DILARA LOVE

DILARA LOVE
Bagian Tiga Puluh Sembilan


__ADS_3

Kali ini perjalananku sangat menyenangkan karena di antar Daniel sendiri. Dia begitu manja tak ingin berpisah denganku padahal cuma 1 minggu. Katanya 1 minggu serasa sewindu...Hahaha gombal mukidi


" Sayang lapar " Aku memegang perutku yang sejak tadi minta diisi, sekarang kami perada di jalan tol Jakarta-Bandung.


" Iya Baby...kita berhenti di rest area ya " Daniel mengelus rambutku dengan lembut


" Oke..oke " Anggukan kepalaku membuat lega Daniel


10 menit kemudian kami menemukan rest area, aku membeli beberapa cemilan dan roti untuk bekal di perjalanan.


Setelah membayarnya aku segera kembali ke mobil di ikuti Daniel yang terus saja mengekor di belakangku.


Aku memakan sepotong roti coklat sambil menyuapi Daniel yang sedang sibuk menyetir.


Setelah kenyang setengah perjalanan aku tertidur hingga tak terasa mobil Daniel sudah memasuki gerbang rumahku.


" Baby...sudah sampai " Daniel mengelus pipiku pelan


" Eeehh...Dimana " Aku yang masih belum ngeh kalau sudah sampai rumah

__ADS_1


" Sudah sampai Baby " Daniel menunjukan senyum malaikatnya


" Waaaahhhh " Ku rentangkan tubuhku yang pegal


" Ayo Baby " Daniel membuka pintu mobil untukku.


Dan seperti biasa Papa dan Mama sudah menungguku di depan pintu. Mereka menyambutku dan calon mantu..hahaha


" Pa Mah " Aku mencium tangan mereka, diikuti Daniel yang masih ragu-ragu hingga aku harus memberikan kode padanya.


" Ayo Nak Daniel " Papa membawa Daniel ke ruang tamu, sedangkan aku masih bermanja ria dengan Mama.


" Iyaa Mamaku sayang..Lara juga kangen " Langkahku menuju kamar untuk mandi karena sekarang akan menjelang maghrib dan sebentar lagi pasti akan makan malam bersama.


Selesai mandi dan berganti pakaian yang nyaman aku akan bergegas turun ke bawah untuk menemui Daniel yang masih betah sama Papa.


" Pa kasian Daniel capek..suruh istirahat dulu lah Pah " Aku bergelayut manja sama Papa sedangkan Daniel seperti biasa hanya menunjukkan ekspresi coolnya.


" Haha..Iya Papa sudah selesai bicara sama Daniel " Ucap Papa " Inget nak Daniel kata-kata Pap " Ucap Papa lagi sebelum meninggalkan kami berdua di ruang tamu sedangkan Daniel menjawab dengan anggukan mantap.

__ADS_1


" Baik Pa " Kata Daniel


" Ngomongin apa si serius banget " Posisiku berubah di dekat Daniel


" Biasa Baby..pembicaraan antara laki-laki " Katanya Datar


" Wohoooo " Kataku mengolok


Dari arah dapur Mama sudah memberi kode untuk membawa Daniel ke kamar tamu dan aku menjawabnya dengan tanda oke ke Mama.


Kamar tamu ada di lantai 2 di sebelah kamarku, aku sudah menyiapkan peralatan mandi untuk Daniel dan baju ganti untuknya. Kebetulan Daniel selalu membawa baju cadangan di mobilnya.


" Sayang kamu mandi gih " Aku mendorong tubuh Daniel menuju kamar mandi


" Baby...i will be miss you " Daniel berbalik dan memegang pipiku lembut dengan tatapannya yang tajam yang selalu berhasil membuatku bergidik nyeri.


" Hehe..I will be miss you too ugly " Weeekkk


" Whattt ugly !!!! " Daniel pura-pura marah dan menyerangku dengan ciuman bertubi-tubi dari bibir, pipi, hidung dan mata, hingga aku tak dapat berkutik.

__ADS_1


" How dare you baby " Daniel menghentikan aksinya dan tanpa babibu melumat bibirku kembali kali ini lebih lembut dan intens hingga membuat bulu kudukku merinding disko.


__ADS_2