
" Sayang sepertinya aku semakin gendut yah " Lara menggerutu sendiri sambil mengelus perut buncitnya.
" Enggak kok Baby...malah kamu tambah sexy akhir-akhir ini " Goda Daniel yang masih sibuk memakai pakaian tidurnya.
" Gombal banget ci " Lara mencubit pinggang suaminya gemas
" Beneran Baby...bukan gombal..muuaachh " Lagi-lagi Daniel mencuri cium Lara selanjutnya ia juga berbisik diperut Lara agar calon adik Danillo jadi anak yang nurut sama Mommynya karena Lara sudah cukup pusing menghadapi Danillo yang setiap hari berulah disekolah.
"Nillo...Ayo sayang sarapan " Danillo datang dengan berlari kecil karena mendengar suara Ibunya. Anak umur 5 tahun ini sudah mulai sekolah dan mandiri. Nillo duduk dikursi makan dengan dibantu Lara kemudian ia memasangkan celemek anti kotor agar seragam Nillo tidak kotor karena makanan.
" Nillo ayo makan sarapanmu Nak " Lara meletakan 1 potong sandwich tuna dan telor mata sapi dipiring Nillo.
" Thank you Mom " Ucap Nillo lembut kemudian melahap sarapannya.
" Iya sayang...ayo habiskan sebentar lagi Daddy turun " Cerewet Lara
" Baik Momy " Ucap Nillo dengan suara menggemaskan
" Mom..Daddy mana ?" Tanya Nillo ke Momynya karena sudah 5 menit ia menunggu Daddynya yang sedang menerima telepon.
" Sebentar sayang...Daddy sepertinya sedang menerima panggilan telepon " Lara menjelaskan dengan lembut ke Nillo.
__ADS_1
" Pada nyari Daddy ya " Ucap Daniell yang tiba-tiba muncul dari arah belakang.
Daniell mencium pipi gembil putranya dan menggendongnya keluar rumah.
" Ya sudah Daddy berangkat kerja dulu ya " Daniell menurunkan Nillo dari gendongannya
" Baiklah Daddy...jangan lupa nanti beliin Nillo coklat yah " Nillo bermanja kepada Ayahnya.
" Oke Nillo sayang " Daniell memasuki mobilnya dan segera melaju membelah padatnya jalan raya.
Sedangkan Lara hanya tersenyum melihat kelakuan menggemaskan putranya itu.
" Ayo Nillo...waktunya berangkat sekolah " Lara menggandeng Nillo menuju mobilnya dan meletakan tas sekolah Nillo di jok belakang
****
" Daddy...." Isak Nillo saat menelpon Daddynya, mendengar suara tangis putranya Daniell segera menghentikan segala aktivitasnya dikantor.
" Ada apa sayang ?" Daniell mencoba tenang padahal ia panik mendengar suara isak putranya.
" Mommy Daddy ...Mommy berdarah " Kata Nillo kemudian
__ADS_1
" Sekarang Nillo dimana?" Tanya Daniell
" Nillo di Rumah Sakit Dad..cepetan kesini " Ucap Nillo sudah cukup tenang
" Baik Sayang...jangan nangis ya..Mommy gak papa..Nillo sebentar lagi jadi Kakak " Daniell menjelaskan
" Baik Daddy.."
Daniell segera bergegas menuju ke Rumah Sakit setelah mengetahui Lara akan melahirkan..Padahal HPL nya masih 1 minggu lagi tapi ternyata meleset dari perkiraan.
Jalanan yang cukup padat dan macet membuat Daniell panik dan memerintahkan supir pribadinya mencari jalan pintas agar segera sampai di Rumah Sakit untuk mendampingi Lara.
Daniel berlari menyelusuri lorong rumah sakit, saat dijalan Mama memberitahu bahwa Lara terpaksa harus masuk ruang operasi untuk mendapat tindakan SC karena air ketuban sudah keruh dan bayi belum ada tanda-tanda keluar meski Lara sudah pembukaan 5.
" Daniel " Panggil Mama Durrant yang terlihat cemas
Daniel masih menata nafasnya dan menyambut hangat Mamanya.
" Gimana Lara Mah " Tanya Daniel
" Sudah 10 menit yang lalu masuk ruang operasi nak " Jelas Mama
__ADS_1
" Oke Mah..Daniel akan meminta ijin dokter untuk menemaninya didalam " Daniel kemudian berlari mencari suster dan memasuki ruang operasi untuk menemani Lara yang sedang berjuang sendirian.