
Cuti kerjaku ku perpanjangan hingga 1 minggu, setidaknya aku harus menyelesaikan masalah di kantor Papa.
Aku juga belum tega harus meninggalkan Papa yang belum 100% pulih, Mama juga seakan belum rela melepasku untuk kembali ke Jakarta.
Ku buka jendela di kamarku, ku rasakan segarnya udara menyeruak masuk hidungku..ah..segarnya..
Suara dering telepon membuyarkan aktivitasku menikmati pagi.
Ku berjalan ke atas nakas sumber bunyi suara ponselku.
Seutas senyum lolos dari bibirku setelah melihat nama yang tertera di ponselku.
" Haloo " kataku dengan suara serak
" Sayang, kamu kemana aja? Dari kemarin di hubungi tidak nyambung" kata Axel yang terdengar khawatir
" Hehe..maaf sayang, disini susah signal" aku menjelaskan
" Trus kapan balik , i miss you so much" Axel terdengar begitu rindu
" Hihii..2 hari lagi balik kok" kataku renyah
" Oke sayang..aku berangkat ke kantor dulu" katanya lagi
" Oke bye..selamat bekerja" aku menutup telepon dari Axel.
Walaupun status kami sudah jadian entah kenapa aku belum miliki perasaan yang sesungguhnya untuknya, malah terkadang aku merindukan Daniel. Iyaa si brengsek Daniel sudah 3 minggu ini entah kemana? Ahh bodo amat, pekikku menyambar handuk dan bersiap-siap ke kantor Papa.
Setelah selesai bersiap-siap,aku segera ke meja makan untuk menyantap masakan Mama yang super endooll.
__ADS_1
" Maaa..masak apa " ku peluk Mama dari belakang yang sedang mempersiapkan meja makan
" Eh anak Mama udah cantik " ia melirik ke arahku sekilas. " Nih Mama buat nasi uduk kesukaanmu " Mama mencium keningku
" Waahh..enakk nehh, jadi laperrr mah " ku segera duduk dan menyantap nasi uduk buatan Mama dengan lauk ayam goreng ditambah bihun pedas..Hmm rasanya nikmat.
Sebelum pergi ke kantor papa, ku lihat Papa sedang duduk di dekat kolam renang, kudekati Papa dan duduk disebelahnya.
" Pah..gimana sudah baikan " Tanyaku khawatir
" Sudah sayang " Suara Papa masih terdengar lemah
" Papa tenang aja yah..Lara akan berusaha menyelesaikan masalah di perusahaan " Kataku menenangkan Papa
" Iya sayang, Papa percaya Lara pasti bisa " Papa menepuk pundakku.
5 menit kami ngobrol aku putuskan untuk bergegas ke kantor Papa, berharap masalah ini cepat berlalu.
" Iya sayang, semoga berhasil ya" katanya penuh harap
" Oke boss..pasti berhasil..Papa tenang aja, istirahat di rumah " kataku segera menuju ke parkiran mobil
Cuma butuh waktu 10 menit mobilku sampai di kantor Papa. Seorang Satpam menyapaku dan memberitahu kalau orang dari Global Corp sudah menunggu di ruangan Papa.
Ku buka pintu perlahan, seorang lelaki nampak gagah dari belakang dengan setelan jas hitamnya.
" Selamat pagi pak, maaf sudah menung...gu " langkahku terhenti dan suaraku gagap ketika yang ada di hadapanku seseorang yang aku rindukan tadi pagi.
" Daaaan...niiielll " Suaraku patah-patah melihat sosok gagah didepanku.
__ADS_1
" How are you baby " Daniel mendekat ke arahku, kakiku seakan mati rasa tak dapat bergerak. Dengan senyum menggodanya ia memelukku kuat, dadaku seakan sesak mendapat pelukan seperti itu.
" Oke..oke wait..." Ku lepas pelukan Daniel tadi. " Ngapain lo kesini " kataku ketus
" Membantu calon istriku " Daniel melipat kedua tangannya di dada.
" Tunggu..jadi lo dari Global Corp " kataku kaget, Daniel menganggukkan kepalanya sombong.
" Sekaya apa si ini orang " pekiku pelan
" Baby aku tau apa yang ada di otak cantikmu " Daniel membawaku lagi ke pelukannya, ia berbisik kalau ia sangat merindukanku.
Tanpa memberiku waktu berbicara ia sudah berhasil mendekapku lagi,aku berusaha melepas dekapan Daniel tapi usahaku sia-sia karena tubuhnya begitu kuat dan aku begitu kecil didalam dada bidangnya.
Aku memberontak dengan sekuat tenaga dan usahaku berhasil. Ku ambil jarak beberapa centi dengannya sedang Daniell malah memamerkan senyum smirknya.
Suara ketukan dari seseorang mengalihkan fokusku, dengan suara baritonya Daniel menyuruhnya masuk.
Ia adalah asisten Daniel.
Ia membawa berkas-berkas yang harus Papa tanda tangani, di situ tertulis hutang papa akan di bayar lunas oleh Global Corp dan pengelolaan perkebunan Papa di awasi langsung oleh Global Corp.
Aku baca MOU perjanjian kerjasama ini dengan teliti, Sedang Daniel tak henti melihatku yang sedang serius membaca hingga membuatku salah tingkah dan panas.
" Oke " kataku selesai membaca berkas itu yang sangat menguntungkan kedua belah pihak, akhirnya aku lega akan membuat Papa kembali tersenyum dan semoga penipu Papa cepat tertangkap dan menerima hukuman yang setimpal.
Daniel tak hentinya sejak tadi menatapku, seakan ingin memakanku.
" Oke " katanya menirukanku dengan senyum devil.
__ADS_1
Kami berjabat tangan menandakan kerjasama ini di mulai dan sah.