DILARA LOVE

DILARA LOVE
Bagian Duapuluh Tiga


__ADS_3

Sudah seminggu ini Lara di rumah Eyang, suasana yang asri memang sangat membuat nyaman dan kerasan disana.


Apalagi sekarang Lara dapat bertemu dengan Andri sahabat kecilnya dulu, Anak dari Bi Narti. Sekarang Andri adalah seorang guru matematika di salah satu sekolah menengah atas.


Perawakannya tinggi dan lumayan memiliki wajah yang manis. Sepulang ngajar Andri pasti akan meluangkan waktu untuk menemani Lara jalan-jalan atau sekedar ngobrol.


" Ndri kamu dah punya pacar " Kataku sambil memakan rujak manis yang buahnya baru dipetik


" Hehe..belum mbak..gebetan si ada " Katanya polos


" Ywdh tembak aja Ndri,,,biar Bi Narti cepet punya cucu..hahaha" Kataku lagi bercanda


" Nanti ajalah mbak,,nunggu semua siap " Andri terlihat malu-malu


" ohh begitu" Aku cuma ber oh ria


" Oya Ndri..cowo yang kemarin dateng siapa" tanyaku lagi


" Yang mana mbak "


" Yang kemarin dateng sama bapaknya kesini "


" ooh Dia Mas Damar mbak,,anaknya Pak Sasmita pemilik Pabrik Plastik,, ya masih rekan bisnis Eyang mbak "


" hooh..hooh"


" Emangnya kenapa mbak"


" Gpp Ndri,,cuma pengen tau saja"


Flashback


Pagi buta Lara menyempatkan diri berolahraga di taman kota, banyak orang lalu lalang,,Lara merasa sepi ditempat keramaian seperti ini.

__ADS_1


Selesai membuang keringat dan membeli makanan Lara bergegas pulang dengan mengendarai mobil Eyang,,belum lima menit keluar dari tempat parkir.


" Ciiiittttt...Duaarrrrr" Mobil Lara menyerempet sesuatu. Ternyata ia menyerempet mobil yang akan keluar dari tempat parkir juga.


Lara mengerem mobilnya dan menepi..sosok seorang pria gagah keluar dari mobil itu, senyumnya sangat manis.


" Hallo mbak " katanya menyapa..dan aku memberanikan diri keluar dari dalam mobil


" Aduuh mas...maafin yah gak sengaja ,,nanti saya ganti semua kerusakannya " kataku takut dan masih deg-degan


" Ohh...Gpp mbak..udah biar saya yang urus,,lain kali hati-hati ya mbak " Lelaki itu menunjukkan senyum manisnya


" Beneran mas,,waduhh makasih banyak mas " kataku pergi meninggalkan lelaki itu dan kulihat dia terus memandangiku dari spion kaca mòbilku.


2 hari setelah kejadian itu aku bertemu lagi dengan lelaki itu, ia datang untuk bertemu Eyang, tapi kami belum sempat ngobrol atau apapun karena pada saat itu aku buru-buru akan pergi ke pasar dengan Bi Narti.


*****


Daniel menyesap bir didepannya, wajahnya kaku dengan gurat kesedihan disana. Ia sangat menyesal kenapa membiarkan Clara menciumnya, ini memang salahnya.


" Dilara dimana kamu Baby " Rancau Daniel


Alkohol telah menguasai dirinya sehingga ia menghancurkan apa saja yang ada didepannya.


Sebuah telepon berdering, Daniel segera mencari sumber suara tersebut.


Detectiv Hery Calling


Daniel mengangkat panggilan itu yang semakin membuatnya murka dan mengumpat kasar..


" Bodoooh Kalian...Shiittttt....Pranggggg" Ia melempar gelas birnya ke tembok dan membuang ponselnya asal


" Baby...aku rindu kamu....Babyyyyyyy" Teriaknya tak karuan.

__ADS_1


*****


Makan malam keluarga Durrant kali ini terasa sepi tanpa kehadiran Lara.


Saat di tanya Mama Durrant dimana Lara, Daniel terpaksa berbohong dan mengatakan bahwa Lara sedang ke Bandung.


Kami asyik menyantap makan malam dengan cukup tenang hingga kehadiran Clara mengusik Daniel. Yah Daniel sudah muak dengan Clara, Ia tega menghancurkan hubungannya dengan Lara,, Dasar Bitch.


Daniel menyeret Clara saat mereka telah selesai makan malam.


" Aku gak nyangka kalo kamu selicik ini Clara ,,aku minta kamu jelasin ke Dilara bahwa yang dia lihat tadi malam hanya salah paham " Daniel sedikit emosi


" Daniel maafkan aku Daniel, semua yang aku lakukan karena aku mencintaimu " Clara berpura-pura menangis dan memeluk Daniel


" Sudahlah Clara,,sekarang kamu pergi dari hadapanku " Daniel merasa jijik dengan pelukan Clara dan meninggalkannya mematung di balkon rumahnya.


" Ma..Daniel pulang dulu yaa " Daniel berpamitan dengan Mamanya.


" Loh kok buru-buru kan ada Clara " Kata Mamanya tapi Daniel mengabaikan begitu saja dan melangkah ke pintu untuk keluar.


Saat kan memasuki mobilnya suara telepon mengusiknya.


" Hallo detectif, aku hanya ingin kabar baik " Katanya menginterupsi


" Sure Tuan "


" Apa kabar baik darimu "


" Saya berhasil melacak keberadaan Dilara Tuan "


" Benarkah" senyum Daniel mengembang


Sekarang kekasih Tuan berada di Semarang, tepatnya di rumah Eyangnya,,saya sudah mengirim rincian informasinya di email Tuan,,silahkan cek " Kata Detectif panjang lebar

__ADS_1


" Baiklah...dan terima kasih kerjasamanya Daniel menutup teleponnya dan segera melaju ke tempat pujaan hatinya.


__ADS_2