Dihamili Pria Arogan ( Cahaya Di Ujung Kegelapan )

Dihamili Pria Arogan ( Cahaya Di Ujung Kegelapan )
Rindu....


__ADS_3

Seperti niat awalnya yang akan pergi ke kantor polisi sebelum menemui Rania, disini lah bunda Lucia dan juga Dito berada di ruang tunggu untuk bisa bertemu dengan pak Wilman.


tap tap tap.. derap langkah pak Wilman saat memasuki ruang tunggu dimana anak istrinya kini berada.


" yah.. " sapa Dito saat melihat ayahnya yang kini sudah duduk di hadapannya meski terhalang meja di antara mereka.


" kamu baik baik saja mas ?" tanya bunda Lucia yang sebenarnya prihatin dengan suaminya yang memiliki banyak lebam di wajahnya.


" seperti yang kamu lihat " ucap pak Wilman tanpa rasa bersalah.


" kenapa ayah melakukan itu semua ?" tanya Dito yang masih penanganan dengan tujuan ayahnya melakukan itu semua.


" karena Dyandra hanya akan menjadi penghalang kamu di masa depan nanti "ucap Wilman masih dengan angkuhnya.


" MAS..." bentak Lucia yang baru menyadari jika suaminya hanya menginginkan hartanya saja.


" memang apa hak kamu atas harta peninggalan suamiku dulu ?" tanya Lucia sambil mencengkram erat ujung meja untuk menyalurkan emosinya.


" karena aku yang sudah mengembangkan perusahaan mantan suami kamu hingga sebesar ini " ucap pak Wilman tak mau kalah.


" jika bukan karena aku yang bekerja keras sudah sangat lama perusahaan itu bangkrut !! sedangkan kamu sendiri apa pernah mengurus perusahaan itu hah " ucap pak Wilman yang merasa jika dirinya kini berhak atas harta yang iya kelola selama dua puluh tahun lalu.


" bahkan aku yang selama ini bekerja keras meski mendiang suami kamu itu masih hidup" ucap Wilman.


" maksud kamu apa ?" tanya Lucia yang tidak mengerti maksud ucapan Wilman


" meski suami kamu adalah bos dan pemilik perusahaan tapi akulah orang yang paling berperan penting dalam memajukan perusahaan " ucap Wilman lagi.


" ya karena kamu adalah orang kepercayaan mas Wisnu " ucap Lucia.


" sedangkan Dyandra adalah anak kandungnya " Dito mencoba menenangkan bundanya dengan merangkul pundak bundanya.


"sudah Bu.. berbicara dengan orang yang tamak hanya akan membuat kita kehilangan kesabaran " ucap Dito.


" ayo kita ketemu kak Dyandra saja " ucap Dito sambil menarik tangan bundanya.


" AYAH MELALUKAN ITU SEMUA HANYA UNTUK KAMU DITO " teriak pak Wilman meski Dito dan bunda Lucia tak menggubris teriakannya.


Dito pun menuntun ibunya menuju mobil dan memberikan ibunya minum agar lebih tenang setelah melihat ibunya yang terpancing emosi dengan perkataan ayahnya.


" maafkan ayah Bu.. " ucap Dito yang kini sudah duduk di hadapan ibunya.

__ADS_1


" Dito tidak menginginkan harta peninggalan mantan suami bunda " ucap Dito


Bunda Lucia pun membelai rambut putranya yang merasa bersalah atas apa yang di lakukan ayahnya terlebih pada kakaknya.


" sudah lah.. ayo kita ke rumah sakit " ucap bunda Lucia dan tak lama Dito pun melajukan mobilnya menuju rumah sakit meski harus berhenti di beberapa tempat untuk membelikan makan siang untuk mereka saat sudah di rumah sakit


Meski sejujurnya ukuran bunda Lucia sedang terbagi tapi bunda Lucia berusaha menutupi semuanya agar Dito dan Rania tidak terlalu khawatir padanya.


" Bun.." dan Rania yang melihat bundanya yang baru saja membuka pintu ruangannya.


Raja dan juga Talia yang memang sedang berada di rumah sakit setelah melewati drama perdebatan dengan Ridzwan akhirnya bisa bertemu dengan Rania yang kini sudah jauh lebih baik kondisi nya.


Bunda Lucia pun kini sudah berada di dekat Rania dan juga Wildan.


" sayang.. " Rania melambaikan tangannya pada kedua anaknya, raja dan Talia yang merasa jika Rania memanggil nya pun langsung datang mendekat.


" sayang kenalkan, ini bunda ibu " ucap Rania mencoba mengenalkan Bunda Lucia pada anak anaknya.


Raja dan Talia pun berjalan mendekati bunda Lucia dan juga Dito, hanya tinggal beberapa langkah lagi bunda Lucia yang tidak sabar pun langsung meraih Raja dan Talia yang langsung iya peluk keduanya.


" ngga nyangka ternyata bunda sudah tua karena sudah punya cucu " ucap bunda Lucia yang langsung di sambut gelak tawa semua yang ada di sana.


" sayang kenalkan ini Dito adik mu " ucap Bunda Lucia pada Rania.


" kamu ngga salah, bahkan kakak ngga pernah berpikir jika kamu yang salah " ucap Rania yang memang tidak ingin memperpanjang masalah.


Rania kini hanya ingin hidup tenang dengan anak dan suaminya dan juga dengan orang orang yang menyayangi nya.


" Wildan.. maafkan bunda " ucap Bunda Lucia yang kini sudah ada di hadapan Wildan menantunya.


" saya juga minta maaf Bu karena pernah berlaku tidak sopan pada ibu " ucap Wildan.


Mutia dan Ridzwan pun ikut merasa lega melihat Rania yang bisa bertemu dengan ibunya lagi dan kini semuanya sudah baik baik saja.


Seolah mendapat kekuatan kesehatan Rania juga semakin membaik setiap harinya dan kini setelah lebih dari Lima di rawat di rumah sakit, kini saatnya Rania untuk pulang ke rumahnya bersama keluarga kecilnya.


" sayang .. apa tidak bisa kamu menginap dulu dirumah bunda " ucap bunda lucia yang masih merindukan putrinya.


" Bun.. bukannya Rania tidak rindu atau tidak sayang sama bunda, tapi kini Rania sudah memiliki keluarga yang harus Rania jaga " ucap Rania sambil melihat wildan yang sudah berdiri di depan mobilnya bersama Raja dan juga Talia.


" Rania janji nanti akan menginap di rumah bunda " ucap Rania sambil memeluk bundanya.

__ADS_1


" kalo ngga bunda yang mengingat di rumah Rania " ucap Rania yang sudah melepaskan pelukannya dari ibunya.


Bunda Lucia pun mencium kening Rania penuh sayang sedangkan Dito terlihat ikut bahagia bisa melihat bunda dan kakaknya bahagia.


Rania pun menghampiri suaminya yang dengan sabar menunggu nya.


" sudah.. " tanya Wildan sambil merangkul pinggang Rania.


" hemm .. ayo Rania sudah kangen sama rumah kita " ucap Rania tapi malah di salah artikan oleh Wildan.


" sama rumah nya atau sama kamar kita ?" bisik Wildan saat memasang setbelt pada Rania.


" dua duanya " ucap Rania malu.


" apa lagi sama yang ada di hadapan Rania sekarang " ucap Rania di akhiri kecupan di pipi Wildan.


Wildan hanya mengusap lembut rambut Rania yang begitu iya cintai dan tak lama Wildan pun mulai melajukan kembali mobilnya menuju rumah mereka.


Tak butuh waktu lama kini Rania dan juga Wildan serta anak anaknya sudah sampai di rumah mereka, bahkan saking senangnya Raja dan Talia langsung berlari menuju kamar mereka yang begitu sangat mereka rindukan.


" ah.. lega nya sudah bisa kembali ke rumah " ucap Rania sambil merentangkan tangannya karena memang Rania sudah dari dua hari lalu meminta untuk bisa ulang ke rumah.


" sama.. mas juga lega sudah bisa memeluk kamu seperti ini lagi " ucap Wildan yang langsung memeluk Rania dari belakang.


" jangan membuat mas takut dan khawatir lagi " ucap Wildan sambil menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Rania menghirup wangi yang lima hari ini begitu iya rindukan.


" maaf.. " ucap Rania sambil berbalik menghadap Wildan.


" Rania harap kedepannya kita akan selalu bahagia bersama dengan anak anak kita "


ucap Rania yang kini sudah mengalungkan tangannya di leher Wildan.


" tuh Raja sama Talia nya " Rania langsung melepaskan rangkulan nya tapi di tahan oleh Wildan.


" tapi bohong....


✍️✍️✍️ hai hai hai semoga kalian semua masih setia nungguin akhir cerita Wildan Rania dan Ridzwan...😊😊


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.

__ADS_1


Love you moreeeee 😍😍🌹


__ADS_2