DILARA LOVE

DILARA LOVE
Bagian Tiga Puluh Tiga


__ADS_3

Mendengar cerita panjang Daniel aku memahami satu hal bahwa ketulusan cinta tak setiap orang miliki. Daniel sosok yang terlihat kuat tetapi memiliki sisi melow di dalamnya. Yah beruntungnya aku memiliki Daniel Malik Durrant.


Malam ini ku dekap Daniel hangat, hingga pagi menjelang. Aku ingin bersamanya selamanya karena aku mencintainya. Ku elus rambut Daniel yang terlihat berantakan. Ia masih tertidur pulas dalam dekapanku. Wajahnya damai bak malaikat cinta.


Dering telepon masuk di ponselku, ku raih ponselku yang berada di atas nakas sebelah ranjang.


" Mama video call " Pekikku bangkit dari tidurku, segera aku ke kamar mandi.


" Jangan sampai Mama tau, aku ada di apartemen Daniel " Batinku


" Hallo Mah " Kataku yang sudah merasa aman di dalam toilet


" Lagi apa sayang " Tanya Mama


" Lara mau mandi Mah " Kataku berbohong


" Sayang,,besok kamu pulangkan. Besok 1 tahun tahlilan Eyang loh " Kata Mama lagi


" Ya ampun..Lara lupa Mah " Aku menepuk kepalaku konyol


" Kamu mah apa-apa lupa " Mama mulai mengomel


" Iyaa Mah, nanti sore Lara pulang " Ucapku hingga Mama terlihat puas


" Oke sayang...salam buat calon mantu ganteng Mama yah " Kata Mama kecentilan


" Hihii...Mama ihh..." Aku cekikikan

__ADS_1


" Oke bye sayang " Mama mengakhiri video kami


" Bye Mama...salam buat Papa " Kataku lega karena tidak ketahuan Mama.


****


Perjalananku ke Bandung cukup lancar, walaupun menggunakan mobil. Aku diantar sopir keluarga Durrant karena Daniel tak mengijinkanku nyetir sendiri atau naik kereta api, sehingga aku harus menurut apa yang di kehendaki Daniel.


Nama supirnya Pak Maman asli Sumedang, orangnya ramah dan lucu, sepanjang perjalanan Jakarta-Bandung ia bercerita banyak hal dari keluarga sampai ke anak-anaknya. Hingga tak terasa mobil kami memasuki halaman rumahku.


" Makasih Pak Maman, ayo masuk dulu Pak " Ajakku pada Pak Maman


" Baik Non " Jawabnya singkat


Keadaan rumah sudah cukup sibuk, banyak pekerja yang sedang membangun tenda. Dan juga pihak catering yang sedang menata tempat untuk nanti malam.


" Assalamualaikum Mah..Pah " Teriakku memasuki rumah


" Waalaikumsalam, Anak Mama dah sampai " Mama memelukku hangat, sedangkan Pak Maman aku lihat sedang ngobrol dengan supir Papah sambil meninum kopi yang di buatkan Bibik.


" Mah Papa mana? " Tanyaku karena kangen


" Tuh Papamu lagi dikolam ikan " Aku bergegas menemui Papa sebelum bersiap-siap untuk acara Tahlilan Eyang nanti malam.


****


Aku memakai gamis warna putih dengan kerudung warna senada. Sedikit memoleskan makeup agar terlihat fresh. Kulihat penampilanku di cermin sudah cantik.

__ADS_1


Aku menuruni anak tangga pelan, kulihat sekeliling sudah banyak tamu yang hadir. Aku menyalami satu persatu saudara dari Mama dan Papa, salah satunya Tante Retna yang suka bergosip.


" Tante Retna apakabar ?" Dengan sopan aku menyalaminya


" Eh Lara..Pacarnya mana " Katanya to the point


" Hehe...Di Jakarta tante, masih sibuk " Kataku menjawab


" Waah..Yang CEO Durrant Group itu ya..hebat kamu Lara bisa mendapatkannya " Kata-kata tante Retna sebenarnya membuat jengkel, tapi aku malas menanggapi


" Makasih Tante " Jawabku singkat


Untuk menghindari Tante Retna yang cerewetnya minta ampun, aku bergegas pergi ke dapur untuk mengambil minum karena tenggorokan rasanya kering.


Aku menuangkan air putih di gelasku, ku teguk perlahan hingga tandas, rasanya segar dan kembali bersemangat.


Daniel menelponku disela kegiatan minumku.


" Baby...Kapan balik " Kata Daniel datar


" Haha..baru juga sehari sayang " Kataku geli


" Ya sudah besok aku nyusul " Katanya lagi


" Diih jangan sayang, lusa aku balik kok " Ku bujuk Daniel yang seperti anak kecil


" Oke..baik-baik disitu, nanti aku telepon lagi,,sekarang aku mau meeting dulu" Ucap Daniel sebelum menutup sambungan telepon

__ADS_1


" Iyaa...Bye sayang..muuaaahh " Aku tersenyum bahagia mendengar suara lelaki yang amat kucintai itu.


__ADS_2