
Tak ingin semua usahanya selama ini berakhir sia sia, pak Wilman langsung menghubungi orang kepercayaan nya untuk segera membereskan masalah yang timbul akibat Rania muncul di hadapan istrinya.
" halo pak ... " ucap tangan kanan pak Wilman yang bernama Vito
" halo... vito tolong kamu pantau Rania dan jika memungkinkan culik Rania tapi jangan sampai membuat gaduh yang nanti malah memperkeruh keadaan" ucap pak Wilman setelah mendengar suara dari orang suruhannya.
" baik pak, lalu harus saya apakan wanita itu jika sudah saya dapatkan ?" tanya Vito yang tidak ingin mengecewakan bosnya.
" bawa saja dia ke markas kita " ucap pak Wilman yang langsung menutup sambungan telepon nya saat putra nya memasuki ruang kerjanya.
" yah.. Kata bunda Dito mempunyai kakak, apa itu benar ?" tanya Dito yang memang ingin sekali memiliki saudara meskipun tidak seayah.
" ngga.. kamu tidak mempunyai kakak, kamu anak tunggal keluarga ini dan pemilik seluruh harta bunda kamu " ucap pak Wilman yang tidak akan rela harta yang sudah iya kelola selama ini jatuh pada anak yang sengaja iya buang dulu.
" tapi.." Dito yang baru saja akan berbicara Lang langsung berhenti saat ayahnya mencengkram kedua pundaknya.
" kamu harus percaya sama ayah, dia bukan kakak kamu, dia hanya benalu yang ingin mengambil apa yang seharusnya menjadi milik kamu " Dito hanya bisa menunduk karena Dito sangat tu tabiat ayahnya yang aus akan harta dan kekuasaan.
Dito pun memilih meninggalkan ruang kerja ayahnya dan akan mencoba menyelidiki nya sendiri kebenaran tentang semuanya terlebih melihat bundanya yang sangat berharap jika wanita yang mereka temua kemarin adalah anak bunda nya yang hilang dulu.
Sedangkan di rumah Wildan, Rania yang sedang merias diri pun langsung di peluk oleh Wildan dari belakang dengan dagu yang bersandar di pundak rania.
" mau kemana ?" tanya Wildan yang melihat Rania yang sudah rapi dan juga cantik.
" ada yang harus Rania tanyakan ada Mutia " ucap Rania yang akan mencoba bangkit dari rasa takut yang selalu menguasai nya selama ini.
" mas antar ya " ucap wildan yang entah kenapa memiliki perasaan tidak enak di hatinya.
" mas.. " Rania menarik tangan Wildan agar berdiri di hadapan nya bukan di belakangnya meskipun posisi Rania masih duduk di kursi rias.
" nanti Rania akan cerita semuanya sama mas, tapi biarkan Rania bertemu Mutia sendiri" ucap Rania meyakinkan suaminya.
" tapi sayang... " Rania tersenyum melihat suaminya yang begitu mengkhawatirkan dirinya.
" Rania kuat, Rania bisa jaga diri dan yang Rania butuhkan hanya kepercayaan mas pada Rania itu saja " ucap Rania sambil mencium kedua punggung tangan suaminya.
__ADS_1
" tapi kamu harus janji, jika ada apa apa kamu harus segera hubungi mas ok " ucap Wildan yang membalas mencium kening Rania.
" iya.. " ucap Rania sambil mengambil tas selempang yang selalu iya gunakan.
" Bu.. mau kemana ?" tanya Talia yang baru saj memasuki kamar orang tuanya bersama dengan Raja.
" ibu ada perlu sebentar, kakak jaga adik ya dan titip ayah takutnya ada Tante Nuri godain ayah " ucap Rania sambil melirik ke arah Wildan suaminya.
" sayang... mas antar ya " ucap Wildan sambil mendekati Rania.
" Rania pasti baik baik saja " ucap Rania sambil tersenyum manis.
" ibu berangkat ya " ucap Rania sambil memasuki mobilnya dan melajukan mobilnya menuju tempat yang sudah iya sepakati dengan Mutia.
Tanpa Rania sadari bahwa mobil yang iya tumpangi sudah di ikuti dari semenjak keluar dari rumah Wildan.
Rania melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang karena jalanan yang masih padat, hingga saat jalanan mulai sepi mobil yang mengikuti Rania memotong jalan Rania dan berhenti tepat di depan mobil Rania.
ckkkttttt....
duggg... duggg... duggg
Pintu mobil Rania diketuk oleh seseorang yang baru saja turun dri mobil yang menghadang Rania.
" turun... " ucap laki laki itu yang tak lain adalah Vito orang suruhan pak Wilman, Rania hanya membuka setengah dari kaca mobilnya setelah memencet tombol darurat yang akan tersambung langsung ada Wildan suaminya.
" mau apa anda ?" ucap Rania tali tanpa di duga tangan laki laki itu masuk dan dengan cepat membuka paksa pintu mobil Rania hingga akhirnya Rania kini sudah di tarik paksa oleh laki laki itu agar memasuki mobilnya.
" lepas... mau apa anda ? tanya Rania yang terus saja berontak saat akan di masukan ke dalam mobil laki laki, bahkan dengan sekuat tenaga Rania terus berontak. Rania menginjak kencang kaki Vito hingga cengkraman tangan Vito pun terlepas dari tubuh Rania.
Tanpa pikir panjang Rania menyebrang jalan menjauh dari laki laki itu, namun siapa sangka saat Rania menyebrang jalan sebuah mobil melaju dengan sangat cepat dan tabrakan pun tak terelakkan lagi dimana tubuh Rania terpental jauh dan membentur trotoar jalan.
" Ahhh Sialll " ucap Vito yang memilih meninggalkan tempat tersebut sebelum orang orang berdatangan.
Dan benar saja tak lama berselang orang orang di sekitar sudah mulai berdatangan dan mengerubungi Rania yang tergeletak bersimbah darah.
__ADS_1
" masukan saja wanita itu ke dalam mobil saya agar bisa segera di tangani " ucap seorang wanita yang tadi menabrak Rania.
Mobil yang membawa Rania pun melesat menuju rumah sakit terdekat bertepatan dengan datangnya mobil wildan yang langsung datang setelah mendapat panggilan darurat dari Rania.
Wildan langsung turun dari mobil menuju mobil Rania yang ada di hadapannya, tapi Wildan tak menemukan istrinya di sana.
" bapak kenal sama yang punya mobil ini ?" tanya salah seorang warga yang tadi membantu memasukan Rania ke dalam mobil.
" iya... saya suaminya " ucap Wildan yang sudah mulai tidak nyaman.
" wanita tadi tertabrak mobil yang melintas saat tadi istri anda akan menyebrang jalan.
deggg...
Wildan menatap tak percaya dengan berita yang baru saja iya dengar.
" tapi istri anda sudah bi bawa ke rumah sakit terdekat tepat saat anda datang tadi " ucap wanita itu lagi.
" terima kasih Bu " ucap Wildan yang langsung berbalik arah menuju mobilnya agar bisa segera menemukan Rania dan tau kondisi Rania saat ini.
" maaf bos saya gagal " ucap Vito yang sudah sampai di tempat nya.
" bo doh... bagaimana bisa kamu gagal mengurus satu orang wanita saja ?" ucap pak Wilman yang kesal dengan kegagalan anaknya.
" tapi wanita itu tertabrak mobil dan keadaan nya cukup parah, jadi saya jamin jika wanita itu tidak akan bisa selamat " mendengar penjelasan Vito membuat Wilman sedikit merasa lega dan berharap jika Rania tidak akan selamat.
" kini siapa lagi yang akan ayah celakai demi untuk menguasai harta bunda ??...
✍️✍️✍️ kira kira siapa yang mendengar obrolan pak Wilman?🤔🤔dan bagaimana kondisi Rania setelah kecelakaan itu 🤔🤔
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha lebih semangat lagi.
love you moreeeee 😍😍🌹
__ADS_1