DILARA LOVE

DILARA LOVE
Bagian Delapanbelas


__ADS_3

Kurasakan tangan kekar Daniel masih melingkah di perutku dan kepalanya bersembunyi dibalik tengkuk kepalaku. Ah rupanya dia masih terlelap, kulirik jam diatas nakas sudah menunjukkan pukul 06.30, seharusnya Daniel sudah bangun, bukankah dia harus berangkat bekerja.


Ku balikan tubuhku yang sedari semalam tidur membelakangi Daniel, ku lihat tidurnya sangat nyenyak dan damai, gurat ketampanannya sangat nyata dengan rahang tegas dan bibir sexy sehingga memanggilku untuk menyentuhnya.


" Baby aku tau aku tampan, sudah puas kamu memandangnya " suara Daniel menghentikan aktivitasku memandang wajah tampannya, seketika pipiku panas dan merona.


" Iya tuan tampan, come on wake up" ku tepuk-tepuk pipinya gemas


" Please give me morning kiss baby " pinta Daniel memonyongkan bibirnya


" Noooooooo " kataku hendak berlari, tapi seketika Daniel berhasil menjangkauku.


" Muuaahhh " kecupan bibir Daniel gemas


" More baby..ayo mandi baby" katanya melangkah ke kamar mandi.


Disaat Daniel mandi aku membuatkan sarapan untuknya, roti bakar dan omelette sayur kurasa cukup untuk pagi ini.


" Baby, hari ini aku agak telat pulang " kata Daniel disela sarapan kami


" Hemm.., mungkin aku akan pulang ke apartemen dulu " ku kunyah sepotong omelette buatanku


" Baiklah, oya dan mulai hari ini kamu resign "


" Whattt..maksud kamu? "


" Iya baby, aku gak mau calon istriku kerja "


" Hehh.. otoriter, Daniel aku bisa bosan di rumah terus " kataku protes


" Kamu harus persiapkan pernikahan kita baby " Daniel berjalan mendekatiku dan memelukku dari belakang


" Oke..oke " terpaksa aku mengalah

__ADS_1


" Thank you baby " Daniel memciumku singkat sebelum dia berangkat ke kantor


Karena bosan di tinggal Daniel bekerja aku putuskan untuk main ke kantor Michelle.


" Hey beb, pa kabar lo" ku cium pipi sahabtku ini


" Baik beb, waah berita lo dah viral tuh, ciee yang tunangannya CEO Durrant Corp " goda Michelle


" Apaan ci beb, udah gih mending kita makan siang yukk, honger gw "


" Oke..oke nyonya Daniel " kami terkekeh bersama.


Menghabiskan waktu bersama Michelle terasa sangat cepat, banyak hal yang kami obrolkan dan kami akan terkekeh bersama sampai perut kami kaku.


" Eh jangan lupa loh, besok kita ke acaranya Brian " Michelle menghentikan laju mobilnya didepan lobi apartemen.


" Brian? Brian siapa?? " tanyaku penasaran


" Hahaha...enak aja lo, acara apa tu anak "


" Hemm tanyanya si, kumpul-kumpul kan doi baru pulang dari US "


" Oke deh, besok gw usahain dateng, lo WA aja tempatnya dimana " ku membuka handle pintu mobil bersiap melanglah keluar


" Siapp..bye Lara "


" Bye Michelle..."


Memang tak sepenuhnya salah yang dikatakan Michelle tentang Brian, kami dulu sempat dekat dan yah hampir pacaran tapi gara-gara si Jessica genit yang merayu Brian akhirnya kami menjauh begitu saja, hahh cinta monyet.


Aku bergegas akan memencet tombol lift saat seseorang memanggilku, spontan ku putar kepalaku ke belakang dan mencari sumber suara tadi.


" Clara..hey..what are you doing here " sapaku melihat Clara menuju ke tempatku berdiri

__ADS_1


" Hei, Lara..maaf memanggilmu, kebetulan aku baru meeting dekat apartemen Daniel, so apa salahnya mampir sebentar menemuimu, ku dengar dari Daniel kalian sudah tinggal bersama "


" Oh.. kadang-kadang kok aku menginap" jawabku agak malu " ayoo Clara mampir " kataku lagi


" Oke "


***


ku tekan nomor akses apartemen Daniel yang sudah kuhafalkan sejak kemarin, ku taruh belanjaanku di atas meja dapur karena tadi aku sempat belanja beberapa kebutuhan bersama Michelle.


" Silahkan duduk Clara, oya mau minum apa ? " kataku menuju dapur


" Emm..apa aja deh " suara Clara terdengar samar namun dapat ku dengar


Satu lemon tea sudah selesai ku buat dan ku taruh di meja ruang TV


" Lara kau sangat cantik pantas saja Daniel tergila-gila padamu " Clara meneguk lemon tea yang aku buat


" ahh..kamu juga cantik kok " aku balas memuji Clara


" Memang banyak pria yang mengerjarku, mengagumi kecantikanku tapi tidak dengan Daniel, dia malah memilihmu Lara "  pengakuan Clara sontak membuatku agak kesal, pantas saja ada perasaan aneh jika Clara sedang bersama Daniel. Insting seorang wanita memang tak pernah berbohong.


" Lara bisakah kau berikan Daniel untukku " kata Clara lagi


" a..apa..maksudmu " suaraku agak terbata-bata


" yah..aku sangat mencintai Daniel bisakah kau berbagi denganku " Lanjut Clara dengan PD nya


" maaf Clara, Daniel itu milikku dan tak ada yang boleh memilikinya selain aku, akan lebih baik kalau kamu pergi dari sini, maaf sekali pembicaraan kita sepertinya sudah selesai " kataku tegas


" Baiklah Lara, Tunggu saja aku pasti mendapatkan Daniel..Bye.." Clara berbicara dengan begitu sombongnya


" Dasar Bitch " desisku marah.

__ADS_1


__ADS_2