Dihamili Pria Arogan ( Cahaya Di Ujung Kegelapan )

Dihamili Pria Arogan ( Cahaya Di Ujung Kegelapan )
Khayalan Nayla..


__ADS_3

Wildan mendudukkan Nayla di atas kap mobil miliknya, sedangkan dirinya berdiri di depan Nayla yang terlihat kedinginan karena sapuan angin malam yang semakin kencang.


" kamu bawa mobil ?" tanya Wildan sambil membelai pipi Nayla yang sudah mulai dingin.


Nayla hanya menggeleng karena memang tadi dirinya menggunakan taksi online saat bertemu teman temannya setelah itu baru dirinya pergi ke pantai.


" mau pulang ?" tanya Wildan yang masih asik membelai pipi wanita yang pernah iya cintai.


" pulang atau tidak mas Rizky tidak akan perduli " ucap Nayla sambil memejamkan matanya menikmati sentuhan penuh cinta dari Seorang laki laki.


" lalu kenapa kamu dan kak Rizky tidak memiliki anak ?" tanya Wildan yang kini tangannya sudah turun membelai pepaya Nayla yang masih terbungkus rapi.


" mas Rizky jarang melakukan nya bahkan setiap melakukan itu iya selalu menggunakan pengaman seolah tak ingin keduanya bersentuhan langsung " ucap Nayla yang kini nafas nya mulai memburu akibat Rema san yang di lakukan Wildan pada pepayanya.


" kapan kalian melakukannya terakhir kali " ucap Wildan seolah sedang merencanakan sesuatu tapi tangannya terus memberikan sentuhan sentuhan yang sudah lama tidak iya lakukan bahkan pada Rania sekalipun.


Ya Wildan begitu menjaga Rania, bahkan iya hanya menyentuh Rania dua kali dulu saat melahirkan Raja Wildan mencium kening Rania untuk pertama kalinya.


Dan yang kedua Wildan mencium bi bir Rania saat dirinya mengungkapkan perasaan sebelum esoknya semuanya hancur karena balasan atas kasih sayang ibu yang harus iya bayar.


" entah lah.. aku lupa " ucap Nayla yang sudah semakin memburu akibat ulang yang di lakukan tangan nakal Wildan.


" kamu menginginkannya sekarang ??" tanya Wildan setelah berhasil menerobos masuk ke dalam segi tiga Bermuda Nayla dimana gua Nayla yang sudah lembab.


" hemmm, aku menginginkan sentuhan mu " ucap Nayla tanpa rasa malu.


" tapi jika kita sudah memulai semua ini lagi, kini tidak akan mudah untuk mu lepas dariku " ucap Wildan yang langsung menggendong Nayla menuju kursi belakang mobilnya.


Nayla membantu Wildan membuka pintu mobil Wildan dan membiarkan Wildan melakukan apapun pada tubuhnya yang memang sangat merindukan sentuhan dan belaian seorang laki laki.


" kini kamu sudah menjadi milikku lagi, dan kamu harus bisa datang setiap aku menginginkan mu " ucap Wildan di setiap hen Takan yang iya berikan pada Nayla.

__ADS_1


" hemmm.. " Nayla hanya bisa mengucapkan itu karena begitu menikmati apa yang Wildan lakukan yang tidak iya dapat dari suaminya.


" nay... nay...naylaaaa... " Wildan melambaikan tangannya di depan wajah Nayla yang masih berdiri di depannya setelah Wildan menghubungi Talia.


Pipi Nayla bersemu merah karena membayangkan Wildan mau melakukannya dengan dirinya bahkan apa yang iya bayangkan terasa begitu nyata, tapi beruntung hari sudah malam jadi Wildan tidak bisa melihat rona merah di wajah Nayla.


" mau aku antar pulang " ucap Wildan sambil membuka pintu mobilnya.


" terima kasih tapi aku belum mau pulang " ucap Nayla yang malah menaiki kap mobil dan berharap wildan mau melakukan dan menanyakan apa yang iya bayangkan


" baik lah.. ayo kita habiskan malam di pantai ini " ucap Wildan sambil mendudukkan di ti di atas kap mobil seperti yang Nayla lakukan.


" apa kamu tidak merindukan ku " ucap Nayla yang mulai memancing Wildan yang iya tau juga tidak pernah menikah meski ada wanita yang dekat dengan Wildan dan juga Talia.


" entahlah, yang pasti aku ingin membalas apa yang Kak Rizky dan Ridzwan lakukan padaku " ucap Wildan sambil menggenggam tangan Nayla yang sudah membelai pahanya.


Lain halnya dengan Rania yang baru saja tiba di rum Ridzwan dan juga pak Rizky tapi Rania tidak menemukan pak Rizky di rumah itu.


" di lantai dua pintu cat putih " Ica Ridzwan yang sebenarnya menunjuk kamar nya sendiri. tanpa menjawab Rania melangkah menaiki lantai dua menuju kamar yang di tunjukan Ridzwan padanya.


" kita lihat apa kamu kuat menghadapi ku, karena aku bukan Rania yang lemah dan lugu seperti dulu " ucap Rania setelah meletakan Raja di atas tempat tidur yang iya yakini milik Ridzwan.


Rania memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri meski tidak mandi deng benar karena masih terdapat beberapa luka akibat dirinya yang mencoba kabur dari Ridzwan tapi Rania tidak memperdulikan rasa perih di tubuhnya.


" ran .. kenapa kamu menggunakan kemeja ku?" tanya Ridzwan saat memasuki kamarnya untuk mengambil pakaian tidur nya.


" kenapa ?? masalah ?? bukan kah kita akan menikah ?? atau kamu jijik jika Pakaian kamu aku pakai " ucap Rania cuek meski hanya menggunakan segitiga Bermuda dan kemeja putih Ridzwan yang hanya bisa menutupi setengah paha nya saja.


" apa seperti ini juga yang kamu lakukan jika sedang di rumah om Wildan ?" tanya Ridzwan yang membayangkan jika Rania melakukan hal yang sama pada om nya.


" ternyata kamu memang tidak berubah dan mungkin tidak akan berubah " ucap Rania yang mulai menaiki tempat tidur Ridzwan.

__ADS_1


" itu bukan jawaban Rania " Ica Ridzwan yang ingin menarik selimut yang menutupi tubuh Rania dan juga raja tapi semuanya terhenti saat Rania mengucapkan sesuatu.


" jika aku bilang aku melakukan yang lebih dari ini apa kamu percaya ?" tanya Rania.


" semua yang aku ucapkan tidak akan ada gunanya jika pikiran mu buruk tentang ku " ucap Rania yang kini memegang erat selimut untuk menutupi tubuhnya.


Ridzwan pun memilih melanjutkan niatnya untuk mengambil pakaian tidur dan langsung menggantinya di depan lemari pakaian.


Sesekali Ridzwan melihat Rania dan Raja lewat pantulan kaca dari cermin yang menempel di lemari pakaian nya.


" jangan melihat ku seperti pencuri jika tidak ingin ku cungkil matamu " ucap Rania yang masih memejamkan matanya.


' Rania sekarang jauh lebih dingin dari Rania yang dulu empat tahun lalu ' ucap Ridzwan dalam hati sambil meneruskan diri yang akan menggantikan pakaiannya.


Malam pun semakin larut tapi Wildan masih menikmati suasana sambil memandang rembulan malam yang kini sedikit tertutup awan hitam.


Sedangkan Nayla mungkin sudah lelah menggodanya tapi sampai detik ini tidak berhasil membuat Wildan melakukan apa yang sempat iya bayangkan.


" apa kamu tak pernah ingin melakukannya lagi " tanya Nayla sambil mengikuti arah pandangan Wildan memandang langit yang gelap berselimut awan hitam.


" pernah.. tapi aku tahan karena tujuan ku saat ini bukan itu" ucap Wildan sambil melihat ke arah Nayla yang iya tau jika Nayla menginginkan dirinya malam ini.


" aku ingin membalas apa yang kak Rizky dan juga Ridzwan lakukan padaku "


✍️✍️✍️ hadehhh kirain Wildan beneran melakukan hal terlarang itu sama Nayla 🤭😜😜. ngga taunya hanya khayalan Nayla saja.


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi.


love you moreeeee 😍😍🌹

__ADS_1


__ADS_2