
Ucapan bunda lucia membuat Dito merasa sangat malu untuk sekedar menemui Rania, Dito yang tadinya ingin melihat kondisi kakaknya pun mundur perlahan dan tanpa sengaja menabrak Talia.
" om.. " Talia yang melihat Dito yang tidak jadi masuk ke kamar ibunya pun merasa heran dengan apa yang terjadi.
" maaf .. " tanpa banyak bicara Dito hanya meminta maaf lalu pergi keluar dari rumah Wildan, Talia yang melihat itu pun berusaha mengejar Dito.
" om tunggu " ucap Talia yang berhasil menahan Dito dengan memegang lengannya.
" maaf.." tali langsung melepaskan tangan Dito setelah Dito berhenti.
" om mau kemana ?" tanya Talia dengan sorot mata tajam tapi malah terlihat imut di mata Dito.
" om ada urusan " ucap Dito yang akan kembali pergi.
" pergilah om.. jadi sama seperti ayah om yang hanya bisa menyakiti ibu Rania " ucap Talia yang memang lebih berfikir dewasa dari usianya.
" maksud kamu ?" tanya Dito karena berfikir Talia tidak mendengar ucapan bundanya.
" jika memang om tidak sama dengan ayah om, harusnya om berani menemui ibu dan meminta maaf atas nama ayah om " ucap Talia yang tentu saja membuat Dito malu karena kalah berfikir dari Talia.
" om malu.. " ucap Dito tanpa melihat ke arah Talia.
" ibu tak pernah berpikir buruk pada semua orang terlebih itu saudaranya sendiri " ucap Talia.
" om Ridzwan saja yang sudah menghancurkan ibu, dengan mudah bisa ibu maafkan " ucap Talia lagi.
" apa lagi om yang jelas jelas adiknya meskipun lain ayah " ucap Talia, belum juga Dito membalas ucapan Talia kini semua yang ada di kamar sudah berkumpul di mana Talia dan Dito berada.
" Talia benar.. kakak tak pernah berpikir buruk tentang kamu, se benci dan semarah apapun kakak terhadap ayah kamu, tapi kalian dua orang yang berbeda " ucap Rania yang memang memiliki hati yang sangat lapang karena sudah melewati banyak sekali ujian dan cobaan yang dia lewati.
" maaf.. Dito hanya merasa tak pantas untuk menjadi adik dari kak Rania yang begitu baik dan pemurah " ucap Dito, Wildan yang membantu Rania karena tadi tak sengaja melihat Dito yang malah berbalik tak jadi menemui diri nya.
" Kaka sudah memaafkan kamu, dan mulai sekarang kita akan memulai semuanya dari awal lagi " ucap Rania.
Dito mengangguk penuh haru mendengar apa yang di sampaikan Rania dengan mudah, bunda lucia hanya bisa menitikkan air mata karena kedua anaknya saling menyayangi satu sama lain.
Siang itu terasa sangat indah bagi keluarga bunda lucia dimana Rania kini sudah kembali mengingat dirinya dan juga Dito yang memiliki sifat yang lebih mirip dirinya dari pada pak Wilman.
__ADS_1
" sayang.. ibu ngga bisa lama lama " ucap Bu Kanaya yang memang hanya bilang pada anak panti jika dirinya tidak akan menginap.
" tapi Bu " Rania yang masih sangat merindukan Bu Kanaya pun terlihat sangat sedih dan itu terlihat jelas di mata Bunda Lucia dan juga Wildan.
" sayang.. " Wildan memegang pundak Rania agar menghadap pada nya.
" mas janji nanti jika kondisi kamu sudah sehat, kita akan pergi ke pantai asuhan Bu Kanaya "
Mendengar ucapan Wildan, Rania pun tersenyum seolah mendapatkan sesuatu yang sangat berharga.
" janji.. ?" Rania mengulurkan jari kelingkingnya ke arah Wildan seperti janji anak kecil yang memang tidak boleh di ingkari.
" janji " ucap Wildan sambil menyambut uluran tangan Rania.
" ran.. " Ridzwan yang ikut bahagia melihat kebahagiaan Rania pun baru muncul di hadapan Rania setelah situasi yang terlihat lebih kondusif.
" aku minta maaf " ucap Ridzwan.
" aku tau semua kata maaf dan penyesalan ku tidak akan bisa merubah apapun, tapi jujur dari dalam hati aku sungguh menyesal " ucap Ridzwan dimana Mutia hanya bisa menggenggam tangan Ridzwan seolah memberi kekuatan pada Ridzwan.
" aku sudah memaafkan kamu, dan mari kita memulai kehidupan kita masing-masing tanpa harus saling mengusik dan menyakiti " ucap Rania yang tentunya mendapat rangkulan hangat dari wildan suaminya.
Semuanya menatap Ridzwan seolah mengunggu kabar apa yang akan di bagikan Ridzwan pada mereka semua, terlebih Raja yang memang terlihat dekat dengan Mutia.
" Raja tau " ucap Raja sambil mengangkat tangannya.
" mamah Mutia pasti lagi hamil " tebak Raja yang tentu saja telat sasaran.
Mutia langsung mengangguk dan ber jongkok di hadapan Raja.
" kok Raja tau kalo mamah lagi hamil ?" tanya Mutia tapi malah mendapat jawaban yang tak terduga dari Raja.
" nebak aja.. tapi Raja seneng kok mau punya adik .. satu dari mama satu lagi dari ibu " ucap Raja sambil memeluk Rania.
" iya jadi nanti Raja sama kak Talia langsung dapet dua adik bayi " ucap Wildan yang kini merangkul pinggang Rania.
" ya sudah Ridzwan antar Bu Kanaya dulu nanti kemalaman " ucap Ridzwan yang langsung berpamitan di susul Bu Kanaya dan juga Mutia tentunya.
__ADS_1
" ya sudah bunda sama Dito pun sekalian pamit pulang " ucap bunda Lucia di ikuti Dito.
" Sekai lagi maafkan Dito kak " ucap Dito, Rania hanya mengangguk sambil tersenyum ke arah Dito dan bundanya.
" ya.. sepi lagi " eluh Raja yang sebenarnya sangat senang keluarga nya berkumpul seperti tadi.
" nanti kita undang mereka semu untuk makan malam sekalian kita bikin acara barbeque di taman depan " ucap Wildan.
" yeyyy" Raja langsung memeluk ayah sambungnya yang sudah seperti ayah kandungnya.
" ya sudah ayo kita masuk.. " ucap Wildan sambil menggiring anggota keluarga nya untuk memasuki rumah karena siang masih sangat terik.
Raja dan Talia pun memilih untuk beristirahat di kamarnya masing masing, begitu pun Rania dan juga Wildan yang juga memasuki kamar mereka.
grepp
Wildan memeluk Rania dari belakan bahkan tak segan Wildan menciumi tengkuk leher Rania.
" mas senang dan bersyukur kamu sudah ingat semuanya " ucap Wildan yang kini meletakan dagunya di pundak Rania dengan posisi masih memeluk Rania.
" maaf.. Rania sempat melupakan mas dan anak anak " ucap Rania yang mungkin karena pengaruh kehamilan nya jadi sangat mudah melow.
" tidak apa apa.. yang penting sekarang kamu sudah ingat sama mas dan anak anak " ucap Wildan yang semakin memeluk erat Rania.
" mas mau ?" tanya Rani yang memang semenjak dirinya kecelakaan Wildan tidak pernah sekalipun meminta haknya terhadap rania.
" mau.. tapi tidak sekarang " ucap Wildan yang memutar tubuh Rania agar menghadap padanya.
" kamu sadar ngga, begitu banyak ujian dan cobaan yang kamu hadapi bahkan setelah pernikahan kita pun kamu masih terus menghadapi banyak ujian " ucap Wildan sambil menyelipkan rambut Rania yang menghalangi wajah cantik nya.
" baby moon yu..
✍️✍️✍️ bulan madu no✖️ baby moon ✔️
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.
__ADS_1
love you moreeeee 😍😍🌹