Dihamili Pria Arogan ( Cahaya Di Ujung Kegelapan )

Dihamili Pria Arogan ( Cahaya Di Ujung Kegelapan )
Misteri liontin Rania..


__ADS_3

Rania tidak menyangka jika laki laki yang selalu menjadi pelindung di saat dirinya dan Raja terpuruk kini sudah berada di sampingnya yang sedang menjabat tangan wali hakim yang akan menikah kan mereka.


" sah... " suara sah terdengar dari orang yang menghadiri pernikahan Rania dan juga Wildan siapa lagi kalo bukan keluarga Wildan dimana Bu sila dan pak Rizky hadir menjadi saksi pernikahan Rania.


" selamat ya sayang.. maafkan ibu yang pernah membuat kamu dan Wildan terluka" ucap Bu sila yang masih tak enak pada Rania.


" sama sama Bu.. Rania juga minta maaf karena pernah berbicara kasar pada ibu dan juga pak Rizky " ucap Rania.


Tapi semua acara khidmat itu mendadak berubah hening karena hadirnya wanita yang tidak asing bagi Rania dan juga Wildan.


" Bu Nuri ?" tanya Rania sambil melihat ke arah Wildan dimana bukan rahasia umum jika Bu Nuri menaruh hati pada Wildan suaminya kini.


" ran.. pak Wildan ? kalian benar benar menikah ?" tanya Bu Nuri sambil berdiri di dekat Wildan bahkan tatapan kecewa terlihat jelas di mata Bu Nuri.


" kamu tau dari mana jika saya menikah hari ini " tanya Wildan sambil menggenggam tangan Rania.


" ngga penting dari mana saya tau, tapi saya kecewa sama kamu Wil.. " ucap Bu Nuri.


" maaf .. tapi di antara kita tidak ada hubungan apapun jadi saya berhak menikah dengan siapapun tanpa harus meminta izin sama kamu " ucap Wildan.


" tapi setidak nya kamu harus pertimbangan perasaan ku yang sudah setia menunggu kamu selama ini " ucap Bu Nuri yang masih tidak terima dengan pernikahan Rania dan juga Wildan.


" mas.. biar Rania yang bicara sama Bu Nuri " ucap Rania sambil menggenggam tangan Wildan.


Wildan pun mengangguk dan membiarkan Rania berbicara dari hati ke hati dengan Bu Nuri.


" Bu.. maaf jika pernikahan Rania dan mas Wildan menyakiti perasaan ibu " ucap Rania yang kini berdiri di hadapan Bu Nuri.


" kamu kan tau jika saya cinta sama Wildan ?" ucap Bu Nuri masih tidak terima dengan semua nya.

__ADS_1


" tapi Bu.. pernikahan itu tidak bisa terjadi karena cinta sepihak " ucap Rania dan semuanya dapat melihat sikap dewasa Rania yang tidak mudah terpancing emosi dengan sikap Bu Nuri.


" saya dan mas Wildan kami saling mencintai" ucap Rania sambil tersenyum manis pada wildan.


" dan meskipun mas Wildan menikah dengan ibu apa ibu yakin bisa bahagia sedangkan laki laki yang menikahi ibu tidak mencintai ibu " ucap Rania lagi sedangkan Wildan tersenyum bangga mendengar pengakuan cinta dari Rania meski tidak secara langsung.


" tapi aku mencintai nya ran ?" ucap Bu nuri pada Rania.


" Rania tau mungkin berat bagi ibu untuk melupakan mas Wildan, tapi Rania yakin jika ibu bisa melewatinya " ucap Rania sambil kembali duduk di samping suaminya.


" Rania benar.. sesuatu yang di paksakan tidak akan baik " ucap Wildan menambah kan.


Dengan wajah menahan malu Bu Nuri berbalik menuju mobilnya yang terparkir tak jauh dari tempat pernikahan wildan dan rania.


Semua keluarga Wildan pun merasa lega saat Rania bisa mengendalikan semuanya dengan sangat mudah.


Sedang Mutia terus melihat ke arah kalung yang di pakai Rania dimana kalung itu selain indah membuatnya merasa tidak asing ada kalung yang di pakai Rania.


" entah lah.. aku merasa tidak asing dengan liontin yang Rania kenakan " ucap Mutia yang entah harus bagaimana menjelaskan pada Ridzwan.


" kenapa memang ?" tanya Ridzwan yang ikut menatap liontin yang di pakai Rania.


" aku seperti pernah melihatnya " ucap Mutia yang masih memikirkan dimana dirinya pernah melihat liontin itu.


" jangan terlalu memaksakan diri untuk mengingat sesuatu " ucap Ridzwan sambil merangkul pinggang Mutia yang mana sudah mendapat izin dari ayahnya untuk menikah dengan Mutia.


" yang harus kamu pikirkan pernikahan kita yang akan berlangsung satu Minggu lagi " ucap Ridzwan yang masih memeluk pinggang Mutia.


" iya .. " ucap Mutia sambil tersenyum pada mantan dosen yang mungkin akan menjadi mertuanya kini.

__ADS_1


Ridwan menuntun Mutia untuk mendekat ke arah Rania dan juga om wildan untuk memberikan selamat pada keduanya.


" ran.. om.. selamat ya.." ucap Ridzwan sambil mengulurkan tangannya pada Rania dan om wildan.


" makasih ridz " ucap Rania singkat karena melihat Mutia yang menatap intens pada Liontin yang iya pakai.


" ada apa kak ..? " tanya Rania pada Mutia.


" entah lah.. aku merasa mengenali liontin itu" ucap Mutia yang tiba tiba saja mengingat sesuatu.


" oh.. liontin ini " ucap Rania sambil menyentuh liontin yang iya pakai.


" ini adalah liontin yang Rania pakai saat ibu panti menemukan Rania dulu " ucap Rania.


" bibi Clarisa ?" ucap Mutia tiba tiba saat mengingat bibinya yang pernah menggunakan liontin yang sama.


" siapa dia kak ?" tanya rania berharap bisa menemukan keluarga nya yang sebenarnya.


" nanti jika sudah pasti aku kabarin " ucap Mutia yang tidak ingin memberikan harapan palsu pada rania.


Semuanya pun kembali menikmati hidangan yang sudah Wildan siapkan meski hanya menggunakan jasa ketering sederhana.


" ayah.. apa setelah ini Raja sudah bisa tinggal sama ayah sama kak Talia lagi ?" tanya Raja polos.


" iya dong dan semua itu berkat om Ridzwan yang sudah mengembalikan kamu dan juga ibu agar kita bisa sama sama lagi.


" papa Ridzwan??


✍️✍️✍️ Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.

__ADS_1


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi.


love you moreeeee 😍😍🌹


__ADS_2