DILARA LOVE

DILARA LOVE
SEASON 2 BAGIAN LIMA PULUH SATU


__ADS_3

Hai..im back...


*****


Seorang pemuda dengan tubuh kotak-kotak sedang berolahraga disalah satu tempat gym ternama. Pesonanya menjadi daya tarik kaum hawa untuk menggagumi keindahan didepan mata mereka. Ada yang terang-terangan memperhatikan ada juga yang langsung mengajak berkenalan.


" Eh bro..liat deh body tu cewek...sexy banget " Kata Jay sahabatnya yang matanya langsung hijau melihat cewek sexy memakai top crop warna merah.


" Hemm.." Danillo hanya melirik sekilas tanpa menghiraukan sahabatnya itu yang seakan heboh sendiri, ia hanya fokus dengan alat gymnya.


" Gw aja kenalan aja yang Bro" Jay tanpa babibu menghampiri cewek tadi dengan akal bulusnya untuk mengajak berkenalan kemudian bertukar nomor telepon, sedangkan Danillo yang melihat itu hanya bisa geleng kepala melihat tingkah sahabatnya itu.


Menjadi seorang Danillo putra seorang pemilik Perusahaan Durrant Corp sudah biasa baginya menjadi pusat perhatian.


Ia juga dengan mudah bisa mendapatkan perempuan yang ia sukai, lalu ketika sudah bosan akan meninggalkannya.**** boy jaman sekarang namanya persis seperti Daddynya dulu..hahaha


Untuk saat ini Danillo masih sendiri setelah 2 minggu yang lalu putus dengan seorang model.


" Danillo dan Jay segera membersihkan diri dibilik shower setelah 2 jam berkutat dengan keringat."


" Eh bro nanti malam Ryan ngadain party loh..di club biasa " Ujar Jay sambil membasahi tubuhnya dibawah shower " Ayo gabung " Katanya kemudian.


" Hemm..boleh juga bro " Jawab Danillo yang membuat Jay senang.

__ADS_1


Jay adalah sahabat Danillo sejak kuliah di UK..Ayah Jay pemilik stasiun televisi ternama, dengan kekayaan dan wajah orientalnya yang Jay miliki ia kerap bergonta-ganti pacar sesuka hati.


*****


Danillo dan Jay sekarang berada di Club tempat Ryan mengadakan Partynya.


" Hey..Danillo akhirnya lo nongol juga di party gw " Rangkul Ryan yang terlihat bangga atas kedatangan Danillo sedangkan Danillo terlihat risih dengan perlakuan Jay.


Ryan adalah anak salah satu rekan bisnis Daddynya. Ryan terkenal suka mengadakan party baik di club maupun apartemennya walaupun tidak ada perayaan spesial.


" Hey bro lu gak nyapa gw " Sela Jay yang melihat raut tak suka sahabatnya itu.


" Hoowwww Jay..si pemilik stasiun TV " Sapa Ryan kemudian.


Nillo menyesap martini pesanannya sambil menikmati gemerlap lampu club malam ini, sedangkan yang lain sedang asyik ngobrol maupun minum sepertinya.


" Ternyata kamu disini Danillo" Suara seseorang yang Nillo kenali mendekatinya. Ia memeluk Nillo dari belakang dengan posisi Nillo yang masih duduk kemudian berbisik " Aku masih menginginkanmu sayang.."


" Apa-apaan kamu Paula!!!" Hardik Nillo risih


" Ingat hubungan kita sudah selesai " Kata Nillo lagi.


" Aku sudah bilang gak mau!!!" Paula sedikit berteriak.

__ADS_1


Nillo tak menghiraukan teriakan Paula yang semakin lama menggila. Ia segera menyambar kunci mobilnya dan pergi secepatnya dari party Ryan.


Melihat kepergian Nillo Jay kelimpungan karena ia sedari tadi tak tau masalahnya karena Jay sedang asyik joged-joged.


Melihat Paula yang sedang berteriak Jay segera paham kenapa Nillo pergi dari party ini.


" Ngapain lo undang Paula " Ujar Jay ke Ryan


" Yaa dia juga temen gw kali Jay " Kata Ryan cuek


" Lo tau kan Danillo dan Paula sudah selesai, dan hubungan mereka saat ini gak akur " Kata Jay lagi


" Ya..ya..ya..gw tau, gw kira kalau mereka bertemu akan dapat memperbaiki hubungan mereka " Ujar Ryan sambil menghisap rokoknya


" Ngacoo lo Yan...Sampai lebaran monyetpun Nillo gak akan mau balikan sama orang yang sudah berkhianat dengannya" Ingat itu " Ucap Jay kemudian pergi meninggalkan party. Dan ia terpaksa harus naik taksi ke tempat gym karena sebelumnya mobilnya ditinggalkan disitu.


Yah Paula adalah mantan kekasih Danillo yang baru putus 2 minggu yang lalu karena ia kedapatan selingkuh dengan seseorang. Dan itu membuat Nillo murka hingga memutuskan hubungan mereka yang baru berjalan 6 bulan, karena hal yang paling dibenci Danillo adalah di khianati.


Dengan kemaran yang memuncak setelah bertemu Paula wanita pengkhianat, Danillo melajukan mobil ferarinya dengan kecepatan maksimal hingga ia mengerem mendadak karena melihat lampu lalu lintas telah berubah merah. Sriiiiiitttttttttttt suara gesekan rem terdengar begitu keras dan sialnya Nillo menyadari menabrak sesuatu entah itu manusia atau apa.


" Nafas Nillo terpenggal-penggal dan jantungnya berdetak begitu cepat karena ia berhasil mengendalikan ferarinya. Masih mengatur nafas yang belum teratur Danillo melihat seseorang yang sedang memukul-mukul dengan membabi buta kaca pintu mobilnya.


" Setaannn kowee!!!!!! rene mudun!!! " Terdengar Teriakan seorang sambil memukul-mukul pintu mobil Danillo yang mahal.

__ADS_1


__ADS_2