
Melihat Rania yang begitu rapuh membuat Tante Lucia merasa sangat bersalah karen terlalu percaya pada laki laki yang iya anggap bisa menggantikan posisi mendiang suaminya baik baginya maupun bagi rania.
" maafkan bunda sayang " ucap Tante Lucia sambil memeluk putrinya yang sudah sangat lama tidak pernah iya temui karena berpikir jika Rania telah tiada seperti.
" bunda terlalu bodoh karena percaya dengan ucapan mas Wilman yang menyebut jika gadis kecil itu adalah kamu sayang " ucap Tante Lucia yang sudah kembali duduk di kursinya.
" tapi tidak lagi sekarang " ucap Tante Lucia yang kini sudah benar benar terbuka pikiran nya jika laki laki yang sudah bersamanya lebih dari dua puluh tahun hanya pembohong besar.
" bunda akan mengikuti apapun mau kamu sayang.. " ucap Tante Lucia.
" bahkan bunda akan mendukung kamu jika kamu ingin memenjarakan mas Wilman " ucap Tante Lucia meskipun iya harus memikirkan cara untuk menyampaikan semua nya pada putranya Dito.
" tapi sayang ada yang harus kamu tau " ucap Tante Lucia yang memang harus menceritakan keberadaan anaknya dari hasil pernikahan dirinya dengan pak Wilman.
" kamu sekarang punya seorang adik meski bukan dari ayah yang sama tapi dari bunda yang sama " ucap Tante Lucia.
Rania hanya tersenyum mendengar dirinya kini sudah mempunyai seorang adik entah Rania harus senang atau sedih tapi dirinya tidak bisa egois yang hanya memikirkan kebahagiaan nya sendiri.
" siapa namanya Bu ?" tanya Rania singkat, bunda lucia pun tersenyum mendengar Rania yang seolah menerima kehadiran anak dari pernikahan keduanya.
" Dito.. besok kalo bunda kesini pasti bunda ajak " ucap Bunda Lucia.
" boleh kan ?" tanya bunda Lucia memastikan.
" boleh.. " ucap Rania tapi tak lama pandangan nya menyisir setiap jengkal kamar rawat tapi tak menemukan sosok yang iya cari.
" Bun.. mas Wildan kemana ?" tanya Rania karena dari tadi dirinya tidak melihat kehadiran suaminya.
" Suami kamu lagi ngurusin mas Wilman yang sepertinya akan di bawa ke kantor polisi" ucap bunda Lucia.
" apa bunda tidak apa apa jika suami bunda Rania masukan kedalam penjara ?" tanya Rania yang melihat perubahan raut wajah bundanya.
" bunda pasrahkan semuanya sama kamu sayang, karena di sini kamu yang sangat tersakiti dan di rugikan " ucap bunda Lucia.
Rania pun memejamkan matanya yang mulai terasa berat dan tak lama Rania pun terlelap dalam tidurnya. Melihat Rania yang tertidur bunda Lucia pun menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi sambil memejamkan matanya karena dirinya pun merasa lelah.
drrrtt drrrtt handphone bunda Lucia pun mengusik tidur nya dan bund Lucia pun mengangkat sambungan teleponnya.
__ADS_1
" halo sayang... " sapa bunda Lucia saat tau yang menelpon adalah putranya Dito.
" bunda dimana ?" tanya Dito dari sebrang telpon sana.
" bunda di rumah sakit nemenin kakak kamu Dyandra " ucap bunda Lucia.
Mendengar suara yang terdengar bahagia dari bundanya, Dito cukup merasa senang meski sebenarnya dirinya ingin sekali memberi tahu jika ayahnya kini sudah berada di kantor polisi.
" mau Dito jemput ?" tanya Dito yang sangat ingin mengenal kakaknya.
" besok bunda kenalkan kamu sama kakak kamu ya.. " ucap bunda Lucia yang paham jika anaknya ingin mengenal Rania.
" nanti bunda pulang setelah suami kakak kamu datang ya " ucap bunda Lucia dan tak lama orang yang di bicarakan pun baru saja membuka pintu ruangan Rania.
" Tante masih di sini ?" tanya Wildan yang berfikir jika Rania sendirian di rumah sakit.
" Tante ngga tega ninggalin Rania sendiri " ucap bunda Lucia bahkan sambungan telepon nya pun masih tersambung pada Dito.
" ya sudah Tante pulang dulu ya " ucap Tante Lucia sambil menyampirkan tasnya di pundak kanan.
" terima kasih sudah menjaga istri saya " ucap Wildan.
" Rania juga anak bunda jadi sudah sepantasnya Bunda menjaga putri bunda yang sedang membutuhkan bundanya " ucap bunda Lucia, dan setelah itu Bunda Lucia pun melanjutkan langkahnya meninggalkan Rania dan juga Wildan.
" sayang.. " wildan mencium kening istrinya yang begitu sangat iya cintai.
" mas.. dari mana ?" tanya Rania yang sudah membuka matanya.
" menghukum orang yang terus berusaha menyakiti kamu dan merusak kebahagiaan kamu " ucap wildan sambil menggenggam tangan Rania dan menciumnya dengan lembut.
" jadi mulai sekarang kamu hanya harus hidup bahagia dan juga ceria karena mas ingin ibu dari anak anak mas selalu tersenyum " ucap Wildan.
Pipi Rania bersemu merah mendengar ucapan manis yang di sampaikan suaminya.
" mas paling suka lihat kamu yang seperti ini " ucap Wildan sambil membelai pipi Rania.
" tetap lah seperti ini demi mas dan juga anak anak kita " ucap Wildan penuh cinta.
__ADS_1
Rania pun hanya mengangguk karena memang dirinya tidak terbiasa mengungkapkan rasa cintanya.
Wildan pun mulai memejamkan matanya setelah melihat Rania kembali tertidur, hingga tak terasa pagi kini mulai menyapa setiap insan yang ada di bumi ini.
" Bun.. apa kak Dy mau ketemu sama Dito ?" tanya Dito yang merasa insecure atas apa yang di lakukan ayahnya semalam pada kakaknya.
" kakak kamu itu anak yang baik bahkan iya tidak keberatan untuk bertemu dengan kamu " ucap bunda lucia yang tau jika Dito merasa rendah diri.
" lagian yang salah kan ayah, bukan kamu jadi kamu jangan berfikir macam macam ok " ucap Bunda Lucia yang kini sudah selesai menyiapkan sarapannya bersama Dito.
" tapi sebelum ke rumah sakit kita jenguk ayah kamu dulu ya " ucap bunda Lucia yang ingin menanyakan alasan kenapa Wilman bisa Setega itu pada Rania dan dirinya.
" jadi ibu tau jika ayah di penjara ?" tanya Dito Ayng sedikit heran melihat ibunya yang masih terlihat santai.
" ibu tau karena saat ayah kamu mau di bawa ke kantor polisi ibu ada di sana " ucap bunda Lucia sambil menyuapkan nasi goreng buatannya.
" nanti ibu cerita kalo kita sudah selesai sarapan " ucap bunda Lucia yang memang harus menjelaskan pad Dito agar kelak tidak akan ada salah paham di antara Dito dan juga Rania nantinya.
Dito pun menuruti perintah bundanya dan mulai memakan sarapannya dalam keheningan yang tersisa hanya denting sendok garpu yang beradu dengan piring.
Sesuai janjinya pada Dito bunda Lucia pun mulai menceritakan semua yang sudah Wilman lakukan demi untuk menjauhkan Rania darinya hingga sampai ingin melenyapkan Rania tadi malam pun tak lupa bunda Lucia sampaikan.
" apa semua yang ayah lakukan tadi malam itu hanya agar semua harta peninggalan almarhum suami bunda bisa jatuh ke tangan Dito ?" ucap Dito yang semakin merasa bersalah pada Rania.
" jangan berpikiran seperti itu " ucap bunda Lucia.
" itu semua salah ayah kamu yang terlalu serakah dan tamak pada harta " bunda Lucia pun menepuk pundak putranya.
" ayo kita ke kantor polisi agar kita tau maksud ayah kamu melakukan itu semua..
✍️✍️✍️ apakah pak Wilman mengakui semua kesalahan nya ???🤔🤔 tapi kayaknya ngga 😒😒
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi.
Love you moreeeee 😍😍🌹
__ADS_1