Dihamili Pria Arogan ( Cahaya Di Ujung Kegelapan )

Dihamili Pria Arogan ( Cahaya Di Ujung Kegelapan )
Ingatan Yang Sempat Terkubur..


__ADS_3

Meski terbersit rasa curiga di hati Tante Lucia tapi setelah mendengar penjelasan yang di berikan suaminya seolah ada yang menuntun hatinya untuk selalu percaya pada apa yang di ucapkan suami nya.


" maaf.. tapi untuk saat ini saya tidak bisa percaya pada siapapun karena bagi saya keselamatan Rania jauh lebih penting dari apapun " ucap Wildan.


" dan jika memang tante masih ingin disini menunggu sampai Rania sadar silahkan tapi sebaiknya Tante jauhkan suami Tante itu dari rania " meski terkesan tidak sopan tapi wildan tak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada istrinya.


" baik lah " ucap Tante Lucia yang mengerti kekhawatiran seorang suami pada istrinya terlebih istrinya baru saja melewati masa kritisnya.


" dan asal Tante tau Rania sudah melewati banyak ujian dalam hidupnya jadi saya harap dengan pertemuan kembali kalian berdua tidak akan membuat Rania kembali menderita" ucap Wildan yang sudah sangat tidak sabar menunggu Rania sadar.


Wildan membuka perlahan pintu ruangan Rania di ikuti Tante Lucia dari belakang berharap kehadiran dirinya membuat Rania sadar jika orang yang menyayangi nya menunggu dirinya tersadar.


" euuhh mas... " ucap Rania yang baru saja membuka matanya meski secara perlahan seolah matanya memerlukan adaptasi dengan sekitar.


" iya sayang.. mas di sini " ucap Wildan sambil menyambut uluran tangan Rania.


Rania menatap sekeliling hingga tatapan matanya berhenti tepat di depan Tante Lucia yang juga sedang menatap padanya.


Lelehan air mata Rania mulai membasahi pipi saat dirinya kini mengingat wajah dari ibu yang pernah meninggalkan nya di taman dua puluh tahun lalu.


" kenapa bunda ninggalin Ade "


" kenapa bunda nyuruh om dan Tante jemput Ade.."


" kenapa bunda ngga susuk Ade..."


" kenapa bunda biarin Ade tinggal di panti ?"


" kenapa bunda... kenapa ? ??"


" ayah meninggal bukan karena Ade .. kenapa bunda buang Ade.... " ucap Rania seolah mengeluarkan semua yang sudah sangat lama iya kubur bahkan iya membiarkan ibu panti mengganti namanya menjadi Rania.


Tante Lucia yang akan mendekati Rania pun di tahan oleh Wildan, membiarkan Rania menyalurkan apa yang selama ini iya pendam agar kita tau siapa yang sudah melakukan penculikan pada Rania dulu.


" jangan Tante, biarkan Rania meluapkan apa yang selama ini sudah tersimpan di alam bawah sadar Rania " ucap Wildan yang sebenarnya ingin sekali merengkuh Rania dan menenangkannya.


" tapi saya ingin menjelaskan pada Rania " ucap Tante Lucia yang masih berusaha untuk mendekati Rania.

__ADS_1


" jika bunda tidak sayang pada Ade, kenapa bunda lahirin Ade ke dunia " ucap Rania.


" padahal Ade sayaaaang banget sama bunda" ucap Rania yang sudah mulai bisa tenang.


" minum ya " ucap Wildan sambil menyodorkan sedotan di gelas yang sudah tersedia di sana.


Rania hanya meminum sedikit air yang di sodorkan suaminya tadi.


" sayang boleh bunda bicara " ucap Tante Lucia yang sudah tidak sabar menjelaskan pada Rania apa yang sebenarnya terjadi.


" maaf Tante, sebaiknya nanti saja karena Rania baru saja siuman " ucap Wildan bukannya ingin menghalangi tapi melihat kondisi istrinya sungguh Wildan sangat tidak tega.


" tapi.. " belum selesai Tante Lucia berbicara suara dering ponsel menghentikan nya.


" halo mas " ucap Tante Lucia yang baru saja mengangkat sambungan video call dari suaminya.


" bagaimana keadaan Rania apa sudah sadar ?" tanya om Wilman pada istrinya.


" baru saja sadar " ucap Tante Lucia yang mendapat sorotan tajam dari Wildan.


" mas mau lihat " ucap Tante Lucia yang sudah berubah jadi kucing anggora penurut.


" dia siapa bunda ?" tanya Rania sedangkan sambungan video call itu sudah terputus oleh om wilman.


" dia om Wilman ayah tiri kamu sayang " ucap Tante Lucia yang melihat raut wajah tak bersahabat Rania saat mendengar penjelasan darinya.


" Bunda tau siapa yang membawa Ade dulu dari taman " ucap Rania dengan wajah yang merah padam menahan amarahnya.


" dia.. ahhhh... " tapi tanpa di di duga kata " dia" itu ucap terakhir Rania sebelum jatuh tak sadarkan diri karena merasakan yg sakit yang luar biasa di kepala nya.


" sayang..."wildan dan Tante Lucia pun panik dan langsung memanggil dokter yang menangani Rania tadi untuk segera memberikan pertolongan untuk Rania.


Wildan dan Tante Lucia pun berjalan keluar agar dokter bisa segera memberikan pertolongan kepada Rania. sedangkan di kantor om wilman merasa terancam karena Meraka jika Rania sudah mengenalinya meski semuanya belum pasti.


" aku harus bergerak cepat untuk tetap bisa menguasai semua harta ini, tapi bagaimana caranya " ucap om Wilman sambil menyandarkan kepalanya di sandaran kursi kerja miliknya.


" lagian kenapa sampai saat ini Lucia masih saja belum mau mengalihkan Harta yang atas nama Dyandra menjadi atas nama Dito " ucap pak Wilman pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Sedangkan di rumah sakit sambil menunggu dokter Wildan dan Tante Lucia tampak semakin khawatir dengan kondisi Rania yang kembali memburuk.


" Tante lihat !!" ucap Wildan tanpa melihat ke arah ibu dari istrinya kini.


" hanya melihat wajahnya lewat sambungan telepon saja Rania bisa mengenali wajah orang yang pernah membawanya jauh dari Tante " ucap Wildan sedangkan Tante Lucia hanya diam karena bingung mana yang harus iya percayai.


" saya harap Tante lebih berhati hati lagi, dan jika saya boleh menyarankan sebaiknya Tante jangan bertemu dulu dengan suami Tante " ucap Wildan yang langsung mendekat ke arah dokter yang baru saja keluar dari ruangan Rania.


" bagaimana keadaan istri saya dok ?" tanya wildan yang masih mencemaskan Rania.


" jangan membuat pasien terlalu berpikir keras, terlebih pasien baru saj menjalani operasi " ucap dokter menjelaskan.


" tapi sejauh ini semuanya baik baik saja " Wildan yang mendengar penjelasan dokter pun merasa sedikit lega.


" apa sekarang Rania sudah sadar ?" tanya Wildan yang sebenarnya ingin melihat Rania.


" belum tapi bapak tidak perlu khawatir nyonya Rania baik baik saja " ucap Dokter dan tak lama meninggalkan Wildan dan Tante Lucia.


Sedangkan jauh di rumah Wildan dimana kini Mutia sedang mencoba membujuk Raja agar ikut dengannya dan juga Ridzwan sesuai permintaan Wildan.


" Raja ngga mau ... Raja mau sama ibu " ucap Raja sambil duduk di sofa keluarga dengan tangan yang di silangkan di dadanya.


" mau mama telepon ayah biar Raja percaya kalo ayah sudah ngijinin Raja dan Kaka ikut mama sama papa Ridzwan " ucap Mutia yang sudah kehabisan akal membujuk Raja.


" mau telepon ibu aja " ucap ucap Raja, Mutia yang mendengar itu menatap Ridzwan seolah menanyakan pendapat Ridzwan tentang permintaan Raja.


" ibu sakit.. jadi ayah Wildan harus jagain ibu Rania.. " ucap Ridzwan sambil berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan raja.


" Raja sayang kan sama ibu dan ayah ?' tanya Ridzwan yang langsung di sambut anggukan oleh Raja dan Talia.


" jadi ikut papa ya biar ayah ngga khawatir sama Raja dan kakak


✍️✍️✍️Apa Raja dan Talia akan mau ikut dengan Ridzwan dan Mutia🤔🤔 atau malah meminta untuk bertemu dengan Rania🤔🤔


Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi UP nya.


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya biar R-kha 😘 lebih semangat lagi.

__ADS_1


Love you moreeeee 😍😍🌹


__ADS_2