DILARA LOVE

DILARA LOVE
Bagian Duapuluh Sembilan


__ADS_3

Rasa kantuk sudah menyerangku saat aku kembali ke apartemen. Ku rebahkan tubuhku di kasur empukku, sementara Daniel setelah mengantarku tadi kembali lagi ke kantor karena ada sedikit revisi untuk kontrak kerjasama besok.


Aku terbangun pukul 20.05 karena memang tadi pas ketiduran jam 19.00 lumayan 1 jam aku istirahat. Sebuah telepon masuk ke ponselku, aahhh rasanya sangat malas mengangkat telepon tersebut karena masih mager dari kasur.


Michelle Calling...


Aku : Hallo beb..gimana


Michelle : Lagi apa beb, jalan yuk..temenin gw


Aku : Kemana beb


Michelle : Mall lah beb,,biasa..ayoo buruan, gw tunggu.


Aku : Iyaa...tunggu 1 jam lagi


Michelle : Oke..langsung ketemu di sana ya


Aku : Siap beb...bye..


Aku bergegas untuk bersiap-siap. Ku pakai pakaian casual untuk main, dengan memadukan celana jeans dan kaos.


Sebelum berangkat aku mengirim pesan ke Daniel bahwa aku akan jalan bersama Michelle, tapi Daniel belum membalasnya,,mungkin dia sibuk pikirku.


Perjalanan cukup 30 menit untuk sampai di sebuah Mall, aku sengaja memakai jasa taxi onlen agar tidak repot membawa mobil.


Michelle telah menungguku di salah satu toko tas bermerek ternama, jadi aku langsung menuju ke sana.

__ADS_1


" Lama banget ci beb " Omel Michelle ketika aku sampai disana


" Yaaeelah beb, baru 1 jam " Kataku menahan tawa.


" Satu jam tuh lama sayaanggg " Ucapnya lagi


" Diihh..manjaaa " Kataku menimpali


" Ywdh deh neh gw lagi pusing milih tas yang mana beb,,,bagus semua " Michelle kebingungan memilih tas


" Angkut semuanya aja deh beb " kataku bercanda


" Hahaha...bisa-bisa kartu kredit gw over limit" Michelle masih galau memilih tas


" Yang merah bagus beb " kataku memberi saran


" Ywdh lo yang putih,,gw yang merah " Kataku santai


" Oke..oke " Kami membayar tas dengan kartu kredit masing-masing..upss maksudku kartui kredit Daniel.


Puas membeli tas kami pergi ke toko baju, kebetulan ingin membeli beberapa baju tidur.


" Lar gw laper beb " Michelle membayar tagihannya di kasir


" Gw juga..makan dulu yuk ah beb " Kataku mengeluarkan dompet untuk membayar belanjaanku


" Oke beb "

__ADS_1


Kami menuju ke salah satu restoran jepang yang ada di Mall itu, aku memesan shabu-sahbu, sushi dan sup udon.


" Eh gw ke toilet dulu beb " Kataku melangkah ke Toilet, dari kejauhan di meja paling ujung aku melihat sosok yang sangat aku kenali dengan seorang wanita.


" Daniel " gumamku lirih " Ah mungkin dia lagi rapat " aku berpikiran positif dan tak mau menggangu Daniel.


Aku menghabiskan makan malam bersama Michelle, ku lihat juga Daniel keluar restoran dengan senyum sumringah dan menjabat tangan wanita tadi. Daniel sama sekali tak melihatku yaa karena posisi duduk kami bersebrangan.


Pukul 22.30 aku sampai apartemen dengan membawa kantong belanjaanku, sudah 2 minggu aku kembali ke unitku karena takut ketahuan Mama Durrant. Hahaha


Tapi Daniel tetap saja bandel, tengah malam ia akan ke unitku dan tidur di ranjangku. Seperti saat ini Daniel tengah tertidur pulas dengan pakaian kerjanya.


Ku belai rambut Daniel yang berantakan,


" Sayangg..ganti baju dulu " Bisikku pelan


" Eeemmm...Baby kamu sudah pulang " Daniel menggeliat dan membuka matanya penuh


" Cape sayang " Tanyaku


" Lumayan Baby..tadi habis meeting " Kata Daniel


Bilang aja seneng meeting sama cewe cantik


" Ohh..begitu yah " Aku menahan cemburu.


Entah mengapa akhir-akhir ini aku memiliki kadar cemburu yang besar terhadap Daniel, mungkin karena semakin bertambah kadar cinta kadar cemburupun ikut meningkat.

__ADS_1


__ADS_2