa tidak bisa memberikan uang lebih baik dari ini, tapi siapa sangka Rania yang memang tak banyak menuntut pun langsung merangkul Wildan dn meletakan tangannya di pundak suami yang begitu iya cintai.
" bagi Rania.. dimana pun kita berada tidak akan jadi masalah, yang terpenting bersama siapa kita di sana dan apa arti orang itu dalam hidup kita " ucap Rania sambil membelai wajah Wildan.
" I love you my husband, my best friend and you are my everything now and forever " ucap Rania sedangkan Wildan langsung mencium kening Rania penuh tanda sayang.
" You are also everything for me and I will always be with you until the end of my life." ucap Wildan.
Dan tak butuh waktu lama Rania dan Wildan pun memulai menikmati bulan madu yang tertunda sekaligus baby moon bagi anak pertama mereka dalam pernikahan ini tapi putra ketiga bagi Rania dan juga Wildan.
Sedangkan di rumah bunda Lucia dimana Raja yang sedang di ajak bund Lucia pergi ke swalayan untuk berbelanja, kini di rumah hanya ada Talia yang enggan ikut karena lebih memilih mengerjakan tugas sekolah.
" ta.. kirain om kamu ikut bunda ke swalayan sama Raja " ucap Dito yang mendudukkan diri tak jauh dari Talia berada.
" jangan terlalu bekerja keras, nikmati masa muda mu " ucap Dito yang melihat Talia begitu serius mengerjakan semua tugasnya.
Talia mengangkat wajahnya dan menatap ke arah Dito yang tak jauh darinya.
" lalu om sendiri kenapa tidak pergi menikmati masa muda ?" tanya Talia balik, Dito yang ditanya balik seperti itu langsung tersedak minuman yang baru saja melewati tenggorokan nya.
" om hanya tak tega meninggalkan kamu sendiri, apa lagi ini malam Minggu " ucap Dito mencari alasan.
" bohong.. " ucap Talia yang sudah duduk mengarah pada Dito.
" karena om jomblo makanya om tidak bisa menikmati masa muda " ucap Talia yang sebenarnya tepat sasaran tapi demi menjaga reputasi nya membuat Dito harus berbohong.
__ADS_1
" kata siapa !!" ucap Dito sambil mencondongkan wajahnya ke arah Talia.
" pacar om masih sibuk belajar jadi om harus nunggu waktu yang pas untuk ngajak dia jalan " ucap Dito, tapi bukan jawaban yang Dito dapatkan tapi Dito malah di tinggal kan oleh talia tanpa mengatakan apapun.
" ta.. Talia.. kamu kenapa ?" tanya Dito tapi Talia terus saja berjalan memasuki kamar yang iya tempati dengan Raja.
" ta.. Talia.. " Dito yang merasa sudah salah bicara pun langsung mengejar talia yang sudah memasuki kamarnya.
Dito ragu apa harus dirinya masuk ke kamar talia, ataukah harus membiarkan Talia, setelah memikirkan semuanya Dito pun memberanikan diri membuka pintu kamar Talia perlahan karena memang Talia tidak menguncinya.
" ta.. Talia " ucap Dito saat melihat Talia yang sudah menelungkup kan tubuhnya di atas tempat tidur nya.
Dito pun berjalan perlahan lalu duduk di pinggir tepat tidur Talia dimana Talia masih pada posisinya.
" maaf..bukan maksud om membuat kamu marah " ucap Dito yang tak tau harus berbicara apa dan juga bingung dengan apa yang Talia rasakan padanya.
" om tau jika apa yang om rasakan ini salah, bahkan terkesan tak pantas " ucap Dito yang mencoba menjelaskan apa yang iya rasakan.
" tapi semakin om tahan semakin om tak bisa mengendalikan nya " ucap Dito yang masih melihat ke arah Talia yang masih bergeming di posisinya.
" apa lagi usia kita yang jauh berbeda membuat om harus mengubur jauh jauh semua rasa yang om rasakan sama kamu " ucap Talia.
" jadi.. om putuskan untuk " belum juga Dito menyelesaikan ucapannya tanpa di duga Talia malah memeluknya dan tak segan Talia mendudukkan dirinya di atas pangkuan Dito.
" tunggu Talia sampai usia Talia pantas menjadi kekasih om.. dan om tidak sendiri memendam rasa itu karena talia juga merasakan hal yang sama.."
" apa om bisa menunggu Talia..
✍️✍️✍️ wihh Talia berani ya🤭 apa yang akan Dito jawab pada Talia ? dan apa yang terjadi jika Rania dan Wildan tau apa yang di rasakan Talia dan juga Dito 🤔🤔
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.
__ADS_1
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.
Love you moreeeee 😍😍🌹