DILARA LOVE

DILARA LOVE
Bagian Tiga Puluh Delapan


__ADS_3

*****Cerita ini murni khayalanku...khayalan emak-emak berdaster...hahaha...semoga didunia ini ada Daniel yang sesungguhnya..tampan,tajir dan memiliki body sexy...huhuuuuuyyy


Makasih untuk supportnya...biar aku lebih semangat...sarangeeee😍😍😘***


*****


" Ah capeknya " Ku lempar tas selempangku asal, Daniel yang melihat itu hanya bisa tersenyum dan geleng-geleng kepala.


Setelah pertengkaran di mobil tadi perasaanku sudah membaik dan kami sudah berdamai. Yah walaupun Daniel sekarang menyita ponselku sebagai jaminan, aku tidak membalas chat dari Andrian atau Damar yang masih aktif menghubungiku walaupun pernah ada peristiwa yang tak mengenakan sebelumnya.


" Baby mandi dan istirahat gih " Ucap Daniel memijit kakiku yang pegal


" Iya sayang " Aku bangun dari posisi wenakku dan melangkah ke kamar mandi


30 menit aku memanjakan diri dengan guyuran air hangat. Ugghh rasanya so fresh.


Daniel ku lihat sedang didapur membuatkanku coklat panas...he is so nice...


Ku peluk Daniel belakang seraya berbisik


" Thank you honey..for your love " Hangat dan membahagiakan memeluk Daniel yang masih memakai pakaian kerja.


" I Love you " Daniel membalikkan tubuhnya dan membalas pelukanku. " Ini coklat panasnya " Ucapnya menyerahkan coklat panas kesukaanku

__ADS_1


" Thanks " Aku mengambil segelas coklat panas buatan Daniel


" Baby..aku akan kembali ke kantor " Pamitnya padaku


" Emmm " Ku anggukan kepalaku


" Muuaahhhh " Daniel mengecup bibirku singkat kemudian menghilang di balik pintu.


Aku mulai menyeruput coklat panas buatan Daniel, dan sebuah panggilan telepon dari Mama membuatku berlari kecil mengambil benda pipih itu di dalam tas.


" Hallo Mah "


" Lara sayang...kapan pulang? calon penganten harus di pingit loh "


" Harus ya Mah " Aku masih ragu-ragu


" Iya Mah..Lusa Lara pulang "


" Oke sayang..baik-baik disitu " pesan Mama


" Iya Mamaku sayang.. Assalamualailum"


Aku menutup sambungan telepon dengan Mama.

__ADS_1


Paginya aku dan Daniel akan sarapan di luar sekalian joging keliling lapangan.


Aku berlari 2 putaran mengelilingi lapangan sedangkan Daniel entah sudah berapa putaran, Karena sudah lelah aku duduk menepi sambil mengawasi mata para kaum hawa yang mencuri pandang ke Daniel, melihat itu aku kesal sendiri..Huufttt....Ini cewek-cewek gak bisa lihat yang bening dikit apa yah...Kesalku dalam hati.


Daniel menyudahi jogingnya setelah melihat ekspresiku yang cemberut dari tadi, Ia mengajakku sarapan nasi uduk di pinggir jalan tapi pembelinya luar biasa banyak.


Aku memesan 2 porsi nasi uduk komplit dengan lauk ayam goreng dan telur dadah..hahaha maruk.


Sedangkan Daniel yang dulunya tidak terbiasa dengan makanan Indonesia ( maklum terlalu lama di luar negeri) sekarang sudah terbiasa dan dia suka.


" Yang sebelum kita nikah aku harus dipingit " Aku melahap sesendok nasi uduk ke mulut


" Pingit..apa itu baby " Daniel kebingungan


" Tradisi sebelum nikah sayang, jadi mempelai wanita tidak boleh bertemu dengan mempelai laki-laki sampai hari H " Aku menjelaskan ke Daniel


" How long " Daniel nampak serius bertanya


" Emm...maybe a week" Kataku santai sambil menggigit paha ayam goreng


" Whattt!!! " Daniel menyemburkan air es jeruk dimulutnya.


" Serius Baby" Daniel melanjutkan suaranya

__ADS_1


" Ehemmm...Sabar ya sayang " Hahaha aku bahagia melihat wajah bloonnya.


Sebenarnya aku juga tak tega meninggalkan Daniel di Jakarta sendiri, tapi ini demi tradisi. Walau tidak bisa bertemu setidaknya kami masih bisa berkomunikasi melalui telepon.


__ADS_2