Dihamili Pria Arogan ( Cahaya Di Ujung Kegelapan )

Dihamili Pria Arogan ( Cahaya Di Ujung Kegelapan )
Ibu ngga di ajak !!!


__ADS_3

Mutia paham jika pak Rizky sekarang lebih menyukai Rania, bukan hanya karena asal usul Rania yang sudah terbongkar dimana kini Rania adalah pewaris perusahaan yang cukup besar dan terkenal tapi juga karena Rania memiliki Raja yang merupakan anak kandung Ridzwan.


" lalu apa yang akan ayah lakukan ?" tanya Mutia yang sebenarnya merasa sedikit insecure dengan posisinya saat ini.


" entah .. "ucap Ridzwan sengaja membuat Mutia kesal.


" apa ayah ma.." belum selesai Mutia mengatakan apa yang ada dalam benaknya Ridzwan sudah lebih dulu membalikkan posisinya, dan kini Ridzwan berada di atas tu buh Mutia.


" ayah mau ini " ucap Ridzwan sambil menyusui seperti seolah bayi yang sangat kehausan sedang tangan satunya bermain di choco chips satunya milik Mutia.


Mutia yang sangat mencintai Ridzwan pun kembali melayani suaminya dengan penuh cinta dan gai rah, dan berharap bisa segera memiliki buah cinta bersama Ridzwan.


" ayah tidak akan meninggalkan bunda dan soal Raja, bunda juga menyayangi kan ?" tanya Ridzwan yang baru saja selesai mencapai puncak kenikmatan bersama dengan Mutia.


Mutia hanya mengangguk karena nafasnya yang masih menderu, dan tak lama keduanya pun terlelap dalam tidurnya karena kelelahan akibat aktivitas yang baru saja mereka lewatkan dengan penuh gai rah.


Lain halnya dengan rania yang baru saja tiba di rumah mereka saat makan malam karena jalanan yang lumayan macet.


" maaf ya.. ibu sama ayah telat pulangnya tadi jalanan sangat macet " ucap Rania saat Talia dan dan Raja sedikit cemberut saat menyambut mereka di meja makan.


" ibu janji ibu akan berusaha untuk pulang lebih awal mulai besok " ucap Rania yang masih membujuk kedua anaknya.


" iya.. tapi ibu janji ya.. " ucap Raja dengan menyodorkan jari kelingkingnya ke arah Rania dan Rania langsung menyambut tautan jari Raja agar anaknya senang.


" sudah kan ? ayo kita makan " ucap Wildan yang senang melihat kehangatan yang terjalin yang mungkin kedepannya butuh perjuangan saat akan melakukan hal itu.


Rania pun mulai menyiapkan makan malam untuk suami dan kedua anaknya dengan penuh rasa syukur karena di tengah kesibukan nya dirinya masih bisa menjalankan tugas nya sebagai seorang istri dan ibu.


Mereka mulai makan dengan lahap tanpa ada drama lagi yang di lakukan Raja karena Talia memang sudah beranjak remaja.


" Bu.. Talia duluan ya ada tugas yang harus Talia kerjakan " ucap Talia yang kini sudah berada di bangku sekolah menengah pertama.


" iya.. jangan tidur terlalu malam ya " ucap Rania yang khawatir dengan kesehatan Talia yang terkadang lupa waktu saat mengerjakan semua tugas sekolah nya.

__ADS_1


Talia hanya mengangguk sambil mencium pipi Rania dan juga Wildan sedangkan Raja masih menikmati makan malamnya.


" boleh ngga Raja bobo sama ayah " ucap Raja sambil menatap ayah dan ibunya.


" ibu ngga di ajak ?" tanya Rania yang pura pura sedih.


Raja menggeleng sebentar lalu tak lama dirinya turun dan langsung memeluk Rania sambil berbisik


" boleh kok " ucap Raja Pelan.


Rania pun beranjak dari duduknya karena memang dirinya merasa sangat panas akibat belum membersihkan diri.


" Raja ke kamar aja dulu ya, ayah mandi dulu nanti ayah sama ibu ke kamar raja, ok " ucap Wildan yang ingin menyusul istrinya.


Raja pun mengikuti apa yang di katakan ayahnya sedangkan Wildan menyusul Rania yang sudah lebih dulu memasuki kamarnya.


" mandi bareng ya " ucap Wildan sambil menggendong Rania ala bridal style menuju kamar mandi, Rania langsung mengalungkan tangannya pada Wildan karena hanya dengan Wildan saja dirinya merasa nyaman.


" sayang perasaan kamu belum Dateng bulan semenjak kita menikah " ucap Wildan yang baru saja selesai mandi bareng, jangan berfikir Wildan melakukan hal lain selain mandi karena Wildan ingat akan janjinya pada Raja yang akan tidur bersama.


" apa lagi kemarin Rania kecelakaan " ucap Rania.


" gimana sebelum kekantor, besok kita ke rumah sakit untuk mengecek kondisi rahim kamu ya.. " ucap Wildan yang sudah selesai dan kini bersiap untuk pergi ke kamar Raja.


" iya.. " ucap Rania yang tidak ingin jika memang dirinya hamil tidak ada hal buruk yang terjadi akibat kecelakaan kemarin.


Kini keduanya pun berjalan menuju kamar anak anaknya tapi saat melewati kamar Talia, Rania pun menghentikan langkahnya hingga membuat Wildan menoleh padanya.


" kenapa sayang ?" tanya Wildan.


" mas duluan aja ke kamar Raja, Rania mau cek Talia dulu " ucap Rania sambil berbelok ke kamar Talia sedangkan Wildan meneruskan langkahnya menuju kamar Raja yang memang di biasakan tidur terpisah.


" sayang.. belum selesai ?" tanya Rania saat melihat Talia yang masih mengerjakan tugas sekolah nya.

__ADS_1


" sedikit lagi Bu " ucap Talia yang hanya menatap sekilas ke arah Rania dan lanjut mengerjakan tugasnya.


" kakak mau ikut tidur bareng ngga sama ibu dan ayah di kamar Raja " ucap Rania yang tak ingin Talia merasa tersisih ataupun di bedakan dengan Raja


" kakak di sini aja, udah gede masa tidur terus sama ayah ibu " ucap Talia.


drrrtt drrrtt handphone Rania pun bergetar dimana dito adik tirinya kini sedang menghubungi nya.


" iya dit.. ada apa ?" tanya Rania yang langsung mengangkat sambungan telepon dari adiknya tepat di hadapan Talia.


" bukannya Talia anak Kaka sekolah di SMP tunas karya ?" Rania yang mendengar itu langsung menatap ke arah Talia dan tak lam menjawab iya atas pertanyaan Dito.


" iya.. memang kenapa ?" tanya Rania yang masih melihat ke arah Talia yang sudah kembali mengerjakan tugas sekolah nya.


" besok Dito di pinta menjadi guru kontrak disana " ucap Dito yang hanya ingin memberitahu kakaknya.


" ya sudah semangat, jika butuh bantuan katakan saja " ucap Rania yang sudah menganggap Dito adik meski ayahnya pernah berbuat jahat padanya.


" ya sudah ka, Dito tutup dulu " ucap Dito dan tak lama sambungan telepon nya terputus dari pihak dito.


" ta.. kamu ingat adik ibu om Dito ?" tanya Rania pada Talia yang sudah menyelesaikan semua tugasnya.


" iya kenapa memang Bu ?" tanya Talia dimana kini Talia sudah merebahkan tubuhnya dan menyandarkan kepalanya di pangkuan Rania.


" om Dito mulai besok ngajar di sekolah kamu, tapi ibu ngga tau om Dito ngajar pelajaran apa ?" ucap Rania sambil membelai rambut putrinya yang sudah beranjak remaja karena memang kini usia Talia sudah masuk lima belas tahun.


" apa om Dito sudah nikah Bu ?" Rania yang mendengar pertanyaan Talia pun menatap sejenak ke arah Talia pun tersenyum sambil terus membelai rambut putrinya.


" Talia suka sama om Dito ? setau ibu sih om Dito belum nikah tapi kalo pacar ibu ngga tau, lagian kamu masih harus fokus sekolah dulu jangan pikirin pacaran dulu belum waktunya " ucap Rania yang tak ingin Talia mengalami hal yang buruk seperti yang pernah iya alami.


✍️✍️✍️ apa mungkin Talia menyukai Dito yang jelas jelas umur mereka jauh berbeda, dan apa Rania bisa mengatasi rasa tak nyamannya jika sedang berada di lingkungan dimana banyak pegawai laki laki di sekeliling nya.🤔🤔


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.

__ADS_1


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.


Love you moreeeee 😍😍🌹


__ADS_2