DILARA LOVE

DILARA LOVE
Bagian Empat Puluh Lima


__ADS_3

AUTHOR POV


Sakit...itu yang Lara rasakan. Hatinya seakan di tusuk beribu jarum. Nyeri melihat pemandangan itu.


Lara seakan putus asa ia memasukan semua baju-bajunya ke dalam koper. Ia ingin segera pergi dan menjauh dari Daniel.


Daniel seakan begitu bahagia bersama Annet dan seorang anak laki-laki yang bisa Lara tebak merupakan darah dagingnya.


Setelah memesan taxi Lara bergegas meluncur ke Bandara untuk pulang ke Jakarta.


Ia menghapus air matanya yang seakan tak henti menetes walau Lara sudah berusaha tegar.


Daniel Calling...


Sebuah panggilan telepon membuyarkan lamunannya.

__ADS_1


Ia melihat sekilas ternyata Daniel dan segera mematikan Handphonenya agar Daniel tak dapat menghubunginya.


****


Daniel gelisah mencari Lara yang entah kemana, Ia sebenarnya akan menjelasan semua tentang Annet dan Darren tapi niatnya sia-sia ketika ia membuka lemari pakaian, baju-baju Lara telap lenyap dan Daniel menjadi frustasi. Sudah puluhan panggilan dan pesan yang ia kirim ke ponsel Lara tapi tak pernah mendapat respon.


" Baby..where are you..please dont leave me alone " Pekik Daniel dalam kegelisahan.


Daniel terpaksa menghubungi Detectif untuk melacak keberadaan Lara dan 10 menit kemudian ia mendapatkan kabar bahwa Lara sedang di Bandara dan akan menuju ke Indonesia.


Daniel sedikit lega mendengar kabar tersebut, dan bergegas menghubungi seseorang untuk menyiapkan jet pribadinya.


Tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta Lara sudah dijemput sahabatnya Michelle. Michelle yang mendapat pesan dari Lara segera melajukan mobilnya menuju Bandara. Ia turut prihatin dengan permasalahan Lara dan Daniel yang begitu pelik.


" Thanks Babe udah jemput gw, Gw gak tau harus gimana sekarang " Lara terlihat sembab

__ADS_1


" Tenang dulu Babe, Lo minta penjelasan dulu dari Daniel " Michelle berusaha menengahi


" Apalagi yang harus dijelaskan..semua sudah jelas" Lara kembali terisak


" Jangan gitu Ra,,Lo tetep harus tau kebenarannya " Michelle terlihat geram dengan sahabatnya yang batu


" Gak tau deh Babe "


Lara kembali ke Apartemennya yang dulu, ia ingin menenangkan diri dan melupakan Daniel serta permasalahan ini.


Mengingat apa yang Lara liat kemarin membuat hatinya semakin teriris, ia membaringkan tubuhnya dengan airmata yang semakin deras berderai hingga ia tertidur pulas.


Daniel segera menuju ke apartemen Lara yang dulu setelah mendapat informasi dari detectivnya, ia memakirnya mobilnya dan bergegas menuju unit Lara. Daniel memencet nomor sandi yang merupakan tanggal lahir Lara dan berhasil, syukurlah Lara belum mengganti nomor sandi tersebut.


Dengan langkah pelan Daniel memasuki kamar Lara yang terlihat gelap, hanya terdengar deru nafas teratur yang menandakan Lara sedang tertidur. Dengan hati-hati dan sangat pelan Daniel ikut berbaring disisi Lara. Ia begitu menyesal telah membuat istri yang dicintainya terluka, padahal ia sangat ingin membahagiakannya selamanya.

__ADS_1


Daniel memeluk Lara begitu hati-hati takut Lara akan terbangun. Ia berbisik ke telinga Lara bahwa ia mencintainya dan akan menjelaskan semuanya segera.


Sementara itu tidur Lara begitu pulas hingga tak menyadari disampingnya terdapat Daniel yang sedang memeluknya intens.


__ADS_2