DILARA LOVE

DILARA LOVE
Bagian Empat Puluh Tiga


__ADS_3

Ayoo dong VOTE....hehe


*****


Aku memasuki sebuah restoran cepat saji, untuk membeli burger, kentang goreng dan minuman soda.


" Sayang mau apa " Daniel bengong melihatku yang asik melahap burger super jumbo


" Gak Baby..im not hungry " Katanya melihatku dengan senyum


Sedang asyik menghabiskan kentang gorengku, sekilas aku melihat sosok perempuan berjalan sekilas dihadapanku. Dia adalah sosok yang ada di foto masalalu Daniel.


" Anneta " Gumamku lirih mengikuti wanita itu berjalan.


Daniel yang melihat arah pandangnku juga melihat sosok wanita yang ia cintai dulu.


Sejenak Daniel mematung dan rahangnya mengeras serta buku-buku tangannya mengepal.


Aku jadi tak berselera makan melihat pemandangan itu, aku takut Daniel akan terpengaruh kembali dengan wanita yang bernama Anneta Danuarja.


Daniel tertegun sejenak hingga kemudian mengejar wanita itu ke arah jalan.

__ADS_1


Daniel menyeret Anneta dengan kasar.


" Annet...itu kah kau " Ucap Daniel menahan amarah


" Da....Da..niel " Annet terbata-bata dan terlihat ketakutan melihat sosok Daniel dihadapannya.


" Ternyata kamu disini...wanita jalang " Daniel memuntahkan sebuah perkataan kasarnya


" Daniel...maafkan aku " Annet mencoba melepas genggaman tangan Daniel dan berusaha kabur hingga terdengar suara anak kecil dari dalam bis sekolah.


" Mommy " Anak laki-laki itu berseragam sekolah dan berwajah tampan


" Mommy siapa om ini " Kata anak kecil itu melihat Daniel didekat Mommynya.


" Darren...Anak Momy, kenalkan ini Om Daniel teman Momy dari Indonesia " Kata Annet mencoba menetralisir perasaannya


" Woow...from Indonesia, jadi Om kenal Dadyku " Pertanyaan Darren membuat Daniel merinding


" Hallo Boy " Daniel berpura-pura tak terjadi apa-apa " Dimana rumahmu " Katanya menyelidik


" Ayo Darren segera pulang, Momy sudah masak makanan kesukaanmu " Annet meninggalkan Daniel yang masih dalam kebingungan. Sedangkan Darren melambaikan tangan ke Daniel seraya senang bertemu dengannya.

__ADS_1


Airmataku menetes melihat pemandangan mengharukan itu, ohh..ini bukan terharu melainkan aku merasa sakit. Aku berlari ke arah jalan dan meninggalkan Daniel yang masih fokus dengan pertemuan tadi. Pikiranku kacau, apa yang akan terjadi pada nasib pernikahan kami yang masih seumur jagung.


Dengan tangis tertahan aku berlari tak tentu arah, mungkin Daniel tak menyadari kepergianku. Lelah dengan pelarianku akhirnya aku duduk sejenak disebuah taman yang ada dipusat kota.


Setidaknya aku harus menghapus air mataku jika akan pergi ke hotel. Dan aku ingin mendengar penjelasan Daniel apa yang sebenarnya terjadi.


Sebuah telepon menyadarkanku agar menghapus kesedihan ini.


Daniel Calling


Dan aku merejectnya gemas. Aku akan mendengar penjelasan Daniel setelah aku selesai dengan tangisku.


Tengah malam aku baru kembali ke hotel dengan keadaan yang lebih baik, setelah dari taman aku jalan-jalan sendiri ke pusat perbelanjaan dan membeli 1 cup es krim besar.


Daniel menungguku di loby hotel seperti orang kebingungan,,yah gimana gak kebingungan istrinya pergi di negara yang asing.


Daniel memelukku ketika melihatku di loby hotel, ada perasaan lega di wajahnya.


" Baby..kemana saja, aku mencarimu " Kata Daniel disela pelukannya


" Daniel...kita perlu bicara, dan aku butuh penjelasanmu tentang kejadian tadi sore " Kataku tegas melepas pelukan Daniel dan bergegas naik ke lift menuju kamar hotelku.

__ADS_1


Sedang Daniel tertegun melihatku meninggalkannya di loby hotel. Ia meraih pintu lift yang akan tertutup tetapi terlambat.


__ADS_2