
Rania baru saja tiba di kota s saat menjelang sore, karena tubuhnya akhir akhir ini sering lemas yang Rania yakini bawaan kehamilannya pun mencari tempat untuk beristirahat dimana tak jauh dari tempat nya berdiri terdapat taman bermain anak anak.
" ahh.. selamat datang di kota s sayang ' ucap Rania sambil membelai perutnya yang baru sedikit membuncit.
" kakak kenapa ?" lapar ? " tanya gadis kecil yang sedang asik bermain ayunan di samping Rania. Tapi Rania hanya menggeleng karena yang iya rasakan hanya lelah saja.
" kakak mau kemana ?" tanya anak itu yang langsung turun dari ayunan dan menghampiri Rania dan memilih duduk di samping Rania.
" kakak baru di sini ' ucap Rania yang entah kenapa merasa nyaman bercerita dengan gadis kecil itu.
" terus kakak tinggal dimana ?" tanya gadis itu lagi tapi belum juga menjawab gadis itu melambaikan tangannya ke arah laki laki yang sedang mencari cari diri nya.
" ayah.. " teriak gadis itu agar ayahnya tau dimana dirinya berada.
Pria itu pun berjalan menuju gadis kecilnya yang selalu saja menghilang saat matanya tak fokus pada gadis kecil itu.
" dasar nakal, ayah cari cari kamu tapi kamu malah enak enakan ngobrol di sini " ucap ayah gadis itu yang hanya menatap sekilas pada Rania.
" ayo pulang sudah sore " ucap ayah gadis kecil itu lagi.
" kak... kenalin ini ayah aku, ayah Wildan dan aku sendiri si gadis cantik kesayangan ayah Talia ' ucap Talia yang baru ingat belum memperkenalkan diri.
" Rania, Talia boleh kok panggil nya kak Rani atau kak Nia juga ngga papa ' ucap Rania, yang mulai gelisah karena hari mulai malam.
" Talia, maaf ya kakak harus pergi udah sore nanti kakak susah nyari kosan.
Wildan pun hanya mendengarkan tapi pura pura cuek dengan semua yang di bicarakan Talia dan juga Rania.
" sayang ayo.. sudah malam Lo " ucap ayah Wildan, tapi Talia masih menatap Rania yang memang terlihat lelah.
" yah..boleh ngga kak Rania tinggal bareng kita ?" tanya Talia yang masih belum tega meninggalkan Rania sendiri di sini.
Wildan pun menatap wajah rania yang memang terlihat lelah dan pucat.
" baik lah, tapi siapa tadi namanya ?" tanya Wildan lagi pada Rania.
" Rania om " ucap Rania yang bingung harus memanggil Talia yang baru saja iya temui.
" maaf sebelumnya jika saya lancang menanyakan ini " ucap Wildan pada Rania
' apa ada " ucap Rania
__ADS_1
" sebenarnya kemana kamu akan pergi " tanya Rania lagi.
" saya juga tidak tau mau kemana, yang pasti saya harus bisa bangkit dari keterpurukan "
" ok kalo begitu, apakah kamu mau tinggal di rumah saya ?"
" dan jika kamu sedang mencari pekerjaan kamu bisa menjadi teman untuk Talia selama saya kerja " ucap Wildan yang juga membutuhkan seseorang untuk bisa menjaga Talia saat dirinya berkerja
" baik lah.." ucap Rania.
jika di kota s Rania sedang berbicara dengan Talia dan pak Wildan, lain halnya dengan Ridzwan juga sedang bersiap menuju kota S dimana dirinya kelak akan tinggal bersama kakak sepupunya.
" yah.. apa harus ya Ridzwan tinggal di sana ?" tanya Ridzwan yang berusaha bernegosiasi dengan papanya.
" ini semua demi kebaikan kamu ridz, hanya satu tahun setengah kamu di sana dan kembalilah dengan gelar yang dapat kamu banggakan " ucap ayah Rizky
" ok, ridz berangkat dulu ya yah,biar sampe sana nya ngga kemaleman " ucap Ridzwan pamit pada ayahnya.
Ridzwan yang tidak punya pilihan lain pun harus mengikuti perintah ayahnya, toh setelah kejadian itu Ridzwan kini di jauhi oleh sahabat nya sendiri karena kekecewaan mereka pada Ridzwan.
Hampir empat jam Ridzwan mengemudikan mobilnya menuju rumah kakak sepupunya yang tinggal di kota S bersama putri kecilnya.
Hingga pada pukul dua belas malam Ridzwan baru saja sampai di rumah kakak sepupunya nya memang sudah dikabari jika dirinya akan datang malam ini.
" halo kak" sapa Ridzwan pada Kaka sepupunya yang sudah lama tidak iya jumpai
"si cerewet mana ?" tanya Ridzwan yang menanyakan anak dari sepupunya ini.
" lagi tidur, besok aja ketemu nya " ucap Wildan mencegah Ridzwan menemui putrinya malam ini.
" iya kak, jadi Ridzwan tidur dimana dong? tanya Ridzwan yang mulai mengantuk.
" ruang tamu " ucap Wildan lagi Ridzwan pun langsung meninggalkan kakak pupunya karena dirinya yang sudah mulai mengantuk.
" malam kak " ucap Ridzwan sambil berlalu meninggalkan Kaka sepupunya.
" kapan kamu akan berubah ridz " Wildan pun hanya bisa geleng geleng melihat kepergian Adik sepupunya.
Pagi yang indah ini terasa memberikan semangat pada setiap insan yang mulai beraktivitas.
" pagi pak " sapa Rania yang baru saja membuat nasi goreng untuk untuk semuanya. dan meletakan
__ADS_1
" Nia, saudara saya datang tadi malam jadi kamu bisa ngobrol sama dia " ucap Wildan yang mulai mengambil sarapan yang di buat Rania untuk nya .
" pagi yah.. pagi kak" sapa Talia pada ayah dan kakak yang semalam menemaninya tidur.
" pagi Talia, kayaknya anak ayah tidurnya nyenyak banget di temenin sama kak Rania " ucap Wildan menggoda putrinya.
" iya dong, udah lama Talia mau tidur di temani ibu " ucap Talia sambil melihat ke arah Rania.
" ibu ?' tanya Wildan pada Talia tapi tatapannya pada Rania.
" maaf pak, Talia sendiri yang meminta ijin pada saya agar bisa menyebut dengan panggilan ibu " ucap Rania yang tidak enak hati pada orang yang baru saja di temui nya semalam.
" tapi sayang kak Rania ini masih muda, masa udah di panggil ibu sama kamu " ucap Wildan yang tak enak hati pada Rania
" ngga papa pak, saya mengerti keinginan Talia karena saya pun merasakan hal yang sama " ucap Rania yang juga belum tau asal usulnya.
" oh iya Talia, om ridz semalam datang "
degg
Rania mendadak pucat mendengar nama itu, nama yang membuatnya sangat trauma tapi iya harus tetap bangkit demi secercah cahaya harapan yang kini bersemayam di dalam rahimnya.
Wildan yang dari tadi memperhatikan Rania pun menangkap gelagat yang kurang nyaman saat tadi dirinya sedang membicarakan Ridzwan.
" ta.. kamu di sini dulu ya, kalo om ridz bangun jangan kasih tau kalo ada kak Nia di sini ok" ucap Wildan yang langsung menarik tangan Rania yang sudah mulai dingin.
Rania hanya bisa mengikuti kemana Wildan membawanya, setelah melihat sikap Rania yang seperti itu Wildan jadi semakin yakin jika Rania itu salah satu korban Ridzwan.
" tenang lah " ucap Wildan yang reflek memeluk Rania untuk menenangkannya.
" Nia akan membalas semua yang sudah ridz perbuat pada Nia " oceh Rania dalam pelukan Wildan
" tolong sembunyikan Nia darinya " ucap Rania malah langsung tak sadarkan diri.
Wildan pun menidurkan Rania di kasurnya dan mengunci Rania dari luar agar Ridzwan tidak tau jika ada Rania di rumah ini.
" sebenarnya apa yang sudah ridz lakukan padamu sampai kamu seperti ini Ra..
✍️✍️✍️ apa Wildan akan berhasil melindungi Rania dan membantu Rania untuk bisa bangkit dari rasa trauma dan keterpurukan nya 🤔🤔
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.
__ADS_1
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi.
love you moreeeee 😍😍🌹