DILARA LOVE

DILARA LOVE
Bagian Duapuluh Delapan


__ADS_3

Aku memasukan kembali foto kenangan Daniel dan Anet ke dalam kotak serta menempatkannya seperti semula.


Pandanganku beralih ke balkon kamar Daniel yang sangat luas, kakiku melangkah ke sana. Pemandangan hijau dan warna-warni bunga milik Mama langsung terpampang nyata disana.


" Ohhh...she's beautiful " Ucapku lirih hingga sebuah tangan besar memelukku dari belakang, aroma maskulinnya dapat aku kenali tanpa harus menengok ke belakang.


" You're more beautiful Baby" Bisiknya di tengkukku, yang membuat aku geli


" Cepet banget si Yang " Aku menikmati setiap hembus nafas Daniel di tengkukku, terasa kasar menyentuh kulit lembutku.


" Hemmm...aku ngebut " Katanya datar " I miss you " Ucapnya lagi


" I miss you too" jawabku mesra.


Ia mendorong tubuhku di tembok balkon dan mengurungku dengan kedua tangan kekarnya.


Daniel menatapku intens, tangannya membelai pipi dan bibirku.


" Mine " ucapnya kemudian mencubit hidungku gemas.


Haha..aku yang sudah memejamkan mata hanya bisa nyengir karena Daniel mempermainkanku.


Tapi sedetik kemudian Daniel mengecup bibirku lembut dan hangat dapat aku rasakan ia begitu tulus mencintaiku dan akupun sebaliknya.


" Dannn....Oh my god" suara Mama menghentikan aktifitas kami. Sungguh aku sangat malu, hingga rasanya ingin menghilang, sedangkan Daniel nampak biasa dan cool seperti biasa.


" Daniel..aku malu,,kenapa pintunya tidak dikunci " kupukul dada bidangnya

__ADS_1


" Sudahlah Baby...Mama pasti maklum kok " Daniel mengecup bibirku singkat dan keluar kamar untuk menemui Mamanya, sedangkan aku sedang sibuk membereskan diri dan makeup yang berantakan.


****


" Danieel kenapa pintunya tidak kau kunci " Mama memukul bahu anak kesayangannya itu.


" Sorry Mah..gak sempet "Daniel memakan sop buahnya lahap


" Diih kamu ya..malu-maluin Mama aja "


" Lain kali Daniel kunci deh " Kata Daniel bercanda


" Danieeellll" teriak Mama


" Hahaaa...katanya pengen punya cucu "


" Nikah dulu sayang..baru punya cucu"


Sebenarnya aku malu banget sama Mama Durrant, tapi gimana lagi mau gak mau aku harus turun ke bawah untuk pulang.


" Lara sini sayang " Mama memanggilku ketika melihatku turun dari tangga, ku lihat Daniel dan Mama sedang mengobrol santai


" Iya Mah " Jawabku menuruni anak tangga


" Lara..Mama punya sesuatu " Mama menyerahkan kotak beludru warna merah


" Apa ini Mah " Tanyaku bingung sedang Daniel sok cuek dengan senyum jailnya

__ADS_1


" Buka dong sayang " Ucap Mama lagi.


" Iyah Mah " Kotak beludru itu aku buka dan didalamnya terdapat kalung berlian yang sangat cantik dan mengkilap.


" Wow..ini bagus banget Mah " Ucapku kagum


" Ini buat kamu sayang, kalung itu peninggalan turun temurun dari keluarga kami, Mama minta kamu jaga baik-baik ya sayang " Kata Mama lembut


" Baik Mah dan terima kasih sudah percaya sama Lara " Ucapku terharu


" Sama-sama sayang " Mama memelukku lagi


" Yaaahh...malah pada mewek dah" Kata-kata Daniel langsung membuat suasana kacau, aku dan Mama sontak tertawa.


" Hahaha...kamu tu yaa Niel gak bisa liat Mama dan Lara menghayati suasana " Mama melotot ke Daniel


" Hehehe...Sorry Mah, udah yaa Mah Daniel antar Lara dulu " Kata Daniel hendak pamitan


" Loh bukannya kalian satu tower apartementkan? " Tanya Mama selidik


" Iya Mama sayang,,tapi tenang aja kita beda unit kok Mah" Daniel yang tau makaud Mamanya langsung mencari alasan untuk berkelit.


Pasalnya kalau sampai Mama tau kamis sekarang sering tinggal bareng bisa-bisa di ceramahi sampai berbusa oleh Mama.


" Oke..Mama percaya sama kamu Daniel,,inget jaga Lara..!!" Pesan Mama lagi


" Siaap Bos " Daniel melangkah menuju parkiran di ikuti aku yang mengekor di belakangnya.

__ADS_1


" Dah Mah..." Ucap kami kompak


" Hati-hati sayang " Mama melambaikan tangannya hingga mobil kami menghilang di jalanan.


__ADS_2