
" sayang kita berangkat sama sama saja ya.. " ucap Wildan yang merasakan sesuatu dalam hatinya.
" mas kan ada meeting pagi, Rania berangkat sendiri saja nanti " ucap Rania sambil memasangkan dasi yang sengaja iya pilih sendiri untuk Wildan.
" suami Rania sangat tampan " ucap Rania sambil mengecup sekilas bi bir Wildan.
" lagian Rania harus mengantar Talia dan juga Raja ke rumah bunda " ucap Rania karena Raja ingin bermain dengan neneknya.
" baik lah tapi kamu harus hati hati ya " ucap wildan sambil memeluk pinggang Rania.
" iya yah..ayah kerja nya yang semangat ya biar istri sama anaknya bisa sering sering shopping " ucap Rania dengan senyum manis yang terukir di wajahnya.
Wildan pun langsung berangkat karena memang dirinya ada meeting pagi di kantor nya, sedangkan Rania seperti ucapannya pada Wildan dimana dirinya mengantarkan Talia ke sekolah baru setelah itu mengantarkan Raja ke rumah bunda Lucia.
" Raja jangan nakal ya di rumah nenek " ucap Rania saat menurunkan Raja di depan rumah Bunda Lucia.
" turun dulu yu sarapan sama Bunda " ucap Bunda Lucia yang merasa enggan berpisah dengan Rania.
" Rania harus ke kantor Bun, nanti malam saja Rania mas Wildan dan Talia makan malam di sini " ucap Rania.
" ya sudah hati hati ya.." ucap Bunda Lucia saat Rania langsung masuk ke dalam mobilnya.
Rania mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang karena jalanan yang lumayan padat, dan saat jalanan mulai lenggang Rania pun melajukan mobilnya sedikit kencang tapi siapa sangka saat itu juga rem mobil Rania tidak berfungsi dengan benar.
" ada apa ini ?" tanya Rania yang masih berusaha tenang saat mobilnya semakin melaju kencang tak terkendali bahkan rem nya malah benar benar tak berfungsi.
" ya tuhan apa yang terjadi " ucap Rania yang mulai panik meski jalanan lenggang tapi tetap membuat Rania merasa khawatir karena mobilnya yang semakin tak terkendali.
Hingga akhirnya mobil yang di kendarai menghantam pembatas jalan dan kepala Rania membentur stir mobil setelah membentur kaca samping mobil.
" arrhhh .. " Rania yang masih memiliki sedikit kesadaran pun mencoba menghubungi Wildan tapi belum juga sambungan telepon nya di angkat Wildan, Rania sudah lebih dulu tak sadarkan diri.
Wildan yang baru saja selesai melakukan meeting pagi pun langsung mengangkat sambungan telepon dari Rania tapi saat Wildan mengangkat telepon nya tidak ada balasan dari Rania.
Wildan kembali mencoba menghubungi Rania tapi hingga sambungan itu berakhir Rani tidak kunjung mengangkat sambungan teleponnya.
" kamu kenapa sayang.. " ucap Wildan sambil mencoba menghubungi kembali Rania, hingga akhirnya sambungan telepon Wildan pun tersambung dan di angkat.
" halo sayang.. " ucap Wildan yang merasa lega saat sambungan telepon nya di angkat Rania.
__ADS_1
" halo pak " ucap seseorang dari sebrang sana.
Wildan melihat layar handphone nya sekedar untuk mengecek jika yang dia hubungi memang benar istrinya Rania.
" maaf ini handphone istri sa.. " Wildan yang belum selesai mengucapkan apa yang ingin di sampaikan pun terhenti saat terdengar bunyi sirine mobil ambulans yang terdengar jelas dari sebrang sana.
" wanita pemilik ponsel ini mengalami kecelakaan tunggal dan sekarang akan di bawa ke rumah sakit terdekat " ucap seorang pria yang pertama kali menemukan Rania.
Laki laki itu pun langsung menyimpan handphone Rania karena dirinya akan menemani Rania menuju rumah sakit menggunakan ambulans.
Wildan yang mendengar itu pun terduduk di kursi kebesarannya seolah firasat yang dirinya rasakan kini menjadi kenyataan.
Wildan pun langsung menuju tempat Rania berada sambil menghubungi ibu mertuanya.
" halo bunda .. " ucap Wildan yang sedang mengemudikan mobilnya menuju rumah sakit dimana Rania berada.
" ya Wil.. ada apa ?" tanya bunda Lucia yang sedang bermain dengan Raja di taman rumah nya.
" Rania Bun.. Rania sekarang sedang di rumah sakit, dan wildan sekarang sedang menuju ke sana " ucap Wildan sambil fokus pad jalanan yang sedikit macet.
" Rania !! rumah sakit !! "
Bunda Lucia tidak percaya dengan apa yang baru saja iya dengar, tanpa sadar air mata nya menetes terlebih saat bund Lucia mengingat mimpinya semalam dimana pak Wilman akan menghabisi Rania.
" sayang.. kita ke rumah sakit ya.. " ucap bunda lucia jalan tergopoh gopoh mengejar Raja yang masih asik bermain.
" kenapa nek" tanya Raja yang kini sudah di tarik bunda Lucia menuju mobilnya.
" nenek ngga tau, yang pasti Raja harus berdoa buat ibu " ucap bunda Lucia sambil memasang sabuk pengaman di tubuh kecil Raja.
Bunda lucia pun mulai melajukan mobilnya menuju rumah sakit dimana tadi Wildan sudah memberitahu nama rumah sakit dimana Rania berada.
" kamu harus kuat sayang.. " ucap bunda Lucia yang sedang melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
" ibu kenapa nek " ucap Raja yang sebenarnya bingung dengan apa yang di katakan neneknya.
" nenek ngga tau, tapi Raja berdoa saja semoga ibu Raja baik baik saja " ucap Bunda Lucia yang sangat mengkhawatirkan putrinya.
Wildan yang baru saja tiba di rumah sakit langsung menuju meja informasi untuk mencari dimana Rania berada.
__ADS_1
" maaf korban yang baru saja di bawa ke rumah sakit " ucap Wildan sambil matanya menyisir setiap sudut ruangan.
" oh iya atas nama Rania ?" tanya resepsionis memastikan.
" iya bener " ucap Wildan berharap Rania baik baik saja dan tidak ada hal yang serius yang terjadi pada istrinya.
" masih di UGD pak " ucap resepsionis sambil mengarahkan Wildan menuju ruangan dimana Rania di berikan tindakan.
Wildan langsung menuju tempat yang di tunjuk oleh petugas tadi dan tak lama ada bapak yang menghampiri Wildan dan tak lama menyerahkan handphone yang tadi dirinya simpan.
" handphone istri anda " ucap laki laki yang tadi menerima sambungan telepon Wildan dan dirinya langsung mengenali wildan karena Rania memang memasang wajahnya dan Wildan dalam wallpaper handphonenya.
" terima kasih " ucap Wildan sambil menerima handphone Rania.
" apa yang sebenarnya terjadi pada istri saya ?" tanya Wildan sambil melihat ke arah pintu ruang tindakan.
" saya tidak tau, yang saya tau istri anda menabrak pembatas jalan seperti kehilangan kendali atas mobil yang iya kendarai " ucap laki laki itu
" ayah.. "
" wildan..." Raja dan bunda lucia memanggil Wildan setelah mereka sampai di depan Wildan.
" sayang.. " ucap Wildan sambil menggendong Raja sedangkan matanya menatap ke arah ibu mertuanya.
" apa yang terjadi pada Rania ?" tanya bunda Lucia sambil menatap Wildan menantunya.
" Wildan ngga tau Bun " ucap Wildan sambil menatap ke arah laki laki yang masih setia menemani nya.
Bunda lucia pun beralih menatap pria yang sedari tadi tidak iya sadari keberadaan nya.
" Cakra ?" ucap bunda Lucia yang merasa mengenali laki laki yang ada di hadapannya kini.
" Lucia ? yang di dalam itu ???
✍️✍️✍️ kira kira siapa Cakra ?dan apa hubungannya di antara Cakra Lucia dan Rania ??🤔🤔
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.
__ADS_1
Love you moreeeee 😍😍🌹