Dihamili Pria Arogan ( Cahaya Di Ujung Kegelapan )

Dihamili Pria Arogan ( Cahaya Di Ujung Kegelapan )
Tak nyaman


__ADS_3

Hari ini adalah awal Rania dalam menapaki babak baru dalam hidupnya dan semua kabar ini sampai juga ke telinga pak Rizky ayah dari Ridzwan bahkan Ridzwan langsung di telpon untuk memastikan kabar yang iya dengar.


" ridz apa benar yang ayah dengar jika Rani itu anak tantenya Mutia yang pengusaha ternama itu ?" tanya pak Rizky.


" yang Ridzwan dengar sih seperti itu " ucap Ridzwan yang juga masih belum percaya jika wanita yang iya sia siakan tak lain adalah batu mulia yang tertutup lumpur hitam.


" sayang kamu sudah menikahi Mutia " ucap pak Rizky yang sontak saja membuat Ridzwan menganga tak percaya jika ayahnya berpikir seperti itu.


" yah..!! " Ridzwan langsung menegur ayah nya yang sepertinya menyesali dirinya yang sudah menikah dengan mutia.


" apa ..?" tanya pak Rizky yang tiba tiba saja kesal pada Ridzwan.


" kenapa seolah olah ayah sekarang menyetujui jika Ridzwan menikahi Rania ?" tanya Ridzwan yang tidak mengerti dengan perubahan sikap ayahnya terhadap Rania.


" ya.. ayah menyesal tak mengijinkan kamu menikah dengan Rania dulu " ucap pak Rizky sedang kan Ridzwan hanya geleng geleng kepala melihat kelakuan ayahnya.


" tapi yah, Rania memang tidak pernah menyukai Ridzwan bahkan sebelum Rania menikah dengan om Wildan " ucap Ridzwan sambil beranjak dari duduknya hendak meninggalkan ayahnya.


" jika seperti itu tekan Raja agar mau ikut dengan kamu " ucap pak Rizky tak habis akal.


Tapi Ridzwan memilih terus melangkah meninggalkan ruangan kerja ayahnya menuju Mutia yang sedang bersama Nayla.


" ayo yang kita pulang " ucap Ridzwan setelah dekat dengan Mutia dan Nayla.


" loh bukannya kalian mau menginap?" tanya Nayla yang merasa jika Ridzwan tidak baik baik saja.


" lain kali saja Bu " ucap Ridzwan sambil menarik Mutia dan melangkah meninggalkan rumah orang tuanya.


" ridz.. bukannya kamu baru datang " tanya Bu sila yang sangat merindukan Ridzwan yang memang sudah tinggal terpisah dengan Mutia.


" iya.. tapi lain kali saja Ridzwan menginap di sini " ucap Ridzwan sedangkan Mutia hanya mengikuti Ridzwan.


" kalo ngga eyang saja yang menginap di rumah kita " ucap Mutia yang tak tega melihat Bu sila yang memang merindukan cucunya.


" ya sudah kalo kalian mau pulang, tapi lain kali kalian menginap di sini ya " ucap Bu sila.


Ridzwan dan Mutia pun berpamitan pada Bu sila dan mama Nayla yang ikut mengantarkan mereka hingga ke teras depan rumah.


Ridzwan mulai melajukan mobilnya membelah jalanan, hingga tak terasa kini mereka sudah sampai di depan rumah nya.

__ADS_1


" sayang.. " Ridzwan langsung memeluk Mutia dari belakang saat sudah masuk rumah nya.


" kenapa ?' tanya Mutia sambil mengelus tangan Ridzwan yang melingkar di perutnya.


" ngga papa, aku hanya ingin memeluk mu saja " ucap Ridzwan yang tak ingin melukai hati istrinya.


" ridz.. " Mutia membalikkan tubuhnya agar bisa menghadap pada Ridzwan sambil mengalungkan tangannya di leher Ridzwan.


" sayang.. ayah.." Ridzwan yang mendengar panggilan ayah dari Mutia tampak sedikit bingung akan arti panggilan itu.


" kan ngga mungkin selamanya kita saling memanggil nama, mulai sekarang kita harus memiliki panggilan yang baik agar bisa mempererat hubungan kita " ucap Mutia sambil menuntun tangan Ridzwan agar membelai perutnya yang masih terlihat rata.


" siapa tau di dalam sini sudah ada Ridzwan atau Mutia junior yang akan mempererat hubungan kita " ucap Mutia yang tau jika suasana hati Ridzwan tidak baik baik saja.


" aamiin " ucap Ridzwan sambil menarik Mutia dalam pelukannya.


Rania yang memang seorang yang pekerja keras pun bisa dengan cepat mengikuti dan mempelajarinya ritme pekerjaan bahkan dia dengan mudah menguasai pekerjaan hingga tak terasa waktu berlalu begitu cepat.


" ah.. akhirnya selesai sudah " ucap Rania sambil menutup berkas terakhir yang iya pelajari.


drrrtt drrrtt


" halo mas.. " sapa Rania saat tau suaminya yang kini sedang menghubungi nya.


" sayang.. sudah selesai ?" tanya Wildan dari sebrang telpon sana.


" baru beres mas, mas dimana ?" tanya Rania yang entah kenapa selalu merindukan suaminya jika berjauhan.


" mas di lobi kantor kamu " ucap Wildan.


" ok rania turun sekarang " ucap Rania tersenyum bahagia sambil mengambil tas nya tanpa menutup sambungan telepon nya.


Rania pun bergegas turun untuk menemui suaminya tapi tanpa di duga saat Rania memasuki lift di sana juga ada pak Bowo yang terlihat akan pulang.


" sore Bu " sapa Bowo pada Rania tapi entah kenapa melihat tatapan Bowo membuat Rania merasa kurang nyaman berada dekat laki laki itu.


Rania hanya mengangguk sambil terus berbicara pada Wildan yang masih setia mendengar setiap ucapannya hanya untuk menghindari obrolan dengan Bowo bawahannya.


Rania pun bergegas keluar saat pintu lift sudah terbuka namun tangan Rania di tahan oleh Bowo yang dari tadi merasa di acuhkan oleh Rania.

__ADS_1


" apa ibu merasa kurang nyaman pada saya " ucap Bowo yang merasa tersinggung dengan sikap Rania.


" maaf .. suami saya sudah menunggu " ucap Rania mencoba melepaskan tangan Bowo dari pergelangan tangan nya.


" sayang.." Wildan yang dari tadi melihat itu ingin sekali memukul wajah laki laki yang sudah berani memegang tangan istrinya tapi Wildan berusaha menahan kerena menghargai Rania terlebih Rania yang tak juga terlihat tak nyaman.


" mas.. " Rania langsung berjalan menghampiri Wildan setelah berhasil melepaskan pegangan tangan Bowo.


Bowo yang merasa tidak enak hati pun hanya mengangguk dan menunduk karena telah lancang memegang tangan atasannya.


Sedangkan Wildan langsung merangkul pinggang Rania seolah menunjukan jika Rania memang miliknya.


" kamu baik baik saja kan sayang " ucap Wildan saat melihat wajah Rania masih terlihat tegang.


" Rania hanya sering merasa takut jika berada di dekat laki laki asing " ucap Rania yang sudah duduk di dalam mobil di samping Wildan yang kini sudah mengemudikan mobilnya.


Wildan pun menggenggam tangan Rania mencoba memberikan ketenangan dan kenyamanan pada istrinya.


" yang penting kamu jangan terlalu menunjukan ketidak sukaan dan ketidak nyamanan kamu pada mereka yang mungkin membuat mereka tersinggung " ucap Wildan.


" iya ... " ucap Rania sambil menyandarkan kepalanya di pundak suaminya.


Ridzwan yang sudah mulai bisa mengendalikan suasana hatinya ditambah mereka yang sudah menghabiskan waktu bersama dalam berbagi keringat dan juga kehangatan, kini Ridzwan sedang memeluk Mutia yang masih bersandar pada dada suaminya.


" ayah tau jika Rania anak kandung Tante Lucia " ucap Ridzwan.


" lalu " Mutia masih asik menikmati detak jantung Ridzwan yang menurutnya seperti irama yang merdu.


" ayah meminta ku untuk merebut Raja demi membuat Rania kembali padaku " ucap Ridzwan yang sangat bingung bagaimana cara menyampaikan semuanya.


" dan ayah meminta kamu untuk merebut Rania dari om Wildan??


✍️✍️✍️ Mutia kayaknya punya indra keenam 🤭🤭 Sikap aa yang akan di ambil Mutia ??


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi.


Love you moreeeee 😍😍🌹

__ADS_1


__ADS_2