Dihamili Pria Arogan ( Cahaya Di Ujung Kegelapan )

Dihamili Pria Arogan ( Cahaya Di Ujung Kegelapan )
Mengingat semuanya..


__ADS_3

Drrrtt drrrtt


Handphone Talia berbunyi tanda ada pesan masuk yang malah membuat pipi Talia kembali bersemu merah.


" ini nomor handphone om, hubungi om jika tidak ada yang menjemput kamu, jangan sampai om lihat kamu pergi bersama teman laki laki " Talia baru saja membaca pesan yang dikirim orang yang tak jauh dari nya.


" kamu kenapa ta " tanya wildan yang melihat pipi putrinya yang terlihat jelas bersemu merah, dimana kini mereka semua sedang berkumpul di ruang keluarga setelah makan malam.


" ngga papa yah " ucap Talia yang tak berani menatap wajah ayahnya karena disana juga ada laki laki yang baru saja mengirimi nya pesan singkat siapa lagi jika bukan Dito.


" mungkin Talia baru saja mendapatkan pesan dari pacarnya " ucap Dito yang ingin tau apa Talia memang masih sendiri atau sudah memiliki kekasih.


" ngga yah.. jangan percaya om Dito, Talia belum punya pacar " ucap Talia yang kini pipinya semakin bersemu merah.


" sudah kalian diam, jangan menggoda Talia " ucap Bunda Lucia.


" mas.. Rania ke kamar dulu ya " ucap Rania yang masih merasa asing meski dirinya terus mencoba mengingat orang orang yang ada di sekeliling nya.


" Talia temani Bu " ucap Talia Mencoba mengindari dito.


Setelah kepergian Talia dan juga Rania, jangan tanyakan dimana Raja, karena Raka sudah lebih dulu tidur setelah makan malam.


" Bun.. lebih baik kalian semua menginap di sini " ucap Wildan


" besok Ridzwan akan datang ke sini dan menurut Wildan dia akan datang bersama ibu panti yang pernah merawat Rania dulu " ucap wildan.


" baik lah " ucap Bunda Lucia yang malah tidak sabar menunggu hari esok.


Tanpa terasa waktu berlalu begitu cepat dimana kini pagi pun sudah mulai menyapa setiap insan di dunia.


" sayang.. apa Rania akan kembali mengingat semuanya " tanya Mutia dimana kini mereka sedang dalam perjalanan menuju rumah Wildan.


" kita hanya berusaha dan berharap semoga Rania bisa mengingat semuanya dan bisa hidup bahagia " ucap Wildan yang sedang mengemudikan mobilnya.


" ibu pun berharap Rania bisa mengingat semuanya " ucap Bu Kanaya.


Bunda Lucia sudah sangat tidak sabar menunggu kedatangan orang yang di maksud Wildan semalam.


tok tok tok ...

__ADS_1


Bunda lucia bergegas membuka pintu berharap yang datang adalah orang yang sedang mereka tunggu.


" om Wildan nya ada Tante ?" tanya Ridzwan sambil mencium tangan bunda lucia.


" ada .. ayo masuk kami sudah menunggu kalian " ucap bunda Lucia memberi jalan.


" perkenalkan saya Lucia bundanya Rania " ucap bunda Lucia menjabat tangan Bu Kanaya.


" saya Kanaya, pemilik panti asuhan dimana dulu Rania di titipkan oleh seorang laki laki " ucap Bu Kanaya, dan tak lama perhatian mereka teralihkan saat mendengar derap langkah Rania yang sedang menuruni tangga.


Rania yang baru saja menuruni tangga langsung bergegas menghampiri Bu Kanaya yang baru saja memasuki rumah wildan.


" Bu... " Rania langsung memeluk Bu Kanaya yang tentunya di sambut pelukan hangat oleh Bu Kanaya yang juga sangat merindukan Rania.


" Rania kangen .. " ucap Rania yang masih memeluk erat Bu Kanaya.


" ibu juga kangen sama kamu " ucap Bu Kanaya yang mengusap lembut punggung Rania dimana kepala Rania masih terbalut perban akibat luka yang masih belum mengering.


Bunda Lucia pun melepaskan pelukan putrinya lalu menuntun Rania untuk duduk bersama dengan nya, pemandangan itu pun tak luput dari tatapan semua yang ada disana termasuk Wildan dan Bunda Lucia.


" sayang.. kamu masih ingat sama ibu ? " tanya Bu Kanaya sambil menggenggam tangan Rania, dn Rania pun langsung mengangguk.


" bagaimana Rania bisa melupakan ibu " ucap rania dengan wajah tertunduk.


" maaf.. jika aku pernah menyakiti mu dan membuat luka yang sulit untuk di hilangkan hingga saat ini " ucap Ridzwan.


" mungkin kamu belum mengingat nya tapi kamu sendiri yang memaafkan atas semua salah yang aku perbuat demi Raja " ucap Ridzwan mencoba membuat Rania ingat akan waktu dimana Rania sudah memaafkan dirinya.


" bahkan kamu juga sudah mengijinkan Raja untuk mau memanggil ku dengan panggilan ayah " ucap Ridzwan.


Wildan pun bangun dan berpindah duduk ke dekat dengan Rania dan mencoba menggenggam tangan Rania.


" kamu ingat sayang.. berkat Ridzwan kita bisa bersama " ucap Wildan.


" maksud mas apa ?" tanya Rania dimana ingatan saat Wildan melamarnya samar samar mulai muncul dalam ingatannya.


" meski saat itu tadinya kamu akan di nikahi oleh Ridzwan " Rania yang tak percaya dengan apa yang di sampaikan Wildan lalu menatap ke arah Ridzwan dan langsung mendapat anggukan dari Ridzwan dan juga Mutia.


" ya.. Ridzwan tadinya bersikukuh Ingin menikahi kamu, tapi karena suatu alasan akhirnya Ridzwan mengalah dan membiarkan kamu menikah dengan mas " ucap Wildan.

__ADS_1


" dan bahkan Ridzwan juga yang menjaga Raja saat kamu kecelakaan saat kamu hampir di culik oleh orang suruhan pak Wilman "


deggg


Ingatan Rania random muncul dalam ingatannya mulai dari saat meninggalkan panti asuhan dalam keadaan hamil sampai saat terakhir dirinya kecelakaan yang mengakibatkan dirinya hilang ingatan.


Rania terus memegangi kepalanya yang terasa berputar hebat, hingga akhirnya Rania tak sadarkan diri.


" sayang .." Bu Kanaya yang masih berada di samping Rania pun mulai panik meski tubuh Rania berhasil di tangkap oleh Wildan.


" om ajak Rania ke kamar biar Mutia yang memeriksa " ucap Mutia yang langsung berjalan mengikuti Wildan yang sudah menggendong Rania menuju kamar tamu yang posisinya dekat dengan mereka.


Bunda lucia pun mengikuti Mutia dan Wildan menuju kamar tamu di susul Bu Kanaya.


Hampir setengah jam Rania tak sadarkan diri bahkan setelah Mutia memberikan minyak kayu putih untuk memancing kesadaran Rania.


" euhh.. mas .. " Rania yang baru saja tersadar langsung duduk dan memeluk Wildan yang berada tak jauh darinya.


Wildan langsung menyambut pelukan Rania yang begitu sangat iya rindukan.


" maafkan Rania " ucap Rania yang sudah berlinang air mata dalam pelukan Wildan.


" maaf karena sudah melupakan mas dan anak anak kita " ucap Rania yang masih dalam pelukan suaminya.


Wildan yang mendengar semua ucapan Rania pun merasa bersyukur karena Rania sudah kembali mengingat dirinya dan juga anak anaknya.


Wildan melepaskan pelukan Rania yang masih memeluknya erat.


" benar kamu sudah ingat semuanya sayang .." tanya wildan memastikan, Rania hanya mengangguk sambil melihat ke arah Bunda Lucia yang juga sudah berlinang airmata.


" Bun.. maafkan Rania " ucap Rania sambil menundukkan wajahnya.


" kamu tidak salah sayang..." ucap bunda lucia yang sudah memeluk Rania.


" semua ini salah mas wilman, dia adalah akar dari setiap penderitaan yang kamu alami selama ini ....


✍️✍️✍️wah kayaknya mendekati end...


Pantengin terus ya ceritanya biar ya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.

__ADS_1


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.


Love you moreeeee 😍😍🌹


__ADS_2