Dihamili Pria Arogan ( Cahaya Di Ujung Kegelapan )

Dihamili Pria Arogan ( Cahaya Di Ujung Kegelapan )
Penebus kesalahan


__ADS_3

Ridzwan yang baru saja tiba di klinik Mutia langsung mengangkat sambungan telepon dari omnya yang sudah lama tidak menghubungi nya.


" iya om ada apa ?" tanya Ridzwan langsung membuka suara.


" ridz apa kamu ingat dimana panti asuhan Rania dulu ?" tanya Wildan saat sambungan telepon nya di angkat oleh Ridzwan.


Ridzwan terdiam sejenak setelah mendengar pertanyaan om nya bukan karena dirinya tak ingat panti asuhan Rania dulu tapi kenapa omnya menanyakan hal itu saat ini.


" masih om, memang ada apa ?" tanya Ridzwan sambil merangkul pinggang Mutia sambil mencium kening nya.


" panjang ceritanya, tapi kalo bisa kamu datang ke rumah sakit sekarang nanti om share lokasi nya " ucap Wildan yang tak ingin menjelaskan apapun lewat sambungan telepon.


" ok om, nanti Ridzwan ke sana sama Mutia " ucap Ridzwan dan tak lama sambungan telepon pun terputus.


" siapa " ucap Mutia yang sedang memeluk Ridzwan yang baru saja menyimpan handphone nya di meja kerja Mutia.


" om Wildan, nanyain panti asuhan Rania dulu" ucap Ridzwan sambil membalas pelukan istri tercinta nya.


" untuk apa ?" tanya mutia tai Ridzwan hanya mengangkat bahunya tapi kembali melanjutkan ucapannya.


" abis ini ke rumah sakit dulu ya " setelah mengucapkan itu Ridzwan Melu mat bi bir istrinya yang begitu sangat iya rindukan padahal dirinya dan Mutia tidak bertemu hanya beberapa jam saja.


Mutia hanya mengikuti apa yang di inginkan Ridzwan meski hanya sebatas cumbuan karena mereka berdua masih sadar dimana mereka berada.


" ayo berangkat, kalo terus disini kita berdua pasti tidak akan bisa menahannya " ucap Ridzwan yang menghentikan aksinya bersama Mutia.


Mutia dan Ridzwan pun mulai meninggalkan klinik menuju rumah sakit seperti yang di kirimkan Wildan padanya.


" memang siapa yang sakit " ucap Mutia penasaran.


" nanti kita akan tau, tapi ayah harap semuanya baik baik saja " ucap Ridzwan.


Tak butuh waktu lama kini Mutia dn Ridzwan sudah sampai di lobi rumah sakit dan kini mereka sedang menuju ruang rawat yang di beritahu kan Wildan padanya.


" om.. " ucap Ridzwan sambil membuka pelan pintu ruangan sesuai yang di berikan Wildan padanya.


" Rania...!!" Ridzwan dan Mutia tidak menyangka akan melihat kembali Rania di atas tempat tidur rumah sakit tapi kini dengan keadaan yang lebih parah dari sebelumnya.


" laki laki breng sekkkk " ucap Rania berteriak saat melihatwajah Ridzwan yang baru memasuki ruangannya.

__ADS_1


" sayang... tenang " ucap Wildan yang langsung menarik Rania dalam pelukannya.


Meski awalnya Rania memberontak tapi tak lama Rania mulai tenang dalam pelukan Wildan.


" tenang ada mas yang akan menjaga dan melindungi kamu " ucap Wildan yang masih memeluk Rania.


" suruh dia pergi dari sini " ucap Rania sambil menunjuk Ridzwan yang masih berdiri di depan pintu bersama dengan Mutia.


" Ridz tunggu om di luar " ucap Wildan yang masih memeluk Rania yang memang enggan melepaskan pelukannya.


Ridzwan dan Mutia pun langsung mengikuti ucapan Wildan meski mereka sendiri tidak mengerti dengan apa yang terjadi pada Rania.


Melihat Rania yang sudah mulai tenang, Wildan pun melepaskan pelukan nya dari Rania setelah berhasil meyakinkan Rania jika dirinya memang suami Rania.


" mas keluar sebentar nya " ucap Wildan sambil membantu Rania merebahkan tubuhnya.


" jangan lama lama, nanti kita ketemu ibu ya.." ucap Rania yang masih ingin bertemu ibunya.


" iya.. nanti kita ke panti buat ketemu ibu ya.." ucap Wildan, setelah itu Wildan pun keluar untuk menemui Ridzwan dan Mutia yang masih menunggu nya di kursi tunggu depan ruangan Rania.


" om.. " Ridzwan mencium tangan Wildan di susul Mutia.


" rem mobil yang Rania Kendari blong " ucap wildan setelah mengetahui penyebab kecelakaan setelah Dito mendapat informasi dari polisi laka lantas.


" dan sekarang Rania mengalami amnesia " ucap Wildan yang terlihat jelas wajahnya yang bersedih dengan apa yang di alami Rania.


Mutia menutup mulutnya tak percaya dengan apa yang sedang terjadi pada Rania, ujian Rania tak pernah berhenti meski dirinya sudah kembali bertemu dengan bundanya.


" lalu untuk apa om mencari alamat panti Rania dulu " tanya Ridzwan yang merasa iba dengan apa yang terus menimpa Rania, bahkan dirinya pun ikut membuat Rania menderita dulu.


" Rania ingin bertemu dengan ibu panti " ucap Wildan sambil menyadarkan tubuhnya lalu memejamkan matanya.


Lelah hati yang di rasakan Wildan bukan karena menyesal menikahi Rania, tapi merasa gagal tidak bisa menjaga dan melindungi Rania.


" Rania wanita yang kuat " ucap Ridzwan sambil menepuk pundak omnya, dan tepukan itu pun menyadarkan Wildan jika dirinya tidak boleh lemah, harus kuat demi Rania dan anak anaknya.


" ya om tau " ucap Wildan yang kembali berfokus.


" apa kamu masih ingat panti dimana Rania tinggal ?" tanya Wildan yang mengingat tujuan Wildan menghubungi Ridzwan.

__ADS_1


" masih om " ucap Ridzwan yang tak ingin mematahkan semangat dan harapan Wildan demi kesembuhan Rania.


" boleh om minta tolong ?" ucap Wildan.


" ya.. Ridzwan dan Mutia akan mendatangi panti asuhan itu, dan jika bisa Ridzwan akan mengajak ibu panti untuk menemui Rania " ucap Ridzwan yang paham akan apa yang di minta om nya.


" terima kasih.. maaf sudah merepotkan kalian " ucap wildan yang sudah akan berbalik menemani Rania lagi.


" om.. Raja mana ?" tanya Mutia yang mengkhawatirkan Raja dan Talia.


" Raja di bawa bunda lucia ke rumahnya bersama Talia " ucap Wildan yang sudah memegang handle pintu kamar Rania.


" apa boleh raja tinggal bersama kami ?" tanya Mutia yang kadang melihat Ridzwan yang diam diam memandangi Poto Raja di handphone nya.


" tapi mungkin Talia juga akan ikut dengan kalian " ucap wildan yang tau jika Raja tidak bisa di pisahkan dari Talia.


" sama Talia juga dong " ucap Mutia, Wildan hanya mengangguk dan tak lama iya pun memasuki kamar rawat Rania.


" maaf lama " ucap wildan yang tau jika Rania menunggu nya.


" kapan ketemu Bu Kanaya ?" tanya Rania yang tak sabar ingin bertemu wanita sudah menjaganya selama ini.


" sabar ya.. mas harus melihat dulu, apa panti asuhan itu masih ada di sana atau kah sudah berpindah lokasi "


Rania hanya mengangguk dan tak lama Rania pun memejamkan matanya karena pengaruh obat yang tadi di minum saat makan malam.


' semoga ingatan kamu segera kembali sayang' doa Wildan sambil membelai pipi Rania yang kini sudah tertidur pulas.


Lain halnya dengan Ridzwan yang baru saja sampai di rumahnya bersama Mutia.


" yah.. apa kamu benar benar ingat dimana panti asuhan Rania dulu " ucap Mutia yang dari tadi terus memikirkan itu.


" jika harus jujur ayah tidak yakin tapi demi kesembuhan Rania dan agar om Wildan tenang kita harus berusaha..."


✍️✍️✍️ apa usaha Ridzwan menemukan panti asuhan tempat Rania tinggal dulu akan berhasil ??


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.

__ADS_1


Love you moreeeee 😍😍🌹


__ADS_2