DILARA LOVE

DILARA LOVE
Bagian Empatbelas


__ADS_3

Malam ini aku terpaksa menginap di apartemen Daniel, tapi jangan salah duga sejauh ini aku masih suci dan akan aku pertahanan mahkota ini hanya untuk suamiku.


Daniel mendekapku dalam tidurnya, kehangatan langsung menyeruak dalam jiwaku. Aku membalikan badanku, ku lihat wajah tampan Daniel tidur dengan tenang dengan deru nafasnya yang teratur. Ku elus rahangnya yang nampak tumbuh bulu-bulu halus. Hmmmm tampan, gumamku lirih.


Oh Nooo..apa yang akan aku lakukan, sebenarnya apa yang aku katakan tadi malam tentang aku mencintainya tidak sepenuhnya benar, itu terpaksa aku lakukan untuk meredam kemarahan Daniel semata..siaall sepertinya aku terjebak dengan permainanku sendiri.


" Baby Good Morning " Daniel menggeliat mengecup pipiku, wajahku merona olehnya.


Kenapa kau begitu manis Daniel


" Morning Daniel " kataku gugup


" Aku lebih suka kau memanggilku sayang seperti tadi malam " protes Daniel


" Emm..baiklah saayaang " kataku terbata


" Hemm..i like it" Daniel mengecup bibirku lembut


Damn...kalau seperti ini terus aku bakalan jatuh cinta sama si brengsek Daniel..ahh shiiittt..


Daniel membuatkan aku sandwich untuk sarapan dan segelas susu coklat, ternyata ia sangat cekatan di bandingkan aku untuk urusan dapur.


" Baby, nomor akses apartemenku sudah aku save di ponselmu," kata Daniel di sela sarapan kami


" Ohh" jawabku canggung


" Dan 2 hari ke depan aku akan ke London untuk perjalanan bisnis," katanya lagi


" Baiklah, aku juga banyak pekerjaan yang menumpuk, take care disana" Daniel membalas dengan anggukan dan senyum tampannya.


Aku mengerti dengan tanggung jawab Daniel yang seorang CEO perusahaan besar pasti akan sangat sibuk, padahal hati aku senang bisa bebas kemana saja kalau Daniel ada perjalanan bisnis. Aku terkekeh mengingat tingkahku sendiri.


******


Daniel mengantarku sampai loby perusahaan. Walaupun kita satu naungan tapi kantor Daniel berada di seberang gedungku. Gedung megah khusus untuk CEO tentunya.


" Ywdh aku masuk dulu " aku buru-buru membuka setbelt tapi tanganku di tahan Daniel

__ADS_1


" Jangan nakal ya beb, selama aku di London " Dan tanpa persetujuanku Daniel sudah menempelkan bibirnya di bibirku, mengecap setiap inci dan menggigit bibirku pelan hingga lengkuhan sexy keluar dari mulutku.


Di kantor aku masih sibuk dengan proyek sebuah iklan Shampo, kali ini kliennya sangat rewel jadi membutuhkan kesabaran dan detail yang sempurna.


" Eh bos kita masuk majalah gosip neh " kata Mba Tias rempong


Aku yang penasaran merebut ponsel Mba Tias. Di situ terdapat foto Daniel sedang di bandara bersama seorang model yang aku lihat bernama Aura Berlian. Ah siapa dia??


" Wahh..pasti siapapun yang menjadi kekasih pak Daniel akan menjadi wanita yang sangat beruntung, selain ganteng, tajir dan sexy tentunya " Mba Tias nyerocos kaya kereta


" Heem..mungkin" tanggapanku singkat


" Udahhh ahh...bodo amat si bos mau sama sapa kek Mbak...gw bodo amat " kataku ngelantur, Mba Tias hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala.


Memang pertunanganku dengan Daniel masih belum go public dengan berbagai alasan salah satunya aku tak enak dengan teman-teman jika harus mempublish berita ini.


*****


Sebuah telepon masuk ke ponselku, Daniel sebuah nama yang tertera di layar, karena masih kesal dengan berita tadi aku mengabaikan telepon dari Daniel dan mengaktifkan mode pesawat.


Jam kantor telah usai, aku bergegas pulang ke apartemenku. Rasanya sangat ngantuk dan cape, hingga aku langsung merebahkan diri di kasur sesaat mencapai kasurku.


Aku membuka mataku, sudah berapa jam aku tertidur dalam keadaan pakaian kerja masih menempel. Ku lirik jam di nakas menunjukkan pukul 23.00.


" Ah aku ketiduran " pekikku melangkah ke kamar mandi untuk cuci muka serta gosok gigi. Ku lepas pakaian kerja yang melilitku, ku ganti menggunakan baju tidur berbahan satin yang sangat nyaman di badanku.


Ku tenggak habis coklat panas yang tadi ku buat untuk mengganjal perutku yang keroncongan. Sebuah notifikasi masuk di ponselku, ku tengok sebuah nama yang paling menyebalkan tertera disana.


Daniel : Sayang.. why you ignore my call ???


Daniel : Sayang...what happened with you ???


Kubaca malas chat dari Daniel dan tak ada niatan sama sekali untukku membalasnya.


" Ahh..maless, bodo amat " decitku kesal


Ku hubungi sahabatku Michelle untuk sekedar bersenang-senang

__ADS_1


" Heii..lagi apa neh " tanyaku ke Michelle


" Bengong aja sis" jawabnya renyah


" Eh gabut neh, ke club yuk " ajakku antusias


" Beneran neh, ayoo..gw jemput lo segera "


" Oke gw tunggu ".


Suara dentuman musik langsung menyambut kedatangan Michelle dan aku, rasanya sudah lama tidak merasakan atmosfer seperti ini.


Kami memesan 2 tequila ke bartender dan menyesapnya dalam satu kali tegukan.


" Lantai yuuk " ajak Michelle menyeret tangaku


Kami meliukkan badan asal-asalan mengikuti irama musik DJ


" Woy..tumben lo ngajak ngeclub " tanya Michelle


" Haha..gw lagi gabut aja " jawabku sekenanya


" Alah paling lagi ada sesuatu deh"


" Huuh sok tau yee" kami terkekeh bersama


Setelah puas ngedance kita kembali ke meja bartender. Ku lihat di sekelilingku ada seorang yang mengawasi dari kejauhan. Kondisi yang remang-remang menyulitkan aku untuk melihat dengan jelas siapa dia.


Ku teguk gelas ke 2 minumanku dengan sekali tegukan.


" Ah..im feel free " Teriakku


" Eh gw ke toilet dulu yaa cin " ku berjalan gontai menuju toilet wanita, Michelle yang ingin mengantarku aku tolak karena aku bisa sendiri. Ku akui dengan dua gelas minuman tadi sudah membuat aku sedikit pusing dan pandangan menjadi kabur, huh aku memang lemah kalau soal begini.


Langkahku terhenti ketika seseorang membekapku dari belakang.


"Emmmpp..siapa kau" teriakku tapi seakan tak ada yang mendengar suaraku lalu kesadaranku hilang dan berubah menjadi gelap.

__ADS_1


__ADS_2